Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Timses JK-Win siapkan 2135 saksi

3 Juli 2009

Kp Tim Sukses Pasangan JK-Wiranto Bantul menyiapkan 2135 Saksi untuk mengamankan suara pasangan JK-Wiranto di setiap Tempat pemungutan Suara (TPS). Ketua Tim Sukses JK-Wiranto Bantul Agus Subagyo mengatakan saksi berasal dari seluruh Partai Politik pendukung pasangan JK-Wiranto diantaranya Golkar,Hanura,PDK dan PKNU serta tokoh organisasi massa dan kepemudaan secara perorangan. Karena hampir seluruh saksi sudah memiliki pengalaman dalam pelaksanaan pemilu legislatif maka hanya akan diberi pembekalan secara tertulis. Agus menjelaskan sejak launching pasangan JK-Wiranto seluruh saksi sudah mulai melakukan pengawasan diantaranya terhadap proses pendataan calon pemilih. Berkaitan dengan keputusan KPU pusat untuk menarik bahan sosialisasi yang dinilai menguntungkan salah satu pasangan Capres-Cawapres Agus juga meminta seluruh saksi untuk melakukan pengawasan di wilayahnya masing-masing. Sebab berdasarkan informasi bahan sosialisasi yang dilarang KPU ini terpasang di wilayah piyungan. Pernyataan ini disampaikan seusai pengukuhan Tim Sukses pasangan JK-Wiranto tingkat Kabupaten hingga Desa sekabupaten Bantul kamis sore di gedung Gapensi. (tok)

Pembahasan final nota KUA

Sempat terjadi pergeseran anggaran

Kp Pembahasan Nota Pengantar Ketentuan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Perubahan 2009 antara DPRD Bantul dengan Eksekutif sudah memasuki tahap final. Ditemui seusai memimpin rapat panitia anggaran DPRD Bantul dan eksekutif kamis siang di ruang Komisi A DPRD Bantul,Ketua DPRD Bantul Joko Purnomo mengatakan sudah tidak terdapat permasalahan dalam pembahasan KUA dan PPAS antara DPRD Bantul dan Eksekutif. Joko mengaku sempat terjadi pergesaran anggaran. Seperti terdapatnya dana pendamping renovasi pasar pijenan sebesar 600 juta rupiah yang sebelumnya akan diambilkan dari Dana Alokasi Khusus sebesar 5 milyar rupiah untuk renovasi pasar pijenan. Dengan sudah terdapatnya kesepahaman antara DPRD dan Eksekutif Joko optimis DPRD Bantul dapat menyampaikan laporan pada rapat paripurna yang menurut rencana akan digelar Jum’at pagi.

Dibagian lain Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bantul Abudzarin Noorhadi mewakili eksekutif mengatakan dalam rapat terdapat beberapa masukan dari anggota DPRD Bantul. Seperti kecilnya pendapatan akibat belum optimalnya pengelolaan beberapa potensi daerah. Abu mencontohkan untuk pengelolaan retribusi parkir yang belum terdapat laporannya. Selain itu terdapat beberapa pos yang sudah terdapat laporannya namun belum terdapat nilai potensinya. Abu mengaku cukup sulit menentukan potensi di  beberapa pos seperti rumah sakit daerah  Menanggapi masukan ini abu mengaku akan menjadikan catatan dalam penyusunan laporan. (tok)

Belasan entok mati mendadak di Sanden

Flu burung meningkat

KP Kasus flu burung (avian influenza) di Bantul cenderung meningkat dibandingkan tahun 2008. Kabid Kesehatan Hewan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (KPP) Bantul Sri Budoyo menyebutkan total kasus selama tahun 2008 terjadi 32 kasus dengan total kematian unggas sebanyak 880 ekor. Sedangkan tahun ini hingga periode Juni 2009 sudah terdapat 49 kasus dengan total kematian mencapai 723 ekor. Sri Budoyo tidak dapat memastikan adanya kaitan penghentian pemberian vaksin flu burung dengan peningkatan kasus. Sri Budoyo menjelaskan mulai tahun 2009 jatah vaksin dari pusat dihentikan karena pusat sedang mengkaji vaksin yang lebih tepat. Padahal pada tahun 2008 Bantul memperoleh 350.000 dosis vaksin flu burung. Uji vaksin yang dilakukan Departemen juga diterapkan di Bantul tepatnya di enam kecamatan yang populasi unggasnya besar, diantaranya kecamatan Dlingo, Pleret, Piyungan, Banguntapan, Sewon dan Kasihan. Namun tahun 2009 Pemerintah Kabupaten Bantul tetap menganggarkan pengadaan disinfektan atau penyemprot kandang unggas senilai 4 juta rupiah. Bantul juga masih memperoleh suplai disinfektan dari APBD 1 dan APBN berupa barang.

Sri Budoyo mencontohkan salah satu kasus kematian unggas yang diduga disebabkan flu burung adalah kematian belasan ekor entok di Dusun Nampan Gadingsari Sanden. Berdasarkan laporan warga ke Dinas KPP selama sepuluh hari terakhir terjadi kematian entok mendadak diantaranya 4 ekor entok milik Rabun, 8 ekor milik Maryati dan 5 ekor milik Hadi Susanto. Rabu sore petugas Dinas KPP segera mendatangi lokasi untuk memastikan penyebab kematian entok. Sri Budoyo mengatakan ketika petugas sampai di lokasi entok yang mati sudah dikubur oleh warga. Namun terdapat seekor entok yang terlihat sakit sehingga dibawa petugas untuk diperiksa di Balai Besar Veteriner Kulon Progo. Sri Budoyo menjelaskan sampel tersebut tidak mengalami gejala flu, hanya terlihat lesu saja. Sri Budoyo menambahkan entok cenderung tahan terhadap flu burung namun mampu menjadi pembawa virus tersebut sehingga menulari unggas yang lain. Sehingga Sri Budoyo menyimpulkan kematian entok tersebut belum tentu disebabkan karena flu burung karena dapat juga disebabkan karena keracunan makanan.

(lia)

Panitia Bantul Ekspo masih butuh sponsor

Kp Panitia Bantul Expo 2009 masih membutuhkan sponsor untuk menggelar kegiatan festifal kuliner selama pelaksanaan Bantul Expo 2009. Kepala Kantor Humas dan Informasi Bantul Bambang Legowo menjelaskan pelaksanaan festifal kuliner bertujuan memberikan warna yang berbeda dengan pelaksanaan Bantul Expo sebelumnya. Namun anggaran untuk pelaksanaan festifal kuliner belum masuk dalam APBD sebesar 349.800 ribu rupiah. Padahal Bambang optimis terdapatnya festifal kuliner akan mampu menarik minat warga untuk mengunjungi Bantul Expo 2009 di komplek Pasar Seni Gabusan. Sehingga Bambang sangat berharap terdapat sponsor yang bersedia membiayai pelaksanaan festifal kuliner. Bambang memperkirakan untuk sekali pelaksanaan festifal kuliner hanya membutuhkan biaya sekitar 4 juta rupiah. Biaya ini sudah termasuk untuk pembelian hadiah bagi juara.

Sementara itu berdasarkan data hingga 1 juli 2009 panitia Bantul expo sudah berhasil menjual seluruh kapling nontenda. Sementara untuk kapling tenda sudah terjual 211 unit. Sehingga tinggal tersisa 24 kapling tenda.

Dibagian lain persiapan pembuatan peyek tumpuk raksasa sebagai maskot Bantul Expo 2009 memasuki tahap latihan. Arif Diharto selaku koordinator pembuatan peyek tumpuk raksasa mengaku terus melakukan percobaan untuk memperoleh bentuk peyek yang bagus. Untuk percobaan ini arif terpaksa memesan wajan khusus dengan diameter mencapai 100 centimeter. Agar dapat memecahkan rekor muri rencananya akan dibuat peyek tumpuk dengan diameter 100 centimeter dan ketebalan 10 centimeter. Arif mengaku dengan kemasan yang rapat peyek mampu bertahan selama 15 hari. (tok)

Tiga orang tenggelam di Sungai Oyo

KP Tiga orang warga Dusun Tamban RT 3 Palbapang Bantul tewas tenggelam di Sungai Oyo Rabu sore. Menurut keterangan temannya, ketiga korban datang ke daerah gedung jati untuk berekreasi. Beberapa orang tertarik untuk berenang di Sungai Oyo. Namun karena arusnya cukup deras, hanya ketiga korban yang berani berenang di sungai. Tiba-tiba salah satu korban berteriak minta tolong karena terbawa arus sungai. Karena teman yang lain tidak dapat berenang, mereka meminta bantuan warga. Ketiganya berhasil dievakuasi namun sudah meninggal dunia. Ambulan yang datang untuk menjemput jenazah juga terlambat. Dokter Puskesmas yang datang bersama ambulan menegaskan ketiga jeazah tidak dibawa untuk diotopsi karena penyebab kematian sudah dipastikan yaitu kecelakaan. (lia)

Mengutil pakaian, divonis satu bulan

KP Akibat mengutil pakaian anak-anak di swalayan, Sri Wahyuningsih dijatuhi hukuman penjara satu bulan 20 hari oleh MH Suprapti dalam persidangan yang digelar PN Bantul Kamis siang. MH Suprapti menyebutkan hal-hal yang meringankan hukuman diantaranya terdakwa memiliki anak yang masih balita dan mengaku menyesal atas perbuatannya. Di persidangan terdakwa sempat menangis menyesali perbuatannya. Lebih lanjut disebutkan kejadian terjadi sekitar Desember 2008 di swalayan WS Bantul. Saat itu seorang pegawai mencurigai terdakwa yang sebelumnya terlihat mengambil barang namun tidak membayarnya di kasir. Petugas kemudian meminta bantuan satpam untuk menggeledahnya. Satpam mendapati terdakwa membawa pakaian anak milik swalayan WS. Terdakwa kemudian dilaporkan ke Polsek Bantul. (lia)

Juli 6, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: