Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Kerugian petani ikan capai Rp38 juta

23 juni 2009

Kp Bedasarkan hasil pencermatan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Bantul kerugian petani ikan dusun miri timbulharjo Sewon akibat pencemaran hanya mencapai 38 juta rupiah. Bupati Bantul Idam Samawi menyampaikan pernyataan ini seusai menerima laporan dari kepala Dinas KPP Mursumartinah. Setelah melihat hasil pemcermatan idam memerintahkan Dinas KPP untuk segera memberikan seluruh dana yang disiapkan PG Maduksimo sekitar 40 juta rupiah. tehnis pembangian diserahkan sepenuhnya kepada Dinas KPP. Idam mengaku sebelumnya pemerintah kabupaten Bantul sudah menyediakan dana tak tersangka untuk menutup kekeurangan setelah melihat pengajuan ganti rugi yang mencapai 94 juta rupiah. Idam menambahkan dibanding kerugian tahun lalu yang mencapai 20 juta rupiah nilai ganti rugi kali ini hampir mencapai 2 kalinya. Pasca pemberian ganti rugi pemerintah kabupaten Bantul tetap berupaya menyelidiki penyebab pencemaran sehingga peristiwa serupa tidak terulang. (tok)

Turunnya prosentase kelulusan SMP

Komisi A: Dikdas wajib bertanggungjawab

Kp Komisi A DPRD Bantul menyatakan Dinas Pendidikan Dasar sebagai pihak paling bertanggungjawab terhadap turunnya peringkat kelulusan SMP?MTs di Bantul. Anggota Komisi A DPRD Bantul Suwandi menilai terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab turunnya prestasipada ujian nasional. masing-masing pelaksanaan ujian nasional yang hampir bersamaan dengan pelaksanaan pemilu 2009 dan proses perubahan struktur Dinas Pendidikan kabupaten Bantul menjadi Dinas Pendidikan dasar serta Dinas Pendidikan menengah dan non formal. Suwandi menilai dinas Pendidikan dasar seharusnya dapat mengambil langkah antisipatif sedini mungkin. suwandi optimis dengan langkah antisipatif prestasi pada ujian nasional dapat dipertahankan. terbukti untuk tingkat SMA dan SMk prosentase kelulusannya tetap terbaik di DIY. (tok)

Hasil panen susut 12%

Kepala Dinas Pertanian Provinsi DIY Nanang Suwandi (kiri) dan Sekda Bantul Gendut Sudarto (tengah) panen padi simbolis di Bulak Manding Sabdodadi Bantul, Senin (22/6)

Kepala Dinas Pertanian Provinsi DIY Nanang Suwandi (kiri) dan Sekda Bantul Gendut Sudarto (tengah) panen padi simbolis di Bulak Manding Sabdodadi Bantul, Senin (22/6)

KP Proses pasca panen yang dikerjakan petani menyebabkan penyusutan hasil panen hingga 12%. Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut) Bantul Edy Suharyanto menjelaskan untuk satu kali panen di Bantul menghasilkan 75 ribu ton gabah, penyusutan 12 persen menyebabkan jumlahnya berkurang sekitar 9.000 ton. Edy mengatakan proses penyebab penyusutan diantaranya saat panern, proses perontokan padi, pengangkutan dan penjermuran. Namun Edy memastikan penyebab utama penyusutan adalah proses perreontokan padi. Gabah atau biji padi banyak yang betebaran ketika proses peerontokan berlangsung. Selain itu para pencari jerami yang merontokkan padi juga tidak terliti. Edy menjelaskan saat para pencari jerami meerontokkan padi, sebagian gabah yang masih terdapat di tangkai padi ikut terbuang ke atas. Untuk itu Edy menghimbau para petani lebih memaksimalkan penggunaan alat berupa pedal tracer karena penyusutannya berkurang sekitar 3% dibandingkan power tracer.

Senada dengan Edy, Kepala Dinas Pertaian Provinsi DIY Nanang Suwandi membenarkan penyusutan hasil panen tersebut. Melalui gerakan panen di Bulak Manding Senin pagi Nanang menyarankan petani untuk memaksimalkan penggunaan alat supaya penyusutan tidak terlalu besar. Nanang mencontohkan pemanfaatan terpal sebagai alas perontok disesuaikan dengan jarak loncatan gabah yang dirontokkan. Dalam pernyimpanan pertain disaerankan untuk memberi alas karung-karung penyimpan supaya biji padi yang terjatuh dapat dikumpulkan lagi.

Sekda Bantul Gendut Sudarto dalam sambutannya ketika Gerakan Panen mengatakan petani juga perlu memaksimalkan penggunaan lahan. Bagian pematang sawah dapat ditanami kacang atau tanaman lain yang tidak memerlukan banyak aier. Ketika panen tiba, petani dapat memanen dua komoditas sekaligus. Gendut menambahkan peremasalahan lain yang dihadapi saat ini adalah penyusutan lahan pertanian. Gendut menyarankan petani supaya mengurangi pembagian lahan sawah untuk anak-anaknya. Gendut mencontohkan apabila terdapat lima orang anak, maka sawah hanya diwariskan pada satu orang saja, anak yang lain disarankan untuk tidak menjadi petani. Dengan demikian keberadaan sawah tetap terjaga karena luasannya tidak dibagi-bagi untuk mendirikan rumah. Gendut mencontohkan penerapannya di negara Jepang. (lia)

RSD Panembahan Senopati akan berubah menjadi BLUD

Kp Untuk meningkatkan pelayanan RSD Panembahan Senopati akan merubah diri menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kepala Bagian keuangan RSD Panembahan Senopati andriyandono mengatakan citra negatif Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) dalam memberikan pelayanan menjadi latar belakang perubahan ini. Setelah menjadi BLUD diharapkan kinerja RSD Panembahan Senopati mengalami peningkatan baik dalam pelayanan maupun pengelolaan keuangan. Andri memastikan perubahan status tidak akan menyebabkan kenaikan retribusi pelayanan. karena perubahan status hanya menyangkut masalah pengelolaan keuangan yang mandiri sedangkan perubahan retribusi tetap menjadi hak pemerintah daerah yang diatur dengan peraturan daerah. proses perubahan status saat ini tengan memasuki tahap penilaian oleh tim yang dibentuk pemerintah kabupaten Bantul. Andri optimis sebelum akhir tahun status BLUD dapat diraih RSD Panembahan Senopati Bantul. Meski pengelolaan uangnya tidak melalui APBD namun pengelolaan keuangan RSD Panembahan Senopati tetap diawasi oleh dewan pengawas. (tok)

Hampir pensiun

Sebagian guru mengundurkan diri dari sertifikasi

KP Guru-guru yang mengundurkan diri dari sertifikasi sempat menghambat proses sertifikasi. Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal (Dikmen) Saebani menyebutkan terdapat 23 guru di lingkup Dikmen yang mengundurkan diri tahun 2009. Saebani menyebutkan alasan utama pengunduran diri diantaranya lampiran berupa ijazah maupun sertifikat yang hilang ketika terjadi gempa bumi 2006 dan umur yang sudah mendekati usia pensiun. Ke23 guru tersebut memilih supaya sertifikasi digunakan guru-guru lain. Saebani mengatakan saat ini Dikmen sudah mendapatkan penggantinya dan sertifikasi guru sedang berproses. Penggantinya adalah guru-guru yang berada pada urutan berikutnya berdasar ranking yang disusun pemerintah. Ranking tersebut didasarkan pada masa pengabdian guru selama 20 tahun dan usia guru diutamakan 50 tahun. Sedangkan untuk swasta minimal 4 tahun masa kerja. Tahun 2009 kuota guru se-Kabupaten Bantul yang mendapatkan sertifikasi sebanyak 2.060 orang. (lia)

Juni 26, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: