Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Puskesmas siap bebaskan retribusi pelayanan

20 Juni 2009

Kp Sebagian puskesmas di Bantul mengaku siap melaksanakan rencana pemerintah kabupaten Bantul untuk membebaskan retribusi pelayanan kesehatan di Puskesmas. Dokter puskesmas imogiri 1 Agus Prakoso selama pemerintah kabupaten Bantul bersedia menjamin biaya operasional maka puskesmas siap memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Agus memastikan pembebasan retribusi tidak akan mengganggu pelayanan selama terdapat jaminan biaya operasional dari pemerintah kabupaten Bantul.

Menanggapi pernyataan ini Komisi A DPRD Bantul menilai pemerintah kabupaten Bantul belum perlu menghapuskan retribusi pelayanan kesehatan di puskesmas. Wakil Ketua Komisi A DPRD Bantul Agus Subagyo menjelaskan dengan retribusi 3 ribu rupiah untuk rawat jalan dan 14.500 rupiah untuk rawat inap masih terjangkau masyarakat. Bahkan menurut agus dengan pelayanan yang semakin baik nilai retribusi bisa dikategorikan murah. Masih terdapatnya subsidi obat dan beberapa komponen lainnya menyebabkan murahnya retribusi. Sehingga menurut agus pemerintah kabupaten Bantul cukup mempertahankan subsidi. Sehingga terdapat jaminan pelayanan kesehatan murah bagi masyarakat. (tok)

Penyerapan stimulan padat karya lambat

Kp Penyerapan dana stimulan Padat Karya Produktif di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul berjalan lambat. Hingga minggu terakhir juni 2009 pembangunan baru terlaksana di 7 titik dari 21 titik yang distujui untuk menerima bantuan dari pemerintah pusat senilai 4 milyar rupiah ini. Kasubdi pengembangan tenaga kerja Disnakertrans Bantul Budi Santoso mengaku pelaksanaan sengaja dibagi menjadi 3 tahap dengan 7 titik di setiap tahap. Budi menjelaskan setelah 7 titik selesai pada akhir juni 2009 segera dilanjutkan 7 titik hingga September 2009 dan 7 titik terakhir hingga desember 2009. Budi menjelaskan karena program berkelanjutan maka perlu tahap sosialisasi dan pelatihan. Namun Budi optimis program akan selesai hingga desember 2009. Budi berharap program ini berkembang sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk mengurangi pengangguran. (tok)

GTT PTT minta kenaikan insentif

Kp Paguyuban Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap (GTT/PTT) Bantul meminta pemerintah kabupaten Bantul menaikan insentiv. Ketua Paguyuban GTT/PTT Bantul Subardi menilai dibanding kabupaten lain insentiv GTT/PTT Bantul sebesar 200 ribu rupiah perbulan paling rendah. Selain itu Paguyuban GTT/PTT Bantul juga meminta ketepatan waktu dalam pencairan insentiv. Pada triwulan pertama GTT?PTT masih memaklumi terdapatnya keterlambatan karena terdapatnya proses pemisahan Dinas Pendidikan menjadi Dinas Pendidikan Dasar dan Dinas Pendidikan Menegah dan Nonformal. Namun untuk triwulan kedua harus tepat waktu karena dananya sudah tersedia. (tok)

Difabel berharap TPS ramah difabel

KP Difabel atau penyandang cacat berharap tempat pemungutan suara (TPS) memiliki akses yang mudah bagi mereka. Hal ini dikemukakan oleh kaum difabel dalam sosialisasi pemilu presiden untuk kaum difabel di Kantor Dinas Sosial Bantul jum’at pagi. Dalhar warga Timbulharjo Sewon mengeluhkan jalan masuk ke TPS di rumah Kepala Dukuh tempat tinggalnya yang banyak memiliki tangga. Dalhar yang sehari-hari menggunakan kruk ini merasa kesulitas bila tidak terdapat ram atau jalan khusus difabel. Dalhar menyarankan petugas membangun tenda di halaman rumah yang rata seperti ketika simulasi diadakan di halaman Kantor Dinas Sosial. Dalhar menambahkan setelah mengikuti simulasi pemungutan suara di halaman Kantor Dinas Sosial dia memiliki sedikit gambaran tentang pemilu presiden.. Meski demikian Dalhar mengaku masih belum dapat menentukan pasangan Capres dan Cawapres pilihannya.

Senada dengan Dalhar, Zaki peserta dari Pleret yang menggunakan kursi roda berharap TPS dibangun di luar ruangan. Dia menjelaskan TPS yang dibangun di halaman yang sejajar dengan jalan di sekitarnya akan mempermudah difabel memasuki TPS. Penyediaan akses khusus difabel menurut Zaki mutlak diperlukan bila TPS dibangun di ruangan yang lebih tinggi dari halaman di sekitarnya. Bagi pengguna kursi roda menurut Zaki juga diperlukan petugas yang membantu menaiki jalan yang agak menanjak. Zaki juga berharap penempatan bilik suara tidak terlalu tinggi karena dirinya harus duduk di atas kursi roda ketika melakukan pemungutan suara.

Di bagian lain Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPU Bantul Nurudin Latif mengatakan pihaknya menyarankan petugas KPPS untuk membangun TPS yang ramah terhadap difabel. Latif mengaku telah menyampaikan saran tersebut dalam sosialisasi terhadap petugas KPPS. Namun pihaknya akan terus mengulang saran tersebut pada pertemuan dengan KPPS berikutnya. KPU mengagendakan pertemuan dengan petugas KPPS pada hari Senin. (lia)

Juni 25, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: