Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Kuasa hukum Ibnu mengganti tergugat

1 Juli 2009

KP Sidang gugatan Bupati Sleman Ibnu Subiyanto terhadap hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi DIY di PN Bantul kembali ditunda. Kuasa Hukum Ibnu Subiyanto mencabut gugatan yang pertama dan memasukkan gugatan baru sehingga mediasi harus dimulai lagi dari nol. Majelis Hakim Purwono menjelaskan pencabutan gugatan terhadap salah satu tergugat dan menggantinya dengan tergugat baru menyebabkan semua data harus diganti termasuk proses mediasi yang telah berlangsung juga harus dimulai dari nol. Untuk itu Purwono segera menutup persidangan dan melanjutkannya Selasa depan. Padahal rencananya dalam persidangan perdana tersebut akan dibacakan gugatan terhadap enam tergugat. Salah satu Kuasa Hukum penggugat Sudi Subakah mengatakan pihaknya memutuskan untuk mengganti tergugat Kepala BPK Pusat yang berkantor di Jakarta Timur dengan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi DIY yang berkantor di Bantul karena menilai lebih sesuai dengan persoalan yang dimaksud. Sudi mengatakan pihak yang mengaudit laporan penggunaan buku di Sleman adalah BPKP Provinsi DIY bukan BPK Pusat. Meski demikian kelima tergugat yang lain tidak diganti.

Di bagian lain Kuasa Hukum Tergugat Ramli Achfa mengatakan pada prinsipnya pihaknya tidak keberatan tergugat diganti. Namun semua pihak harus siap menerima konsekuensi yang terjadi karena proses pra persidangan harus dimulai lagi dari awal mulai pendaftaran perkara, mediasi dan persidangan. (lia)

Jelang penerimaan peserta didik baru

Gadai meningkat hingga 10%

KP Menjelang tahun ajaran baru penerimaan gadai di Pegadaian Bantul mulai meningkat. Kepala Pegadaian Bantul Sukirno mengatakan peningkatan sudah mencapai 10% dan diperkirakan bertambah hingga puncak penggadaian barang menjelang daftar ulang siswa baru. Sukirno menjelaskan sekitar Bulan Juni-Juli nasabah mulai menggadaikan barang. Setelah memasuki akhir Juli hingga awal Agustus jumlahnya akan memuncak hingga penambahan 20% dari jumlah gadai rata-rata. Sukirno menjelaskan saat ini jumlah gadai dan tebus cenderung seimbang, namun setelah memasuki puncak penerimaan siswa baru, jumlah gadai akan lebih banyak dibandingkan tebus. Untuk itu Pegadaian Bantul sudah mempersiapkan modal dan menghubungi Kantor Wilayah DIY-Jateng di Semarang sebagai antisipasi. Sukirno menjelaskan Kantor Wilayah Semarang sanggup memberikan modal dalam jumlah yang ditentukan Pegadaian Bantul. Sukirno menambahkan nasabah sebagian besar menggadaikan emas perhiasan. Sisanya menggadaikan sepeda motor, sepeda gunung dan sepeda onthel. (lia)

Lagi, cagar budaya butuh perbaikan

Kp Joglo Darmorejan di dusun Daleman Gilangharjo Pandak sebagai salah satu benda cagar budaya membutuhkan bantuan biaya untuk perbaikan. Pasca gempa pendopo depan dan belakang mengalami kerusakan. Dengan bantuan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata propinsi DIY senilai 100 juta rupiah pendopo depan sudah dapat diperbaiki. sedangkan perbaikan pendopo belakang yang diperkirakan menelan biaya 300 juta rupiah masih menunggu persetujuan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata propinsi DIY. Purwanto sebagai pewaris kelima Joglo Darmorejan mengatakan renovasi diusahakan tidak merubah bentuk aslinya. Sebab kedepan Joglo yang dibangun pada tahun 1826 ini akan menjadi tempat penyimpanan benda-benda cagar budaya di wilayah pembantu bupati (Tuti) Barat. Purwanto menilai langkah ini sudah sejalan dengan program pemerintah desa Gilangharjo Pandak yang akan mewujudkan Gilangharjo sebagai desa wisata berbasis seni dan budaya. Purwanto mengaku tanpa bantuan pemerintah akan sangat sulit merawat bangunan kuno di tanah seluas 4.000 meter persegi ini. Purwanto menambahkan joglo Darmorejan secara rutin dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan seni dan budaya.

Sementara itu berdasarkan data bidang budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul terdapat sekitar 200 benda cagar budaya berupa rumah tradisional yang tersebar di 14 kecamatan. Staf Bidang budaya Slamet mengaku membutuhkan dana yang sangat besar untuk merawatnya. Sebab selain rumah tradisional terdapat benda cagar budaya lainnya seperti situs yang berjumlah 23,monumen yang berjumlah 9 dan 23 jenis benda cagar budaya bergerak yang jumlahnya mencapai 247. Sebagai bentuk pengawasan paling sederhana Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul hanya dapat melakukan pendataan setiap 3 tahun sekali. Pendataan terakhir dilakukan pada tahun 2007. (tok)

Perajin bambu kesulitan modal

Kp Paguyuban pengrajin Bambu Prigaji di dusun Daleman gilangharjo Pandak menghadapi kesulitan modal untuk berkembang. Ketua kelompok pringaji satiyo mengatakan selama ini kelompoknya baru menerima dana stimulant dari pemerintah desa Gilangharjo untuk pengembangan disain dan ketrampilan pengrajin. Padahal untuk produk kandang yang sudah dirintis sejak puluhan tahun sudah memiliki pasar di Jogja,Klaten dan Solo. Dari segi inovasi kelompok pringaji juga sudah memproduksi kerajinan anyaman bamboo dari sisa pembuatan kandang. Beberapa swalayan di kota Jogja juga sudah tertarik untuk memajang kerajinan anyaman bamboo produksi kelompok pringaji. Satiyo mengaku saat ini sekitar 90 persen warga dusun daleman menggantungkan hidupnya dari membuat kandang. Setiap kepala keluarga rata-rata mempu memproduksi dan menjual 5 kandang setiap hari. Dengan harga satuan 40 hingga 60 ribu rupiah. Satiyo menambahkan bahan baku bamboo didatangkan dari purworejo.

Sementara itu Kepala Dusun Daleman rusdiyo mengatakan rusaknya jalan menuju lokasi menjadi kendala lain bagi kelompok pringaji dalam memasarkan produknys. Rusdiyo berharap jalan menuju lokasi dapat diaspal sehingga dapat dilalui kendaraan besar. Selain dapat mendukung kemajuan kelompok pengrajin bamboo pringaji pengaspalan jalan sekaligus mendukung terwujudnya gilangharjo sebagai desa wisata berbasis seni dan budaya. (tok)

PSK divonis Rp500.000

KP Tujuh orang pekerja sek komersial (PSK) divonis denda 500 ribu rupiah subsider tujuh hari kurungan dalam persidangan di PN Bantul Selasa siang yang dipimpin oleh Majelis Hakim Suprapti. Pengadilan juga memutuskan vonis denda yang sama kepada tiga pria hidung belang dan vonis denda 1 juta rupiah subsider tujuh hari kurungan kepada tiga pemilik rumah bordil. Dalam persidangan juga terungkap salah satu terdakwa yang tidak terbukti melakukan tindak pelacuran divonis bebas. Dalam persidangan MH Suprapti menjelaskan para terdakwa terbukti melanggar perda nomor 5 tahun 2007 tentang tindak pelacuran. Dari keterangan terdakwa sebagian besar mengakui tindak pelacuran yang dilakukan. Para PSK berusia 19 hingga 50 tahun dengan tarif pekerjaan rata-rata 40.000 rupiah. Mereka berhasil ditangkap oleh 30 petugas kepolisian Polres Bantul dalam penggerebekan PSK Senin sekitar pukul 8 hingga pukul 11 malam di Pantai Mancingan dan Parangkusumo Bantul. (lia)

Juli 2, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: