Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

SMA N Dlingo dan Piyungan kurang kuota

6 Juli 2009

Kp Penyebaran pendaftar pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA di kabupaten Bantul relatif merata. Berdasarkan data Bidang Pendidikan Menengah Atas (Dikmentas) Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal Bantul hingga hari terakhir pendaftaran sabtu 4 Juli 2009 pukul 1 siang hanya SMA Negeri Dlingo dan Piyungan yang jumlah pendaftarnya belum memenuhi kuota. Sedangkan beberapa SMA di pinggiran lainnya seperti SMA Negeri Kretek akhirnya mampu memenuhi kuota meski sempat mengalami kesulitan pada awal PPDB. Kepala Bidang Dikmentas Totok Sudarto mengatakan karena SMA Negeri Piyungan dan Dlingo merupakan satu-satunya SMA di kecamatan masing-masing maka diperbolehkan membuka pendaftaran hingg terpenuhi kuotanya. Sedangkan pendafataran di SMA Negeri lainnya sudah ditutup untuk memberikan kesempatan bagi sekolah swasta untuk menjaring peserta didik baru.

Sementara itu dua staf guru SMA 1 Kretek Ratman dan Joko membantu sekolah untuk memenuhi kuota penerimaan peserta didik baru dengan membuka stan pendaftaran di SMA 3 Bantul. Stan pendaftaran hanya dibuka pada hari terakhir pendaftaran yaitu Sabtu 4 Juli hingga pukul 1 siang. Joko menjelaskan pembukaan stan selain untuk membantu sekolah memenuhi kuota siswa, juga mempermudah calon siswa untuk mencapai pendaftaran lebih cepat karena SMA 1 Kretek letaknya cukup jauh dari Kota Bantul. Pembukaan stan pendaftaran tersebut hanya dilakukan di SMA 3 Bantul dan dinilai cukup efektif karena terdapat dua pendaftar yang mendaftar melalui stan ini. SMA 1 Pajangan juga melakukan upaya jemput bola penerimaan peserta didik baru dengan membagikan brosur sekolah di SMA 3 Bantul. Brosur cukup lengkap dengan informasi jumlah siswa yang sudah mendaftar, NEM tertinggi dan NEM terendah hingga Sabtu pagi.

Di bagian lain Kepala Sekolah SMK 2 Sewon mengatakan nilai ebtanas murni (NEM) bukan patokan mutlak untuk penerimaan peserta didik baru di SMK. Melainkan rata-rata NEM dengan hasil ujian tertulis dan tes kompetensi yang diselenggarakan pada Senin 6 Juli. Penyelenggaraan uji kompetensi disesuaikan dengan jadwal yang ditentukan Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal Kabupaten Bantul. (lia)

Bantul masih peroleh pasokan minah dari luar daerah

Kp Meski distribusi minyak tanah ke Bantul secara resmi sudah dihentikan menyusul selesainya penyerahan bantuan kompor gas. Namun sebagian masyarakat masih dapat memperoleh minyak tanah dengan harga sekitar 5.000 rupiah perliter. Jauh dibawah harga minyak tanah nonsubsidi sekitar 8 ribu rupiah perliter. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul yahya memperkirakan pasokan minyak tanah berasal dari daerah yang program konversinya masih berlangsung sehingga masih mendapat pasokan minyak tanah bersubsidi dengan harga 3 ribu rupiah perliter. Dengan naluri bisnis pedagang di daerah tersebut memilih menjual keluar daerah dengan harga yang lebih tinggi. Meski di daerah asalnya bisa dikategorikan sebagai praktek ilegal namun di kabupaten Bantul sendiri praktek ini tidak merugikan. Yahya menilai praktek ini justru menguntungkan terutama bagi pengrajin yang bisa memperoleh minyak tanah dengan harga murah.

Di bagian lain Musidah, karyawan sanggar kerajinan batik kayu Krebet Guwosari Pajangan mengaku memperoleh minyak tanah dengan harga 5.000 rupiah per liter di Koperasi Sido Katon yang menaungi perajin krebet. Harga tersebut sudah mengalami kenaikan dari sebelumnya senilai 3.600 per liter. Musidah tidak mengetahui lebih lanjut pembelian minyak tanah oleh Koperasi Sido Katon. Namun dengan keberadaan koperasi, perajin menjadi lebih mudah memperoleh minyak tanah untuk mendukung pekerjaannya. Selain minyak tanah, koperasi juga menjadi andalan para perajin memperoleh bahan-bahan lain seperti pewarna batik dan alat-alat pewarnaan. (tok)

17 Posdaya dievaluasi

Kp 17 Posdaya mengikuti evaluasi tingkat kabupaten 30 Juni hingga 15 Juli 2009. Koordinator posdaya Bantul lukas sumasana mengatakan bidang yang akan dinilai meliputi pendidikan,ekonomi dan koperasi serta kesehatan dan pemanfaatan lingkungan. Dengan tim yuri perwakilan dinas dan instansi terkait. Lukas mengatakan evalusi bukan hanya bertujuan mencari juara. Namun lebih kepada upaya mengoptimalkan peran posdaya. Sebelumnya telah digelar evaluasi posdaya mulai tingkat desa dan kecamatan untuk memilih posdaya yang berhak mewakili setiap kecamatan pada evaluasi tingkat kabupaten. Lomba ini baru pertamakali digelar di tingkat nasional karena Bantul sejak tahun 2008 menjadi percontohan program yang dibiayai Yayasan Damandiri ini.

Sementara itu dalam sambutan saat membukan evaluasi posdaya di Balai desa Karasan Palbapang kamis siang Wakil Bupati Bantul Sumarno berharap Posdaya mampu menjadi sarana pemacu untuk meningkatkan kegiatan warga masyarakat. (tok)

Pemberangkatan TKI ke Batam terhambat

KP Beberapa calon tenaga kerja Indonesia (TKI) yang lolos seleksi untuk bekerja di Batam terancam gagal karena belum menerima ijazah kelulusan dari sekolahnya. Kabid penempatan tenaker Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul Bambang Sugiarto mengaku menerima keluhan tersebut dari beberapa calon TKI. Hingga Sabtu 4 Juli mereka belum memperoleh ijazah kelulusan dari sekolah. Padahal Selasa 7 Juli mereka diharuskan melampirkan ijazah dalam berkas persyaratan penandatanganan kontrak kerja dengan perusahaan di Batam. Para calon TKI tersebut merupakan lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK). Bambang menjelaskan seleksi penerimaan tenaker hingga pemberangkatan ke Batam dibiayai oleh perusahaan sehingga perusahaan memerlukan jaminan foto kopi ijazah. Setelah penandatanganan kontrak selesai, 56 calon TKI akan diberangkatkan ke Batam pada Kamis 9 Juli.

Menanggapi pernyataan ini Kepala Bidang Dikmentas Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal Bantul Totok Sudarto mengatakan ijazah seharusnya sudah dibagikan kepada siswa seusai pengumuman kelulusan. Namun bila terdapat siswa yang belum menerima ijazah kemungkinan masih memiliki tunggakan administrasi di sekolah. Totok mengatakan berdasarkan peraturan pihak sekolah memang tidak dibenarkan menahan ijazah. Namun pihak sekolah juga tidak dapat memberikan begitu saja tanpa terdapatnya kespakatan dengan wali murid untuk melunasi tunggakan. Sehingga totok berharap wali murid yang masih memiliki tunggakan sehingga ijazahnya anaknya belum diserahkan dapat menemui pihak sekolah. Bila memang tidak memiliki biaya pihak sekolah bersedia mencarikan bantuan.

Di bagian lain Kepala SMK 2 Sewon sekaligus Ketua MKKS SMK Dwi Suranto ketika dihubungi menjelaskan pihaknya belum dapat memberikan ijazah kelulusan minggu ini. Namun Dwi menjamin semua siswa yang baru saja lulus sudah memperoleh ijazah pada hari Senin 6 Juli. Dwi menjelaskan pihaknya sudah memperbanyak ijazah pada Jumat malam dan menyelesaikan legalisirnya sehingga Senin pagi kemungkinan besar ijazah beserta fotokopinya sudah diperoleh siswa. Dwi menambahkan untuk surat keterangan hasil ujian nasional (SK HUN) yang mencantumkan nilai ujian, belum dapat diperoleh siswa karena sekolah belum menerima surat keterangan dari Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal. (lia)

Juli 7, 2009 - Posted by | Info Harian |

1 Komentar »

  1. Info yang sangat menarik, trim’s

    Komentar oleh sistem informasi sekolah terpadu | Juli 8, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: