Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Status tanah transmigran tidak jelas

13 Juni 2009

KP Anggota Komisi B DPRD Bantul Jupriyanto mengaku mendapat laporan dari seorang warga Sanden yang baru saja pulang transmigrasi tentang kepemilikan status tanah yang tidak jelas. Jupri menjelaskan warga tersebut transmigrasi di Kutai Kartanegara Kalimantan Timur sejak tahun 2005. Dia dan sekitar 30 kepala keluarga lain memperoleh tanah yang belum jelas kepemilikannya dan sudah beberapa kali ditawar oleh pihak tertentu karena di bawah tanah tersebut diindikasikan sebagai tambang batu bara. Jupri mengatakan warga tersebut tetap berkeinginan untuk kembali ke Kutai namun istrinya tidak ingin kembali sebelum status tanah jelas. Jupri berharap masalah ini dapat menjadi perhatian Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul karena sudah menjadi catatan Komisi B sejak tahun lalu. Bila para transmigran diharuskan berpindah lokasi, Jupri berharap tidak melalui negosiasi yang dilakukan para transmigran sendiri melainkan fasilitasi Disnakertrans.

Dibagian lain Kepala Bidang Transmigrasi Sulistyawan mengaku belum menerima laporan berkaitan dengan permasalahan ini. Padahal Sulis mengaku secara rutin melakukan kunjungan langsung ke lokasi transmigrasi. Pada kesempatan tersebut dirinya selalu berdialog dengan transmigran asal Bantul. Namun dengan terdapatnya laporan tidak resmi ini Sulis mengaku akan melakukan pengecekan. Termasuk mengecek kesepakatan antara pemerintah Bantul dan Kutai Kertanegara dalam penanganan transmigran. (lia)

Cegah penyebaran keket

Dipertahut adakan penyemprotan masal

Penyuluh Pertanian Lapangan memberikan penjelasan penyemprotan cabai untuk mencegah penularan keket, Jumat (12/6)

Penyuluh Pertanian Lapangan memberikan penjelasan penyemprotan cabai untuk mencegah penularan keket, Jumat (12/6)

KP Untuk mencegah penularan penyakit keket atau busuk buah yang saat ini sudah menyerang 450 hektar pertanian cabai di Bantul, Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut) Bantul bekerjasama dengan Dinas Pertanian Provinsi DIY menggalakkan gerakan pengendalian di dua lokasi diantaranya Bulak Dodogan Srigading Sanden seluas 20 hektar dan Bulak Karanganyar Gadingharjo Sanden seluas 25 hektar. Kabid Pengendalian Hama Tanaman Yunianti mengatakan pada Jumat 12 Juni gerakan diselenggarakan di Bulak Dodogan, sedangkan hari berikutnya di Bulak Karanganyar. Dalam gerakan ini kelompok tani memperoleh bantuan pestisida Daconil dan Victori dari Dipertahut Bantul dan Distan Provinsi DIY. Petani diberi penyuluhan cara penyemprotan pestisida yang benar yaitu penyemprotan menyeluruh dari bagian bawah tanaman hingga bagian atas. Petani juga diminta untuk mencabut tanaman yang sudah terkena keket dan memusnahkannya supaya tidak menulari tanaman sehat. Yuni mengatakan biasanya petani masih tidak merelakan pencabutan tanaman dan hanya memetik buah yang terkena keket, namun penyakit justru akan meluas. Yuni menambahkan petani juga dihimbau tidak membuang cabutan tanaman berpenyakit keket di aliran air antar bedengan. Penyemprotan paling baik dilakukan pagi dan sore hari.

Kepala Distan Provinsi DIY Nanang Suwandi menegaskan penyakit keket biasa menyerang cabai pada kondisi kelembaban tinggi yaitu ketika musim panas tiba-tiba hujan deras berseling. Nanang menambahkan saat ini pihaknya sudah mendapat laporan dari Kabupaten Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul. Sedangkan Kabupaten Sleman relatif aman karena suhu cenderung dingin dan kelembaban tidak terlalu tinggi. Nanang menambahkan kelembaban yang tinggi menyebabkan jamur penyebab penyakit keket tumbuh subur. Di bagian lain Sukiman dan Sajiman, anggota kelompok tani Dodogan Maju mengatakan serangan keket dapat menyebabkan kerugian petani mencapai 50%. Petani biasanya dapat panen hingga 12 kali, bila terkena keket panen hanya sampai 6 atau 7 kali saja. (lia)

Gerabah Kasongan ditentukan sebagai OVOP Bantul

KP Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Departemen Perindustrian Republik Indonesia menentukan 10 one vilage one country (OVOP) Selasa 10 Juni 2009. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul Yahya mengatakan dari 10 OVOP yang ditentukan, Bantul merupakan salah satunya dengan produk andalan gerabah/keramik hias dari Kasongan disamping Kulonprogo dengan anyaman dan 8 kabupaten lain di luar Provinsi DIY. Yahya menambahkan dari 10 OVOP yang ditentukan terdapat tiga kabupaten lain yang juga mengangkat gerabah/keramik hias sebagai produk andalan diantaranya Kabupaten Lombok Barat, Tabanan dan Purwakarta. Yahya menambahkan OVOP sudah dirintis sejak tahun 2008, setiap kabupaten yang ditunjuk dapat menyampaikan usulan produk anadalannya. Pada tahun 2009 tindak lanjut OVOP sampai pada peningkatan desain dan cakupan pasar. Selanjutnya tahun 2010 akan dikaji peningkatan mutu bahan bakunya. Yahya mengatakan dalam pengkajian sejak tahun 2008 Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Selain pengkajian juga diadakan pemetaan lokasi kerajinan, pendampingan perajin dan workshop kerajinan. (lia)

Idham siap jadi jurkam

Kp Bupati Bantul Idam Samawi mengaku siap menjadi juru kampanye pasangan Mega-Prabowo. Idam mengaku pengurus DPD PDI Perjuangan DIY datang langsung untuk meminta dirinya menjadi jurkam. Idam langsung menyanggupi dengan persyaratan DPD harus mengurus seluruh masalah administrasi termasuk ijin cuti. Namun hingga saat ini Idam mengaku belum menerima tembusan ijin cuti dari DPD.

Dibagian lain Ketua DPC PDI Perjuangan Bantul Joko Purnomo menyambut gembira kesediaan Idam menjadi jurkam. Joko menilai sudah tepat bila tokoh sekaliber idam samawi menjadi jurkam tingkat propinsi daripada menjadi jurkam tingkat kabupaten. Sebab dengan menjadi jurkam propinsi maka idam dapat berkampanye di kabupaten Bantul. (tok)

Juli Posdaya akan dievaluasi

Kp Evaluasi terhadap program Pos Pemberdayaan Masyarakat (Posdaya) akan dilaksanakan pada awal juli 2009. Kepala subBidang Pembinaan Ketahanan Keluarga BKK,PP dan KB Lukas Sumasana mengatakan evaluasi bukan untuk menentukan program yang gagal atau berhasil. Namun lebih bertujuan meningkatkan partisipasi warga dalam posdaya. Sebab menurut lukas belum saatnya pemerintah kabupaten Bantul menyatakan program posdaya gagal atau sukses. Lukas berharap melalui evaluasi ini dapat memacu masyarakat untuk berperan aktif dalam posdaya. (tok)

Kerugian capai 65 juta

Perhiasan 2 ons digondol maling

Kp Peristiwa pencurian dengan kerugian mencapi 65 juta rupiah kamis 11 Juni 2009 menimpa Rosiana Herawati 47 tahun warga Perum Palem Asri Blok S3 Panggungharjoa sewon. Peristiwa pencurian pertama kali diketahui anak korban andre 17 tahun saat pulang ke rumah sekitar pukul setengah enam sore. Andre menemukan pintu pagar rusak dan saat memasuki rumah melihat kamar orangtuanya dalam kondisi berantakan. Setelah diperiksa uang tunai 14 juta rupiah,kamera,laptop dan perhiasan seberat 2 ons sudah hilang. Korban selanjutnya melaporkan peristiwa ini ke Polres Bantul. (tok)

Juni 16, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: