Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Pemda tolak anggapan lamban

17 juni 2009

Kp Pemerintah kabupaten Bantul menolak dianggap lamban dalam penanganan kasus Penetapan Angka Kredit (PAK) Palsu. Sekertaris Gendut Sudarto mengatakan pemerintah kabupaten Bantul telah menetapkan mekanisme sendiri untuk menangani kasus ini. Gendut menjelaskan karena kasus ini menyangkut pendidikan maka diharapkan penanganannya tidak mengganggu proses pendidikan di Bantul yang sudah cukup kondusif. Gendut mengatakan saat ini pemerintah kabupaten Bantul masih menunggu keputusan pemerintah pusat dalam kasus ini. Gendut menjelaskan kasus PAK merupakan kasus nasional yang melibatkan oknum-oknum di tingkat pusat. Sehingga pemerintah pusat menjadi pihak yang paling berwenang untuk memberikan sangsi.

Sementara itu berdasarkan data Inspektorat Daerah Bantul terdapat 2 PNS baru yang terbukti menggunakan PAK palsu sebaga1 syarat kenaikan pangkat. Sehingga total terdapat 8 PNS yang terbukti menggunakan PAK palsu. Kepala Inspektorat Daerah Bantul Subadrio mengatakan seperti 6 PNS sebelumnya 2 PNS ini juga akan menerima pembatalan kenaikan pangkat dan berkewajiban mengembalikan tunjangan dan fasilitas lain yang diterima akibat kenaikan pangkat menggunakan PAK palsu. Selain itu mereka juga akan menerima sangsi yang akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan. (tok)

PN Bantul dipastikan segera gelar sidang gugatan Ibnu

Kp PN Bantul dipastikan akan segera menggelar sidang kasus gugatan bupati Sleman Ibnu Subiyanto kepada Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) propinsi DIY. Keputusan ini diambil menyusul tidak tercapainya kesepakatan pada mediasi ketiga selasa 16 Juni 2009 di ruang Hakim PN Bantul. Mediator dalam kasus in V Banar SH mengatakan sidang paling lambat akan digelar 2 pekan kedepan. Ditemui seusai mediasi kuasa hukum BPKP Ramli Achfa menilai upaya mediasi dalam gugatan ini tidak mungkin tercapai. Ramli memperkirakan pihak penggugat berupaya menempuh jalur mediasi dengan harapan hasil mediasi dapat menggagalkan proses sidang pidana terhadap penggungat di PN Sleman. Namun dengan keluarnya keputusan hukum di PT Jogja dan Mahkamah Agung berkaitan dengan kasus ini maka jalur mediasi sudah tertutup. Ramli mengaku sebagai pihak tergugat saat ini hanya dapat menunggu upaya hukum dari pihak penggugat

Dibagian lain kuasa hukum penggugat Teguh Samodra mengaku proses mediasi sudah memunculkan benang- benang merah yang dapat mempertemukan dua pihak dalam kesepakatan. Namun kata sepakat belum muncul secara jelas dalam mediasi yang digelar untuk ketiga kalinya ini. Sehingga kuasa hukum penggugat masih berupaya menempuh jalur perundingan sebelum PN Bantul menetapkan jadwal persidangan. Teguh tetap memiliki keyakinan telah terdapat kesalahan prosedur dalam proses audit yang memunculkan kesan telah terjadi kesalahan dalam penggunaan anggaran. (tok)

Efektifakn sosialisasi

KPU gandeng tiga organisasi pemuda

KP Untuk mengefektifkan sosialisasi pilpres Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul bekerjasama dengan tiga organisasi pemuda diantaranya pemuda muhammadiyah, pemuda nahdatul ulama (NU) dan badan eksekutif mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM). Kegiatan dimulai dari pelatihan sosilisasi di Kantor KPU Bantul Selasa siang yang diikuti 35 peserta. Divisi Sosilisasi dan Pendidikan Pemilih KPU Bantul Nurudin Latif menjelaskan para relawan tersebut akan diarahkan untuk melakukan sosialisasi di tempat-tempat yang belum terjamah KPU. Latif mencontohkan mahasiswa diarahkan untuk sosialisasi di pasar-pasar tradisional, pemuda NU di pondok pesantren dan pemuda muhammadiyah di sekolah-sekolah dengan target pemilih pemula. Namun mereka juga diperbolehkan untuk melakukan sosialisasi di tempat-tempat yang sebelumnya pernah mendapat sosialisasi dari KPU. KPU juga tidak menutup kemungkinan bagi tiga organisasi untuk memodifikasi program sosialisasi. Latif menjelaskan sosialisasi dititikberatkan kepada pemberian tanda centang. KPU menyediakan semua sarana sosialisasi dan menanggung pembiayaannya. Kegiatan awal, tiga organisasi pemuda tersebut diarahkan untuk sosialisasi di daerah pesisir pantai pada hari Rabu 17 Juni dan Minggu 21 Juni.

Di bagian lain koordinator relawan BEM UGM Ika Puspitasari mengatakan pihaknya bekerjasama dengan KPU Bantul untuk mensukseskan pilpres melalui kuliah kerja nyata (KKN) Pemilu UGM. Sekitar 27 mahasiswa yang difokuskan untuk KKN di Bantul dan Sleman mengikuti program KKN pemilu. Ika mengatakan mereka sudah mendampingi pemilu sejak pemilihan legislatif dan pendataan DPT. Untuk Bantul mereka sudah melakukan sosialisasi pilpres di pasar-pasar di Kecamatan Piyungan dan Sewon. Ika menambahkan sesuai dengan arahan KPU, sasaran sosialisasi mereka adalah pemilih pemula dan pemilih tradisional. Pemilih pemula merupakan pemilih yang baru pertama kali mengikuti pemilu, sedangkan pemilih tradisional yang menjadi sasaran sebagian besar didominasi ibu-ibu di pedesaan. Ika menambahkan meski sebagian mahasiswa masih ada yang mengambil mata kuliah, mereka tetap berkomitmen membagi waktu dengan baik untuk mensukseskan pemilu dan KKN. (lia)

Pembangunan SMK baru terkendala dana

KP Pembangunan sekolah menengah kejuruan (SMK) baru di Bantul terkendala dana. Di sisi lain setiap kabupaten diharuskan meningkatkan jumlah lulusan SMK menjadi 65% dari total kelulusan. Sedangkan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) hanya 35%. Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal Kabupaten Bantul Masharun Ghazalie menjelaskan biaya yang dibutuhkan untuk membangun satu SMK setara dengan pembangunan enam SMA. Untuk itu Bantul mambuat kebijakan dengan merasionalkan jumlah siswa. SMA di Bantul tidak diperbolehkan membuka kelas baru maupun menambah jumlah murid per kelas. Namun SMK diperbolehkan membuka kelas baru dan prodi baru terutama SMK yang baru berkembang. Alih fungsi SMK juga dianjurkan melalui dua cara diantaranya alih fungsi dalam waktu cepat dan alih fungsi secara bertahap. Masharun mencontohkan alih fungsi cepat dilakukan SMK Tri Praja Bhakti Kretek yang mewajibkan semua kelas mengikuti program SMK ketika sekolah beralih fungsi. Siswa yang masih ingin melanjutkan pendidikan SMA disarankan berpindah sekolah. Sedangkan alih fungsi secara bertahap dilakukan SMK 1 Pembangunan Dlingo, siswa kelas 1 sudah menempuh pendidikan SMK, sedangkan siswa kelas dua dan tiga masih menempuh pendidikan SMA. Saat ini rasio siswa SMK berbanding SMA di Bantul mencapai 48% banding 52%. Di Bantul hanya terdapat dua kecamatan diantaranya kecamatan Jetis dan Banguntapan yang belum memiliki SMK.

Di bagian lain Kepala SMK 1 Bantul Endang Suryaningsih mengaku tertarik untuk menambah prodi dan kelas baru. Saat ini di SMK 1 Bantul sudah memiliki 12 kelas, masing-masing menampung 32 siswa. Endang tertarik untuk menambah menjadi 14 kelas. Namun hal tersebut terkendala komplain dari sekolah-sekolah swasta, terutama sekolah swasta yang kekurangan murid. (lia)

Dinas Pariwisata bertekad bersihkan prostitusi

Kp Dinas Pariwisata Bantul bertekad membersihkan obyek wisata dari praktek prostitusi. Ditemui seusai melaksanakan kegiatan penanaman pohon dan bersih pantai di obyek wisata pantai depok selasa siang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul Suyoto mengatakan maraknya praktek prostitusi justru membuat turunya jumlah pengunjung. Suyoto mencontohkan sebelumnya terdapat sekitar 800 ribu pengunjung ke Pantai Samas setiap tahunnya. Namun menyusul maraknya praktek prostitusi jumlah pengunjung turun menjadi 400 ribu pertahun. Suyoto mentargetkan dalam jangka waktu 2 tahun seluruh obyek wisata di Bantul bersih dari praktek prostitusi. Sehingga obyek wisata di Bantul hanya menonjolkan seni dan budaya sebagai daya tarik bagi wisatawan.

(tok)

Juni 18, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: