Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Pembuat gatot tiwul lomba mengemas makanan

26 Juni 2009

aneka olahan singkong dilombakan

aneka olahan singkong dilombakan

KP Sekitar 20 pengusaha makanan tradisional berbahan baku singkong yang tergabung dalam kelompok gatot tiwul usaha lestari di Dusun Wonolopo Canden Jetis mengikuti perlombaan pengemasan makanan tradisional kamis siang. Perlombaan diprakarsai oleh LSM Daya Anisa dan melibatkan juri dari Badan Pembangunan Daerah (Bapeda) Bantul serta Akademi Kesejahteraan Keluarga (AKK) Yogyakarta. Ketua Daya Anisa Wahyu Heniwati mengatakan perlombaan diselenggarakan untuk memperluas pasar dengan cara memperbaiki kemasan. Wahyu menjelaskan selama ini gatot maupun tiwul hanya dikemas menggunakan daun pisang dan dijual di pasar tradisional di Bantul, Sleman dan Yogyakarta. Dengan kemasan yang lebih inovatif, diharapkan para pengusaha makanan tradisional dapat memasarkan produknya ke supermarket dan gerai makanan. Untuk memasuki pasar swalayan kualitas produk dan pengemasan yang bagus merupakan modal utama. Wahyu mencontohkan tiwul sebagai makanan selingan dapat dikemas kecil-kecil dan memiliki hiasan. Wahyu menambahkan saat ini para pengusaha terkendala dalam pengadaan bahan baku singkong yang sulit diperoleh di Bantul.

Di bagian lain Sakinah salah satu pengusaha gatot tiwul di Dusun Wonolopo mengaku dalam sehari memproduksi lima macam makanan tradisional diantaranya gatot, tiwul, grontol, ketan hitam dan tempe. Tiap pagi Sakinah menjual makanan-makanan tersebut ke Pasar Kolombo Sleman. Sakinah mengaku tidak memperoleh keuntungan yang terlalu besar. Dia mencontohkan untuk membuat satu kilogram tiwul dibutuhkan singkong, kelapa dan gula jawa yang harganya mencapai 20.000 rupiah. Sedangkan harga jualnya hanya 25.000 rupiah per kilogram. Saat ini Sakinah kesulitan dalam memperoleh gaplek putih sebagai bahan baku tiwul. (lia)

KPU sosialisasi kepada pemilih pemula

KP KPU Bantul mengadakan sosialisasi kepada pemilih pemula di SMA 1 Bantul Kamis siang. Peserta sosialisasi mencapai 300 pelajar. Divisi Sosialisasi KPU Bantul Nurudin Latif mengatakan sosialisasi kepada pemilih pemula dilaksanakan di 10 sekolah, tiap dapil disosialisasikan ke dua sekolah. KPU menggandeng Putra Putri Bantul juga membagikan brosur pilpres kepada para pemilih pemula di 10 sekolah tersebut. Latif menambahkan jumlah pemilih pemula di Bantul mencapai 8% dari total jumlah pemilih. Namun penambahan pemilih pemula dari pileg ke pilpres hanya mencapai 1.000 orang atau hanya bertambah 2% saja. Latif optimis tingkat kesalahan memilih yang dilakukan pemilih pemula sangat kecil karena mereka sebagian besar berasal dari kalangan pelajar. Selain itu Latif juga optimis pemilih pemula akan menggunakan hak pilihnya karena merupakan pengalaman pertama mengikuti pemilu.

Ketua KPU Bantul Budi Wiryawan menambahkan KPU mentargetkan partisipasi pemilih dalam pilpres mencapai 90 %. Bila target tersebut tidak tercapai, Budi tetap optimis partisipasi memilih di Bantul lebih tinggi dari target Provinsi DIY sebanyak 75%. Budi menambahkan dalam pileg partisipasi pemilih di Bantul mencapai 74%, lebih kecil dari Gunungkidul yang mencapai 75%. Budi menjelaskan Gunungkidul diindikasikan terbaik di tingkat nasional sehingga dia menyimpulkan partisipasi memilih di Bantul cukup besar karena hanya terpaut 1 persen dari Gunungkidul. (lia)

Dukung capres lain, dikenai sanksi

Kp Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN) akan memberikan sangsi kepada kader dan pengurus yang terbukti memberikan dukungan secara kelembagaan kepada pasangan Capres-Cawapres selain SBY-Budiono. Pengurus DPP PAN Totok Daryanto mengatakan hasil musyawarah nasional PAN memutuskan hanya memberikan dukungan kepada SBY-Budiono. Sehingga dukungan secara kelembagaan kepada pasangan Capres-Cawapres lain merupakan bentuk pelanggaran terhadap keputusan partai. Totok mengatakan sangsi akan diberikan secara berjenjang mulai dari peringatan hingga pemberhentian dari kepengurusan dan pencopotan dari anggota DPR. Totok mengatakan DPP PAN akan memanggil 3 pengurus DPP PAN yang diindikasikan memberikan dukungan kepada pasangan Capres-Cawapres selain SBY-Budiono. DPP PAN akan meminta kejelasan dukungan yang mereka berikan secara pribadi atau lembaga. Totok menambahkan sangsi ini serupa juga akan diberikan kepada pengurus di tingkat DPW dan DPD. Pernyataan ini disampaikan dalam acara tasyakuran terpilihnya kembali Totok Daryanto sebagai anggota DPR RI kamis siang di Jogja Expo Centre. (tok)

SMK Nasional resmikan laboratorium pekerja sosial

Kp SMK Nasional Bantul membangun Laboraturium Pekerja Sosial untuk memberikan tambahan fasilitas belajar bagi peserta didiknya. Kepala SMK Nasional Bantul Car Haryanto menjelaskan pembanguan lab Pekerja Sosial selain sebagai tambahan fasilitas belajar juga bertujuan memberikan ruang yang representatif bagi warga masyarakat yang berkonsultasi di unit produksi SMK Nasional di Pasar Bantul. Car menjelaskan karena ruang konsultasinya kurang representatif tidak jarang warga masyarakat kurang nyaman dalam berkonsultasi. Car mengatakan pembanguna lab seluas 6×6 meter dengan biaya mencapai 23 juta rupiah ini juga untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah peserta didik yang mencapai 136 dari jumlah sebelumnya yang hanya mencapai 60 siswa. Car menilai meningkatnya jumlah peserta didik ini tidak lepas dari keberhasilan SMK Nasional mencapai angka kelulusan 100 persen. Peresmian laboraturium dilakukan ketua Yayasan veteran kamis siang sekaigus menandai pelepasan siswa kelas 12. (tok)

Pemberangkatan TKI ke Malaysia ditiadakan

KP Mulai tahun 2009 pemberangkatan tenaga kerja Indonesia (TKI) informal ke Malaysia ditiadakan. Berdasar data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul tahun 2009 TKI yang dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga hanya dikirim ke Hongkong, Singapura dan Taiwan. Kabid Informasi dan Penempatan Tenaker Nandini mengatakan sebagian besar TKI informal yaitu TKI yang dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga memilih tujuan di luar Malaysia. Sedangkan keberangkatan TKI formal yaitu TKI yang bekerja sebagai tenaga di pabrik di Malaysia jumlahnya juga menurun. Periode Juni 2008 TKI formal yang diberangkatkan ke Malaysia jumlahnya mencapai 140 orang, sedangkan periode Juni 2009 jumlahnya turun menjadi 95 orang atau mengalami penurunan 30 persen. Sedangkan jumlah TKI formal yang dipulangkan dari Malaysia tahun 2009 mencapai 44 orang. Nandini menjelaskan pihaknya tidak dapat menyimpulkan adanya pengaruh kekerasan terhadap TKI informal di Malaysia terhadap penurunan jumlah TKI ke Negara tersebut. Nandini menambahkan saat ini banyak terdapat pilihan lapangan kerja yang lebih menjanjikan di negara sendiri seperti lapangan kerja di kebun kelapa sawit. (lia)

Juni 26, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: