Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Kekerasan di sekolah sulit terungkap

19 Juni 2009

Kp Lemahnya komunikasi menjadi kendala pengungkapan kasus kekerasan di lingkungan sekolah. Kondisi seperti ini terjadi di seluruh kabupaten di propinsi DIY termasuk Bantul. Dosen Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Hafsah Budi Argiati menyampaikan pernyataan ini dalam sarasehan bertema stop kekerasan di sekolah kamis siang di Pendopo Parasamya. Hafsah menjelaskan selain melalui media massa bukti terdapatnya tindak kekerasan di sekolah di kabupaten Bantul muncul dari pengakuan beberapa siswa yang menjadi peserta sarasehan. Hafsah menilai kekerasan di sekolah merupakan mata rantai dengan pelaku sebagian besar dulunya merupakan korban. Pelaku kekerasan di sekolah bukan hanya dari kalangan murid tetapi juga terdapat guru yang menjadi pelaku kekerasan. Kekerasan di sekolah terjadi mulai dari tingkat pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi. Hafsah optimis tindak kekerasan di lingkungan sekolah ini dapat dihentikan. Antara lain dengan memperbanyak kegiatan positif dan membangun komunikasi antara stake holder di sekolah.

Terdapatnya tindak kekerasan di sekolah juga diakui astuti salah satu peserta sarasehan dari SMA Negeri 2 Bantul. Astuti mengaku kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolahnya belum bersifat fisik. Astuti memilih untuk diam saat mengetahui terjadinya kekerasan. Meski tidak terdapat ancaman namun dirinya memilih untuk tidak berurusan dengan pelaku kekerasan di sekolah yang biasanya memiliki kekuatan atau mendapat perlindungan dari pihak tertentu. (tok)

Kasus matinya ikan di Miri

Komisi B desak BLH jelaskan penyebab pencemaran

Kp Komisi B DPRD Bantul meminta penyelesaian kasus matinya ikan milik warga miri Timbulharjo Sewon tidak selesai pada tahap ganti rugi. Sekertaris Komisi B DPRD Bantul Jupriyanto menilai pemberian ganti rugi tidak akan menyelesaikan masalah yang terjadi bukan untuk pertama kalinya ini. Jupri mendesak Badan Lingkungan Hidup untuk memberikan penjelasan penyebab pencemaran. Sehingga semua pihak dapat mengambil langkah untuk menghindari terulangnya kejadian serupa. Jupri berharap BLH lebih ketat dalam menetapkan angka baku mutu bagi limbah yang akan dibuang di saluran irigasi. Jupri menambahkan langkah jangka panjang harus menjujung semangat saling menghormati dalam menjalankan usaha. Perusahaan dapat terus beroperasi namun petani ikan juga tetap menjalankan usahanya.

Dibagian lain Sekertaris Daerah Bantul Gendut Sudarto memastikan penanganan kasus matinya ikan milik warga Miri Timbulharjo Sewon tidak akan berhenti pada proses ganti rugi. Gendut menjelaskan dalam rapat koordinasi terdapat kesepakatan antara PG Madukismo,petani,BLH dan Dinas Sumber Daya Air untuk meningkatkan kewaspadaan. PG Madukismo harus meningkatkan pengawasan terhadap limbah yang akan dibuang,petani harus pandai memilih ikan yang tahan terhadap pencemaran,BLh harus meningkatkan pengawasan terhadap baku mutu air limbah dan Dinas SDA harus berkoordinasi dalam mengatur aliran irigasi. Gendut berharap dengan peningkatan kewaspadaan peristiwa serupa tidak terulang. (tok)

Rayakan kelulusan, konvoi keliling

KP Siswa-siwa SMK Kelautan Sanden konvoi keliling Bantul merayakan kelulusan siswa di sekolahnya yang mencapai 100% Kamis siang. Sebelum konvoi, para siswa sujud syukur bersama-sama di sekolahnya kemudian berkonvoi dengan rute menuju Perempatan Palbapang, Perempatan Bakulan, berhenti sejenak untuk syujud syukur yang kedua kalinya di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa Jalan Parangtritis kemudian dilanjutkan konvoi menuju Perempatan Manding, Perempatan Gose dan kembali ke sekolahnya. Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal Masharun Ghazalie mengatakan tingkat kelulusan SMK Kelautan Sanden sangat minim karena kekacauan data. Kini setelah SMK Kelautan Sanden meluluskan 100% siswanya, tingkat kelulusan SMK di Bantul tertinggi se-Provinsi DIY. Di Bantul tingkat kelulusan SMK mencapai 98,72% juga mengungguli tingkat kelulusan SMA yang mencapai 98,4 %. (lia)

KPU sosialisasikan pilpres pada kaum perempuan

KP 150 perempuan mengikuti sosialisasi pilpres 2009 untuk perempuan yang diselenggarakan KPU Bantul bekerjasama dengan PKK Kabupaten Bantul di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bantul Kamis pagi. Peserta terdiri dari anggota Dhamawanita, PKK Bantul dan Wanita Bayangkari. Ketua PKK Bantul Ida Idham Samawi dalam sambutannya berharap para perempuan menggunakan hak pilihnya karena memiliki kewajiban untuk meramaikan pesta demokrasi 2009. Ida menyambut baik sosialisasi yang dilakukan KPU tersebut dan berharap para peserta dapat mensosialisasikan materinya di lingkungan masing-masing. Ida menambahkan dirinya berharap permasalahan daftar pemilih tetap (DPT) tidak lagi muncul dalam pilres 2009.

Di bagian lain Kabid organisasi Wanita Bayangkari Intan Sentot didampingi Wakil Ketua Cabang Iva Frenky didampingi dan sekretaris Bayangkari Agnes mengatakan partisipasi wanita bayangkari dalam pemilu legislative sangat bagus, Intan berharap hal itu juga akan terwujud dalam pemilu presiden 2009. Sebelum pemilu legislative Wanita Bayangkari mengadakan sosialisasi pemilu legislative, dan sebelum pilpres mereka juga berencana mengadakan sosialisasi serupa. Intan menambahkan dalam pemilu pihaknya tidak dipengaruhi oknum tertentu untuk memilih caleg atau partai tertentu. Demikian juga dalam pilpres, mereka juga dihimbau untuk menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani masing-masing. Di Bantul terdapat ratusan perempuan yang tergabung dalam organisasi wanita bayangkari. (lia)

Perlombaan budidaya ikan hias

Buana Mina Bantul wakili Provinsi DIY

KP Kelompok tani ikan hias Buana Mina Dusun Kadisoro Ringinharjo Bantul berhasil mewakili Provinsi DIY dalam perlombaan pengelolaan kelompok budidaya ikan hias. Ketua Tim Penilai perlombaan dari Departemen Kelautan dan Perikanan RI Tatik mengatakan terdapat tiga kelompok tani ikan yang maju ke tingkat nasional yaitu Bantul, Garut dan Kediri. Tim penilai sudah meninjau lokasi budidaya ikan hias di Garut pada minggu lalu, sedangkan minggu ini mengunjungi lokasi di Bantul, minggu depan meninjau lokasi di Kediri. Dalam sambutannya Tati menyemangati kelompok tani ikan hias Buana Mina untuk menghadapi perlombaan. Tatik menjelaskan kelompok tani Buana Mina sudah dipastikan ke Jakarta karena masuk dalam tiga besar. Selain perlombaan ikan hias, Departemen Kelautan dan Perikanan juga menyelenggarakan delapan jenis perlombaan lain.

Di bagian lain Ketua Kelompok Buana Mina Johan Purna Widada dalam sambutannya mengatakan kelompok beranggotakan 28 orang dengan kolam seluas 873 meter persegi. Ikan yang dibudidayakan meliputi ikan platy, black molly, gappy, koy, louhand, komet dan marbell. Petani ikan menggunakan sistem karamba dalam membudidayakannya. Johan mengaku para petani ikan menggunakan pakan alami dengan bahan baku kutu air untuk membudidayakan ikan. Selain itu pakan alami juga diambilkan dari pengusaha cacing sutra di Desa Palbapang Bantul. (lia)

Pengedar miras didenda hingga Rp6 juta

KP PN Bantul menjatuhkan vonis kepada dua pengedar miras dalam persidangan yang digelar Kamis siang dipimpin Majelis Hakim Suharyanti. Dua pengedar miras tersebut tertangkap dalam razia Satpol PP 1 Mei 2009 pukul 11 siang di Dusun Rendeng Timbulharjo Sewon. Satpol PP menerima laporan dari warga setempat dan segera menindaklanjutinya dengan menggeledah rumah terlapor. Ketika sampai di rumah terlapor, petugas tidak menemukan barang sitaan. Namun ketika penggeledahan dilanjutkan di sekitar rumah terlapor, Satpol PP menemukan 325 botol miras di rumah kemenakan terlapor. Dari penyidikan diketahui bahwa terdakwa Kistiyani mengeluarkan modal senilai 2 juta rupiah, sedangkan terdakwa Giman mengeluarkan modal senilai 2 juta rupiah. Modal senilai 3 juta rupiah kemudian digunakan untuk membeli miras di Kota Yogyakarta dan dijual kembali. Dalam persidangan terdakwa Giman divonis denda 3 juta rupiah subsider 30 hari penjara. Sedangkan terdakwa Kistiyani divonis denda 6 juta rupiah subsider 60 hari penjara karena sebelumnya juga pernah disidang untuk perkara yang sama 16 April 2009. (lia)

Juni 25, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: