Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Ratusan atribut pilpres ditertibkan

8 Juli 2009

KP Selasa pagi KPU Bantul menertibkan atribut pilpres di 23 titik yang dibagi dalam dua zona yaitu 13 titik di zona barat dan 10 titik di zona timur. Anggota KPU Bantul Nurudin Latif mengatakan atribut yang berhasil ditertibkan diantaranya 18 spanduk, 22 bendera, 70 rontek dan 23 poster. Latif menjelaskan atribut yang ditertibkan meliputi atribut tiga pasangan capres-cawapres, tidak ada satu pasangan yang menonjol dalam jumlah pelanggaran atribut. Hal ini sesuai dengan rekomendasi Panwaslu yang sudah disampaikan ke KPU. Latif menambahkan jumlah atribut yang ditertibkan cenderung lebih sedikit dibandingkan atribut pileg. Atribut tersebut untuk dalam kurun waktu satu minggu ke depan disimpan di kantor KPU Bantul dan dapat diambil oleh tim sukses pasangan capres-cawapres sebelum dimusnahkan. Penertiban melibatkan 40 personil KPU, Panwaslu, Satpol PP, Polres Bantul dan Dinas Pekerjaan Umum. (lia)

TPS baru terima logistic Selasa sore

Petugas KPPS Dusun Karangmojo Trirenggo Bantul memasang poster capres-cawapres sehari menjelang pilpres

Petugas KPPS Dusun Karangmojo Trirenggo Bantul memasang poster capres-cawapres sehari menjelang pilpres

KP KPU Bantul memastikan logistic pemilu sudah sampai ke kantor kelurahan sejak Minggu 5 Juli. Sehingga PPS dapat segera mendistribusikannya ke tingkat TPS. Sedangkan logistic di tingkat kecamatan ditargetkan terpenuhi Senin 6 Juli. Anggota KPU Bantul Nurudin Latif mengatakan sebelumnya logistic keperluan TPS ditargetkan selsesai distribusi dalam waktu 3 hari, namun ternyata dapat diselesaikan selama dua hari saja.

Di bagian lain Ketua KPPS TPS 5 RT 1 Dusun Karangmojo Trirenggo Bantul Suharto mengaku belum menerima logistik pemilu hingga Selasa siang. Suharto menjelaskan pada pemilu sebelumnya logistik baru diterima sore hari menjelang pelaksanaan pemilu atau untuk pemilu kali ini diperkirakan baru diterima Selasa malam. Meski logistik belum diterima, warga RT 1 Karangmojo sudah mulai gotong royong mebangun TPS diantaranya pembuatan atap dari seng, pemasangan papan pengumuman dan penataan kursi. Semua bahan diperoleh dari swadaya warga, demikian juga konsumsi gotong royong karena anggaran untuk TPS belum diperoleh. Suharto menambahkan pihaknya tidak terlalu khawatir terhadap kekurangan logistic meskipun nantinya pemilih dadakan yang menggunakan hak pilih dengan kartu tanda penduduk diperbolehkan. Suharto menjelaskan di RT 1 terdapat seorang warga yang tinggal di Kulon Progo namun ber-KTP Karangmojo. Bila pada hari H warga bersangkutan mendaftar untuk memilih di Karangmojo maka pihaknya akan melayaninya. Namun bila tidak, pihaknya juga tidak akan mempermasalahkannya. (lia)

Fraksi PKS usul Perda biaya pendidikan

Kp Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Bantul mengusulkan dibuatnya peraturan daerah tentang biaya pendidikan. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat paripurna DPRD dengan agenda pemandangan umum fraksi. Melalui jurubicaranya Agus Sumartono fraksi PKS berharap dengan terdapatnya perda tentang biaya pendidikan akan memberikan payung hukum bagi seluruh warga kabupaten Bantul untuk mengenyam pendidikan. Sebab berdasarkan pengamatan meski dana pendidikan dari pemerintah sudah dikucurkan namun masih terdapat pungutan sekunder seperti seragam yang masih memberatkan wali murid. (tok)

Seluruh kapling Bantul Ekspo terjual

Kp Panitia Bantul Expo 2009 selasa 7 Juni 2009 menutup pendaftaran peserta setelah seluruh stand terjual. Ketua Panitia Bantul Expo 2009 Bambang Legowo mengatakan dari 246 kapling yang tersedia hingga selasa siang sudah terjual 240 kapling sedangkan sisanya 6 kapling sudah dipesan. Bambang mengaku lega karena seluruh kapling sudah terjual sebelum 25 Juli 2009 sebagaiman dijadwalkan. Namun di sisi lain Bambang memohon kepada pihak yang belum kebagian kapling untuk dapat memakluminya. Bambang mengakui alokasi kapling pada pelaksanaan Bantul Expo 2009 lebih sedikit dibanding sebelumnya. Kondisi ini tidak terlepas dari pembangunan beberapa fasilitas di komplek Pasar Seni Gabusan yang menyebabkan berkurangnya luas ruang terbuka. Namun Bambang menjamin kondisi ini tidak akan mengurangi kemeriahan Bantul Expo 2009. Sebab Panitia sudah menyiapkan berbagai agenda kegiatan untuk memeriahkan Bantul Expo 2009. Mulai dari penampilan peyek tumpuk raksasa sebagai maskot Bantul Expo 2009, sesuai dengan tema wisata kuliner panitia juga akan menggelar lomba memasak ikan laut dan tawar,sedangkan untuk hiburan akan ditampilkan lomba Band se-DIY,pentas kesenian tradisional dari 17 kecamatan dan penampilan artis nasional. (tok)

Pembangunan BKM sudah melalui studi kelayakan

Kp Sekertaris daerah Gendut Sudarto memastikan pembangunan kawasan Bantul Kota Mandiri (BKM) sudah melalui studi kelayakan yang baik. Gendut menjelaskan gagasan awal membangun kawasan BKM untuk menghindari kepadatan penduduk di perkotaan. Dipilihnya wilayah kecamatan Pajangan menunjukan terdapatnya studi kalayakan yang baik. Sebab lahan di wilayah kecamatan Pajangan sudah tidak dapat digunakan untuk kegiatan pertanian. Bila pemerintah kabupaten Bantul memilih wilayah kecamatan Sewon justru menunjukan tidak baiknya studi kelayakan karena lahannya masih produktif. Gendut menjelaskan pembangunan kawasan BKM juga disertai Master Plan. Bila dikemudian hari kawasan BKM terbengkalai lebih disebabkan tidak terdapatnya investor yang tertarik. Sebab menurut Gendut untuk membangun kawasan BKM dibutuhkan dana sekitar 15 Trilyun rupiah. Gendut menambahkan pemerintah kabupaten Bantul tidak dapat membangun pusat perkantoran di kawasan BKM karena tanah seluas 32 hektar ini tidak terletak pada satu bidang. (tok)

KUPK beredar di masyarakat mencapai 2 miliar rupiah

KP Uang beredar yang dipinjamkan Pemda melalui kelompok usaha peningkatan kesejahteraan (KUPK) hampir mencapai 2 miliar rupiah. Padahal anggaran yang turun dari Pemda baru mencapai 296 juta rupiah. Bendahara KUPK Indah I Winarni mengatakan perguliran KUPK sudah dimulai sejak tahun 2003 dengan total anggota yang menerimanya mencapai 1.937 orang, terbagi dalam 179 kelompok. Indah menjelaskan animo kelompok untuk mendapatkan pinjaman cukup besar dan diimbangi dengan tertibnya angsuran. Angsuran yang dikembalikan kembali digulirkan pemerintah kepada kelompok lain sehingga jumlah uang beredar hampir mencapai 2 miliar rupiah. Hal ini juga menyebabkan jumlah anggota terus bertambah. Saat ini sudah terdapat 160 proposal kelompok yang mengajukan KUPK. Indah mentargetkan tahun 2009 jumlah anggota KUPK mencapai 2.000 orang. Dalam pencairan KUPK di Bank Bantul Selasa pagi, Pemda mencairkan pinjaman senilai 103 juta rupiah kepada 103 orang pengusaha mikro. Mereka berasal dari kecamatan Imogiri, Jetis, Piyungan, Sewon dan Kasihan. Usaha mikro yang dijalankan bervariasi diantaranya sayur keliling, kelontong, pembuatan temped an emping melinjo.

Di bagian lain Puji Lestari warga Banyakan Sitimulyo Piyungan yang menerima KUPK mengaku akan menggunakannya untuk membuat rumah batu bata yang baru. Selama dua bulan terakhir Puji memulai usaha pembuatan batu bata di rumahnya. Bahkan dia berhasil merekrut dua orang pekerja untuk memproduksi batu bata. Sebelumnya Puji hanya menjadi pengepul batu bata saja. Usaha tersebut juga dia peroleh dari pinjaman KUPK yang pertama kali diperoleh. Puji tergabung dalam kelompok KUPK yang beranggotakan 10 orang. Mereka memanfaatkan pinjaman KUPK untuk membangun usaha ternak entok, kambing, itik dan pembuatan batu bata. (lia)

Gelapkan motor, janda divonis delapan tahun

KP Seorang janda beranak dua divonis penjara selama satu tahun delapan bulan oleh Majelis Hakim Agus Tumekso akibat menggelapkan tiga buah motor. Vonis tersebut lebih berat dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum Rini Tyas Utami selama satu tahun enam bulan. Dalam persidangan terdakwa Tri Asih terbukti melakukan penipuan dan penggelapan tiga buah motor milik temannya dalam kurun waktu 23 Januari hingga 2 Maret 2009. Terdakwa mengaku meminjam motor dari temannya, namun kemudian dijual tanpa sepengetahuan pemiliknya. Terdakwa juga mengaku sudah sempat menikmati hasil penjualan ketiga motor tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal tersebut menjadi pemberat vonis yang dijatuhkan majelis hakim dalam persidangan yang digelar di PN Bantul Selasa siang. (lia)

Sehari, dua kasus pencurian

Kp Dua kasus pencurian senin malam terjadi di wilayah kabupaten Bantul. Yang pertama menimpa Sriwidyaningsih warga Perum Puspa Indah Bangunjiwo Kasihan. Korban kehilangan mobil senilai 130 juta rupiah saat berkunjung ke rumah temannya di Perum Cepoko Indah Sitimulyo Piyungan. Korban yang datang ke rumah temannya sekitar pukul 3 sore baru menyadari mobilnya hilang sekitar pukul sepuluh malam. Padahal mobil avansa T 1784 N miliknya diparkir di deoan rumah. Pada waktu yang hampir bersamaan Marko Marta Saputra warga Kotabumi lampung selatan menjadi korban pencurian sepeda motor. perIstiwa terjadi saat korban berkunjung ke rumah temannya di dusun maguwo Banguntapan. Korban datang sekitar pukul 8 malam dan memarkir sepeda motor KB 3417 WK di depan rumah. Saat hendak pulang korban sudah tidak mendapati sepeda motornya. Akibat peristiwa ini korban menderita kerugian mencapai 12 juta rupiah. (tok)

Juli 9, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: