Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Penduduk Bantul capai 900.000 jiwa

29 Juni 2009

KP Peringatan Bhakti TNI KB Kesehatan Provinsi DIY diselenggarakan di Pendopo Parasamya Bantul Sabtu pagi. Dalam sambutannya Bupati Bantul Idham Samawi mengatakan jumlah penduduk di Bantul saat ini mencapai 900.000 jiwa. Dalam satu tahun jumlah pendatang selalu lebih besar dibandingkan jumlah penduduk yang pergi. Demikian juga kelahiran selalu lebih banyak dibandingkan kematian. Idham mengatakan hal ini merupakan tantangan program keluarga berencana (KB) supaya tahun-tahun mendatang tidak terjadi kepadatan penduduk yang berlebih.

Di bagian lain Gubernur Provinsi DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya mengatakan pada lima tahun terakhir perkembangan keluarga berencana (KB) di Provinsi DIY dinilai stagnan. Hal ini ditandai dengan angka FPR nasional yang tidak mengalami peningkatan. Dikhawatirkan pada tahun 2050 akan terjadi baby boom hingga 300 juta jiwa bila program KB tidak berkembang. Sultan menyebutkan beberapa hal yang menjadi kendala perkembangan KB diantaranya angka kematian ibu (AKI) yang tinggi, banyaknya keluarga yang masih tergolong prasejahtera dan rapuhnya ketahanan keluarga akibat tren sek bebas dan konsumsi narkoba. Sultan menambahkan dampak otonomi daerah menyebabkan jumlah petugas penyuluh KB berkurang. Untuk itu Sultan mengaku bangga dan memberikan apresiasi yang bagus terhadap bakti social TNI dalam mengembangkan program KB.

Ketua Badan Kesejahteraan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarif mengatakan secara nasional sudah terdapat 88% kabupaten dan kota yang memiliki kelembagaan pengelola KB. Namun petugas penyuluh KB masih kurang. Sugiri mentargetkan satu desa memiliki satu penyuluh lapangan keluarga berencana (PLKB). Sedangkan pada kenyataannya satu PLKB membawahi lima desa. Sugiri menjelaskan pengangkatan PNS tidak sebanyak yang diharapkan sehingga PLKB terbatas. Karena itu BKKBN mengangkat kader-kader kesehatan sebagai PLKB. Sugiri menambahkan DPR sudah mendukung adanya pengangkatan tenaga kontrak PLKB dari pusat. Sementara itu pencapaian peserta KB tahun 2008 sudah mencapai 6,8%, 1,5% diantaranya laki-laki. Sugiri mentargetkan peserta KB pria tahun 2009 mencapai 3,6%. (lia)

Kurangi angka kematian ibu

Pemkab anggarkan Rp600 juta untuk pengadaan tablet besi

KP Pemkab Bantul melalui APBD perubahan berencana menganggarkan dana senilai 600 juta rupiah untuk pengadaan tablet besi bagi ibu hamil. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Siti Noor Zaenab mengatakan pengadaan tablet besi tersebut sudah dimulai sejak tahun 2007. Namun tahun ini kualitasnya ditingkatkan dari tablet besi tidak bermerk menjadi tablet besi bermerk. Zaenab menjelaskan tablet besi tidak bermerk kadang memicu rasa mual pada ibu hamil. Zaenab juga menghimbau ibu hamil rutin memeriksakan diri ke dokter minimal tujuh kali selama kehamilan. Bila pada pemeriksaan diketahui darah rendah maka ibu hamil dihimbau untuk mengkonsumsi sayuran berwarna hijau, buah berwarna merah dan daging yang sudah dimasak karena merupakan sumber zat besi alami. Zaenab menegaskan pendarahan yang menjadi penyebab utama kematian ibu hamil menjadi alas an pembagian tablet besi. Hingga Bulan Mei 2009 terdapat 8 ibu hamil beresiko tinggi yang meninggal dunia 4 diantaranya meninggal akibat pendarahan, 2 diantaranya akibat eklamsi (penyakit paru2), 1 diantaranya akibat penyakit jantung dan 1 yang lain akibat infeksi kehamilan. Zaenab menegaskan pendarahan menjadi penyebab utama kematian ibu hamil, tidak hanya pada ibu hamil beresiko tinggi saja. Zaenab menjelaskan seorang ibu hamil yang tidak beresiko tinggi namun saat melahirkan mengalami pendarahan dapat berakibat pada kematian. Hal ini disebabkan karena ibu menderita animea atau darah rendah. (lia)

SD Muhammadiyah Jogodayoh Sumbermulyo Bambanglipuro

Peserta didik baru terus meningkat

Kp Ditengah gelombang regruping terhadap beberapa Sekolah Dasar yang memiliki jumlah peserta didik dibawah standar yang ditetapkan Dinas Pendidikan Dasar Bantul,jumlah peserta didik di SD Muhammadiyah Jogodayoh Sumbermulyo Bambanglipuro justru meningkat. Kepala SD Muh Jogodayoh Surajiman mengatakan pada tahun ajaran 2008/2009 terdapat 470 siswa yang terbagi dalam 19 kelas dengan 30 siswa di setiap kelas. Kondisi ini memaksa pihak sekolah mengubah beberapa ruangan seperti perpustakaan menjadi ruang kelas. Untuk menghindari kondisi serupa pada tahun ajaran 2009/2010 pihak sekolah sengaja membatasi jumlah peserta didik baru hanya 90 siswa atau 3 kelas. Surajiman mengaku jumlah ini sudah terpenuhi sebelum pendaftaran dibuka. Akibatnya sekolah terpaksa menolak beberapa pendaftar. Menyadari animo masyarakat di Bambanglipuro dan sekitarnya untuk mendaftarkan anaknya di SD Muh Jogodayoh merencanakan penambahan ruang kelas dan ruang pendukung kegiatan belajar belajar seperti laboraturium. Karena lahan yang tersedia sempit sekolah berencana merubah bangunan menjadi 2 lantai. Surajiman mengaku biaya pembangunan mulai dikumpulkan dari sumbangan wali murid dan alumni. Sebelumnya Surajiman sudah mengajukan bantuan dana block grant namun belum disetujui.

Dibagian lain Ketua Dewan Sekolah SD Muh Jogodayoh Mugiyanto mengatakan peningkatan jumlah murid mulai terjadi sekitar awal tahun 1990. Seiring diraihnya berbagai prestasi baik di tingkat kabupaten,propinsi maupun nasional oleh SD Muh Jogodayoh. Mugiyanto menilai perkembangan SD Muh Jogodayoh ditentukan oleh hubungan yang harmonis antara sekolah dengan dewan sekolah. Mugiyanto mengaku dewan sekolah selalu dilibatkan dalam berbagai program sekolah termasuk menandatangani kontrak prestasi. Mugiyanto mengatakan fasilitas dan berbagai kegiatan yang menunjang prestasi siswa mampu menarik pendaftar dari luar kecamatan Bambanglipuro seperti pundong dan Bantul. Terdapatnya lulusan SD Muh Jogodayoh yang setiap tahun diterima di SMP Favorit di Bantul menjadi salah satu daya tarik. Untuk mempertahankan prestasi ini secara rutin sekolah memberikan atau mendaftarkan guru-gurunya untuk mengikuti diklat pengembagan sumber daya manusia. (tok)

Juni 30, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: