Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Dishub terapkan parkir khusus, tarif dua kali lipat

25 juni 2009

KP Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul menerapkan parkir khusus di empat lokasi mulai tahun 2009 diantaranya di Pasar Imogiri, Pasar Niten, Pasar Piyungan dan RSD Panembahan Senopati. Bagian Monitoring Evaluasi Parkir Pasar Imogiri Sugeng Suhana menjelaskan parkir khusus memiliki tarif yang besarnya dua kali lipat dari parkir umum. Sugeng mencontohkan tarif parkir sepeda motor di parkir umum hanya 500 rupiah, sedangkan di parkir khusus tarifnya mencapai 1.000 rupiah. Selain itu Sugeng menambahkan parkir khusus terletak di lokasi dalam bangunan. Sugeng menjelaskan parkir di luar Pasar Imogiri masih disebut sebagai parkir umum. Berdasar evaluasi Dinas Perhubungan, pendapatan parkir di di Pasar Imogiri mencapai 1,8 juta rupiah per hari untuk menggaji 53 petugas parkir. Parkir khusus masih dikenai retribusi 500 ribu rupiah per bulan yang disetorkan ke Dinas Perhubungan Bantul mulai Bulan Mei 2009. Namun untuk lokasi lain retribusi tersebut sudah diberlakukan sejak Februari 2009. Sugeng menambahkan di Bantul sudah terdapat 60 lokasi parkir yang mendapat izin Dishub. Dishub tidak membatasi perijinan dan perekrutan petugas parkir baru karena parkir cukup membuka lapangan kerja. Sugeng menambahkan Dishub juga memberikan pembinaan parkir khusus seperti yang dilakukan di Pasar Imogiri Rabu pagi. (lia)

Tuna grahita berlatih membuat emping melinjo

KP Sekitar 30 anak tuna grahita dan tuna rungu mengikuti pelatihan pembuatan emping melinjo di SLB Widya Mulia Pundong Rabu siang. Pelatihan diselenggarakan atas kerjasama SLB Widya Mulia dan Forum Komunikasi Keluarga Anak Cacat Provinsi DIY. Kepala SLB Widya Mulia Rejo Kirono mengatakan pelatihan bertujuan untuk mempersiapkan anak tuna grahita dan tuna rungu supaya lebih mandiri. Rejo menambahkan pelatihan juga menjawab kekhawatiran para orang tua anak ketika mereka sudah ditinggalkan orang tua. 30 anak yang mengikuti pelatihan merupakan siswa 15 SLB se-Kabupaten Bantul, tiap SLB diambilkan dua anak. Pelatihan di SLB Widya Mulia sudah berlangsung sejak 3 tahun lalu dan anak-anak mulai mendapat pesanan emping melinjo. Namun Rejo menyayangkan terbatasnya peralatan berupa batu, kompor dan wajan bagi mereka. Rejo berharap pemerintah lebih peduli dengan potensi para penyandang tuna grahita dan tuna rungu tersebut. Rejo menambahkan pelatihan emping melinjo dipilih karena pasarnya masih cukup bagus dan SLB memiliki relasi dengan pengusaha emping melinjo untuk menampung hasil kerja anak-anak SLB.

Di bagian lain Rina, salah satu tuna grahita mengatakan dirinya sudah mendapat pelatihan pembuatan emping mlinjo dan pembuatan keset. Rina mengaku hanya dapat membuat emping melinjo ketika berada di sekolah karena di rumah tidak memiliki peralatan yang memadai. Namun Rina berkeinginan supaya dapat membuat emping melinjo di rumahnya. (lia)

Animo ikut kesetaraan cukup tinggi

Kp Animo siswa sekolah formal yang tidak lulus Ujian Nasional untuk mengikuti ujian nasional kesetaraan paket C sangat tinggi. Berdasarkan data Bidang pendidikan nonformal dari 138 siswa SMA,MA dan SMK yang tidak lulus Ujian Nasional hanya 2 siswa SMK yang tidak mengikuti ujian nasional kesetaraan ini. Kepala Bidang pendidikan non formal Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal Bantul Juhari menjelaskan tingginya animo ini tidak terlepas dari peran serta sekolah yang mendaftarkan siswanya secara kolektif. Juhari mengaku berdasarkan peraturan departemen Pendidikan nasional maka ujian nasional kesetaraan yang digelar mulai selasa 23 juni 2009 hany boleh diikuti lulusan 2008/2009. Sedangkan lulusan sebelumnya harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk dapat mengikuti ujian nasional kesetaraan Paket C. Untuk pelaksanaan ujian nasional kesetaraan tahun ini tidak terdapat peserta dari luar daerah karena setiap daerah sudah memiliki kode nomor ujian yang berbeda. Juhari menambahkan karena peserta dapat tertampung dalam satu sekolah maka pelaksanaan ujian dilaksanakan di SMA Muhammadiyah Sewon.

Kondisi serupa juga terjadi pada Ujian Nasional Kesetaraan Paket B. Dari sekitar 700 siswa yang tidak lulus hingga rabu pagi jumlah pendaftar sudah mencapai 500. Juhari memperkirakan jumlah pendaftar akan terus bertambah hingga penutupan pendaftaran rabu pukul setengah 2 siang. Juhari menjelaskan pelaksanaan Ujian Nasional Kesetaraan Paket B yang akan digelar mulai rabu 1 juli 2009. Karena pesertanya cukup banyak maka pelaksanaan akan dilakukan di setiap kecamatan. Juhari berharap cabang Dinas Pendidikan dapat menunjuk satu sekolah yang siswa tidak lulusnya paling banyak sebagai lokasi pelaksanaan ujian. (tok)

30% koperasi tidak aktif

Kp Sekitar 30 persen Koperasi di Bantul saat ini berada pada kondisi tidak aktif. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul Yahya menjelaskan koperasi yang tidak aktif antara lain ditandai dengan tidak menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) 3 kali berturut-turut. Berdasarkan data dari 372 Koperasi terdapat 100 koperasi yang tidak aktif. Menyikapi kondisi ini Disperindagkop Bantul berupaya mengaktifkan kembali koperasi bersangkutan. Selain koperasi yang tidak aktif di kabupaten Bantul juga banyak bermunculan kegiatan menyerupai koperasi namun belum memiliki badan hukum koperasi. Yahya mengaku kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan sebab di sisi lain banyak pengajuan badan hukum koperasi yang masuk ke Disperindagkop. Yahya mengaku tidak semua permohonan dikabulkan karena terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi seperti jumlah anggota dan modal awal. Yahya menilai berkembangnya jumlah koperasi menguntungkan bagi rakyat dan pemerintah. Rakyat diuntungkan karena akan lebih kuat dalam menjalankan usahanya. Sedangkan pemerintah diuntungkan karena lebih mudah dalam melakukan pembinaan. (tok)

Kandungan klor lampaui ambang batas

Kp Kandungan Chlor dalam air sungai yang mengalir di Bantul sudah melampaui ambang batas. Berdasarkan data Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bantul dari batas baku mutu 0,03 saat ini kandungan Chlor sudah mencapai0,30. Menyikapi kondisi ini BLH Bantul akan memperketat pengawasan terhadap pintu masuk aliran sungai ke Bantul. Kepala BLH Bantul Darmawan mengatakan terdapat 4 sungai yang diindikasikan membawa limbah ke Bantul masing-masing Bedog,Winongo,Code dan Gajah uwong. Darmawan menjelaskan BLH secara rutin akan melakukan pemeriksaan limbah padat dan cair di pintu masuk aliran 4 sungai tersebut. Darmawan memastikan program ini tidak akan berhasil tanpa peran serta masyarakat di sekitar pintu masuk aliran sungai yang setiap saat dapat melakukan pengawasan. (tok)

Mencabuli, divonis 4 tahun penjara

KP Suranto, warga Dlingo yang dilaporkan mencabuli Melati warga Gunungkidul divonis 4 tahun penjara denda 60 juta rupiah subsider 3 bulan kurungan oleh PN Bantul Rabu siang yang dipimpin MH Marliyus. Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum selama 6 tahun penjara denda 60 juta rupiah subsider 6 bulan kurungan. Marliyus mengatakan terdapat beberapa hal yang meringankan hukuman diantaranya pelaku mengaku, pelaku belum pernah terlibat permasalahan hukum, pelaku masih di bawah umur dan korban merupakan pihak yang memfasilitasi pelaku dalam membeli minuman beralkohol. Marliyus menjelaskan saat kejadian sepasang muda mudi tersebut minum-minum dan kencan di hutan pinus. Minuman beralkohol dibelikan oleh korban dan korban juga ikut meminumnya. Di hutan pinus tersebut korban dicabuli oleh terdakwa. Karena tidak terima, korban melaporkannya kepada pihak berwajib. (lia)

Juni 26, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: