Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Panwaslu temukan pencontreng dobel

10 Juli 2009

KP Panwaslu Bantul menemukan adanya indikasi seorang pemilih mencontreng di dua tempat pemungutan suara (TPS) yang berbeda. Anggota Panwaslu Bantul Herlina mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari Panwascam Sedayu yang menyatakan adanya seorang warga mencontreng di TPS 26 Kadibeso Argodadi dan TPS 14 Jaten Argosari. Bila hal itu terbukti maka Panwaslu akan segera melaporkannya ke Polres Bantul Jumat 9 Juli. Sesuai undang-undang yang berlaku, pemilih yang menggunakan hak pilihnya di dua TPS atau lebih diancam hukuman penjara enam hingga 18 bulan, denda 6 hingga 18 juta rupiah. Herlina menjelaskan warga yang bersangkutan mengaku tidak tahu tentang aturan memilih di dua lokasi. Namun Panwaslu tetap akan menginvestigasi secara langsung di lapangan.
Anggota Panwaslu Supardi menambahkan saat pelaksanaan pemilu, Panwaslu masih menemukan kekacauan pendistribusian logistik diantaranya di kecamatan Srandakan, Sanden dan Banguntapan. Supardi menjelaskan di TPS 13 Condrowangsan Potorono Banguntapan terjadi kekurangan surat suara sebanyak 89 lembar. Supardi memperkirakan kekurangan tersebut karena kesalahan perhitungan saat memasukkan surat suara. Meski demikian permasalahan tersebut segera diselesaikan oleh KPU dengan mengalihkan surat suara dari TPS sekitarnya sehingga tidak terjadi kemoloran pemilihan. Supardi menambahkan kekacauan distribusi surat suara juga terjadi di TPS 17 hingga TPS 34 Poncosari Srandakan. Salah satu TPS yaitu TPS Sambeng Poncosari Srandakan dipecah menjadi dua TPS sehingga mendapatkan nomor urut 17. Namun petugas masih terpaku dengan nomor urut TPS yang lama berdasarkan pemilihan legislatif. Hal ini menyebabkan jumlah logistik di TPS 17 dan seterusnya hingga TPS 34 mengalami pergeseran. (lia)

SMP Negeri 2 Sedayu kekurangan siswa

Suasana PPDB di SMP 4 Bantul beberapa waktu lalu

Suasana PPDB di SMP 4 Bantul beberapa waktu lalu

KP Hingga penutupan penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP Negeri, masih terdapat satu SMP negeri yang belum penuh kuotanya yaitu SMP 2 Sedayu. Data Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul menyebutkan SMP 2 Sedayu memiliki daya tampung 180 siswa yang terbagi dalam 5 kelas. Namun formulir yang dikembalikan ke sekolah hanya 145 lembar sehingga SMP 2 Sedayu kekurangan 35 siswa. Kepala Dinas Pendidikan Dasar Sahari mengatakan pihaknya tidak memperbolehkan SMP 2 Sedayu untuk membuka pendaftaran meski kuotanya belum terpenuhi. Sahari memperkirakan letak SMP 2 Sedayu yang berdekatan dengan SMP 2 Pajangan menyebabkan siswa tidak hanya terkonsentrasi di SMP 2 Sedayu saja. Setelah proses PPDB SMP selesai, pihaknya akan mendiskusikan permasalahan ini. Sahari menjelaskan kuota semua SMP baik negeri maupun swasta akan dihitung dan diidentifikasi yang belum memenuhi kuota. Kekosongan tersebut akan dipertimbangkan menjadi tempat bagi siswa yang belum mendapat kesempatan mengikuti PPDB. Sahari menegaskan pembukaan PPDB kembali baru akan diputuskan setelah proses PPDB selesai. Saat ini di Bantul terdapat 47 SMP negeri, 38 SMP swasta dan 21 MTS negeri/swasta. (lia)

Ijazah belum diperoleh

Tiga TKI tertunda keberangkatannya

Kp Keberangkatan 3 calon tenaga kerja asal Bantul ke Batam tertunda akibat belum dikeluarkannya ijazah oleh sekolah mereka. Menurut Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul Bambang sugiantoro mengatakan ketiga tenaga kerja ini masih memiliki tunggakan administrasi. Bambang mengaku pihak perusahaan pengguna tenaga kerja tidak dapat memberikan bantuan berkaitan dengan masalah ini. Karena hanya bertanggung jawab mulai dari  proses perekrutan. Namun terdapatnya ijazah sebagai jaminan mutlak harus dipenuhi oleh calon tenaga kerja. Walau demikian perusahaan tetap memberikan kesempatan kepada 3 calon tenaga kerja ini untuk berangkat pada 22 Juli 2009. Bila pada 22 Juli 2009 3 calon tenaga kerja ini tidak dapat menyerahkan ijazah maka keputusan sepenuhnya diserahkan kepada pihak perusahaan.

Sementara itu 49 dari 52 tenaga kerja yang lolos seleksi kamis siang berangkat dari halaman kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul. Sebelumnya terdapat 186 pendaftar untuk lowongan perusahaan elektronik di batam ini. 52 calon tenaga kerja ini akan menjalani kontrak kerja selama 2 tahun dengan gaji pokok 1 juta rupiah perbulan. Selain ke Batam masih terbuka lowongan pekerjaan di perkebunan kelapa sawit di kalimantan timur. Untuk lowongan ini diutamakan bagi mereka yang sudah berumah tangga. Hingga kamis siang baru terdapat 3 pendaftar darikebutuhan sekitar 150 untuk lowongan ini. (tok)

Pengecer pupuk dituntut dua tahun penjara

Kp Trd terdakwa dalam kasus distribusi pupuk bersubsidi dituntut pidana penjara 2 tahun denda 50 juta rupiah subsidair 1 bulan penjara serta membayar uang pengganti 240 juta rupiah subsidair 2 bulan penjara. Tuntutan ini dibacakan JPU Andi Kurniawan pada siding yang digelar kamis siang di PN Bantul. Dalam tuntutannya JPU menyatakan perbuatan terdakwa yang bertentangan dengan peraturan pemerintah sebagai hal yang memberatkan sedangkan hal yang meringankan diantaranya terdakwa kurang memahami mekanisme distribusi pupuk bersubsidi. Ditemui seusai sidang PH terdakwa M Fahri Hasyim menilai tuntutan ini terlalu berat. Fahri berpendapat seharusnya JPU menuntut bebas terhadap terdakwa. Sebab berdasarkan barang bukti dan fakta di persidangan tidak terdapat kerugian Negara yang ditimbulkan oleh perbuatan terdakwa. Fahri menilai perbuatan terdakwa yang menjual pupuk langsung kepada kelompok tani justru membantu disaat mereka kesulitan untuk memperoleh pupuk bersubsidi. Meski secara peraturan perbuatan ini dilarang namun dalam beberapa kesempatan muncul wacana yang memperbolehkan distributor menempuh jalan ini bila kondisi darurat. Fahri mengaku akan menjadikan beberapa poin ini sebagai bahan pembelaan pada siding minggu depan. (tok)

Penggunaan benih bersertifikat mencapai 74%

KP Penggunaan benih bersertifikat di kalangan petani semakin meningkat sejak adanya program subsidi benih oleh pemerintah. Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut) Bantul Edy Suharyanto menjelaskan sebelum adanya program benih bersubsidi, hanya terdapat 40% petani yang menggunakan benih padi bersertifikat. Namun saat ini meningkat menjadi 74%. Program subsidi benih dilaksanakan oleh Pemkab Bantul dengan membeli gabah kering dari petani seharga 2.400 rupiah per kilogram. Gabah kemudian diseleksi dan diolah menjadi benih bersertifikat di Balai Benih Barongan. Pemkab melalui Balai Benih kemudian menjual benih yang sudah bersertifikat tersebut seharga 4.750 rupiah per kilogram. Harga tersebut lebih murah dibandingkan harga benih bersertifikat yang dijual pabrik yaitu 5.500-6.000 rupiah per kilogram. Benih murah tersebut meningkatkan minat petani untuk menggunakan benih bersertifikat. Lebih lanjut Edy menyampaikan program subsidi benih juga diluncurkan untuk menggeser dominasi IR64 yang dinilai sudah terlalu tua dan mulai kehilangan sifat baiknya. Benih baru yang diperkenalkan Balai Benih dalam keadaan sudah bersertifikat adalah varietas Pepe.

Varietas Pepe mulai digunakan oleh petani di Bulak Mandingan Ringinharjo Bantul. Kepala Balai Benih Barongan Budi Santoso mengatakan para petani berhasil memanen varietas Pepe dengan produktivitas mencapai 7 ton per hektar. Namun dengan cara tanam baru yang ditemukan petani, disebut Legowo Harjo, produktivitasnya dapat mencapai 8 ton per hektar. Budi menjelaskan cara tanam legowo harjo dilakukan dengan memperdekat jarak tanam menjadi 25 sentimeter kali 8 sentimeter, sedangkan jarak normal mencapai 23 kali 23 sentimeter. Meski jarak tanam semakin dekat, penggunaan benih lebih hemat karena menggunakan system of rice intensification (SRI) dengan menanam satu padi per lobang. (lia)

140 penambang pasir terima modal alih profesi

Kp 140 penambag pasir menerima bantuan modal alih profesi dari Bupati Bantul. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis senin siang kepada 50 penambang pasir di wialayah imogiri. Bantuan ini diberikan menyusul keluarnya larangan penambangan pasir di 500 meter kearah hulu dan 1.000 meter ke arah hilir dari jembatan. Dengan bantuan ini diharapkan penambang pasir dapat menghentikan kegiatan penambangan pasir dan beralih ke pekerjaan lain seperti beternak,berdagang atau membuat kerajinan. Bantuan modal ini harus dikembalikan secara bertahap dengan bunga 5 persen pertahun. Bagi kelompok yang tertib dalam mengembalikan pinjaman akan mendapat penghargaan berupa pengembalian 50 persen bantuan yang dapat dipinjamkan kembali kepada anggota kelompok. Selain di imogiri terdapat 40 penambang di sedayu,40 di pajangan dan 10 di kretek yang juga menerima bantuan serupa.`(tok)

Juli 17, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: