Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Tidak ada vaksin khusus flu babi

14 Juli 2009

KP Pemerintah Kabupaten Bantul tidak menyediakan vaksin khusus bagi warga Bantul yang akan ke luar negeri. Kepala Dinas Kesehatan Bantul Siti Noor Zaenab mengatakan vaksin tersebut hingga kini belum diusahakan oleh Pemkab karena flu babi belum memiliki dampak yang besar di Bantul. Namun Pemkab selalu memberikan penyuluhan berupa informasi bagi warga yang akan ke luar negeri. Zaenab menyebutkan penyuluhan tersebut meliputi informasi tentang negara-negara endemis flu babi dan pencegahan terhadap flu babi dengan menjaga stamina tubuh. Zaenab menjelaskan flu babi seperti halnya penyakit flu biasa, mudah menyerang tubuh yang kurang fit, sehingga untuk mencegah terjangkitnya flu babi perlu menjaga staminan tubuh. Zaenab menambahkan negara-negara endemis flu bai diantaranya Amerika Serikat dan Meksiko. Meski Pemda Bantul tidak memiliki persediaan vaksin flu babi, Zaenab menambahkan pihaknya memiliki stok tamiflu yang mencukupi.

Mengenai dua warga Bantul yang baru saja kembali dari California Amerika Serikat, Zaenab menjelaskan salah satunya yaitu GD warga Mrisi Tirtonirmolo Kasihan saat ini masih dirawat di RS Sarjito dan belum dapat dipastikan menderita flu babi. Dinkes masih menunggu konfirmasi dari Litbang Depkes Pusat. Sedangkan WJ warga Babadan Banguntapan dalam kondisi sehat saat pulang dari California, sehingga tidak dirawat di RS Sarjito melalinkan diperbolehkan berada di rumah. Namun Dinkes memberikan penyuluhan terhadap WJ supaya tidak terlalu berdekatan dengan anggota keluarga selama dua minggu ke depan. Zaenab menambahkan bila WJ tiba-tiba sakit, keluarga diminta segera membawanya untuk memeriksakan WJ ke RS Sarjito. Zaenab menambahkan dua anak-anak warga Jetis yang sebelumnya suspect flu burung sudah dinyatakan negative sejak satu minggu yang lalu.

Di bagian lain RSD Panembahan Senopati Bantul telah mempersiapkan dua ruang isolasi untuk pasien yang menderita flu babi atau diduga menderita flu babi. Kepala RSD Panembahan Senopati I Wayan Sudana menjelaskan ruangan tersebut sebelumnya digunakan sebagai ruang isolasi flu burung. Setelah kasus flu babi menyebar di beberapa Negara, RSD ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan flu babi oleh Dinas Kesehatan Bantul. Hal ini menyebabkan pihak RSD mempersiapkan ruang isolasi flu burung yang diperbaiki menjadi ruang isolasi flu babi. Wayan menambahkan ruang isolasi flu babi sudah siap digunakan karena sudah dilengkapi peralatan ICU. Peralatan sanitasi sebelum memasuki ruangan atau disebut dengan alat perlindungan diri juga dipersiapkan. Alat perlindungan diri meliputi sanitasi tangan, sarung tangan, celemek plastik, jas operasi, penutup kepala, masker bedah, masker respirator dan kacamata pelindung. Hingga saat ini belum ada pasien flu babi yang dirawat di ruang isolasi tersebut. Wayan menambahkan RSD Panembahan Senopati merupakan RS rujukan kedua, bila kapasitas di RS Sarjito tidak mencukupi, pasien barua akan dirujuk ke RSD Panembahan Senopati. Menurut Wayan hal ini disebabkan karena ruang isolasi belum dibangun dalam suatu gedung tersendiri dan RSD juga belum memiliki ambulans khusus flu babi. (lia)

 

Fraksi PKS meminta pembebasan retribusi Puskesmas

Kp Wacana pembebasan Retribusi Pelayanan Kesehatan muncul dalam pemandangan Fraksi-Fraksi di DPRD Bantul. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Bantul melalui jurubicaranya Agus Sumartono berharap pemerintah kabupaten Bantul membebaskan retribusi pelayanan kesehatan di puskesmas sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. FPKS menilai kesehatan merupakan kebutuhan dasar bagi warga masyarakat sehingga sudah layak bila retribusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat menjadi beban APBD. Milimal pembebasan dilakukan untuk retribusi pelayanan kesehatan dasar. Pernyataan ini disampaikan menyusul masih terdapatnya pembebanan biaya bagi warga masyarakat dalam Draft Raperda Retribusi Pelayanan kesehatan di Puskesmas yang akan dibahas DPRD Bantul.

Harapan terhadap pembebasan Retribusi Pelayanan Kesehatan di Puskesmas juga disampaikan Fraksi Kesatuan Baru. Melalui Juru bicaranya Suwandi Fraksi Kesatuan Baru mengaku kecewa setelah mempelajari Draft Raperda Retribusi Pelayanan Kesehatan di Puskesmas yang masih membebankan sebagian biaya bagi warga masyarakat. Sebab menurut Fraksi Kesatuan Baru APBD kabupaten Bantul sudah mampu membiayai seluruh retribusi pelayanan kesehatan di puskesmas. Sebagaimana pemerintah kota Makasar yang mampu menyediakan anggaran 18 milyar rupiah untuk pembebasan retribusi di puskesmas. Fraksi Kesatuan Baru menilai setelah pembuatan KTP gratis sudah saatnya warga Bantul menikmati pelayanan kesehatan gratis. (tok)

 

Penyelesaian PAK Palsu dilakukan Depdiknas

Kp Sekertaris Daerah Bantul Gendut Sudarto mengatakan penyelesaian kasus penggunaan Penetapan Angka Kredit (PAK) Palsu akan dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Gendut menyampaikan pernyataan ini setelah menerima Surat dari Direktorat Kepegawaian Depdiknas. Gendut menjelaskan dalam surat Direktorat Kepegawaian Depdiknas hanya melampirkan nama 8 PNS kabupaten Bantul yang terbukti menggunakan PAK Palsu. Namun tidak terdapat rekomendasi sangsi yang harus dijatuhkan. Dalam surat juga dijelaskan kasus penggunaan PAK palsu terjadi di hampir seluruh daerah. Karena bersifat nasional maka penyelesaiannya juga harus dilakukan oleh instansi di tingkat nasional. (tok)

 

BPS tak punya data gakin yang valid

KP Badan Pusat Statistik (BPS) Bantul tidak memiliki data keluarga miskin (gakin) yang dapat diperoleh setiap saat. Kabag Statistik Sosial BPS Bantul Susanto menjelaskan setiap tahun pihaknya selalu memperbaharui data gakin melalui survei acak. Namun pendataan hanya mengambil sample saja, bukan pendataan menyeluruh. Hasil survei kemudian diserahkan ke BPS Provinsi DIY untuk diolah. Bila hasil pengolahan data BPS provinsi DIY menyatakan data gakin turun, maka data tersebut merupakan data di tingkat provinsi, tidak dapat disimpulkan menjadi data di tingkat kabupaten. Susanto menambahkan saat ini gakin di Bantul yang terdata berdasar survey acak BPS mencapai 49.175 kepala keluarga. Data tersebut merupakan data hingga tahun 2008, sedangkan survey tahun 2009 sedang dalam proses dan hasilnya baru akan diketahui beberapa waktu lagi. (lia)

 

Ida Idham Samawi ditetapkan sebagai Ibu PAUD

Kp Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) pusat memberikan gelar ibu PAUD kabupaten Bantul tahun 2009 kepada Ida Idam Samawi. Gelar ini diberikan menyusul keberhasilan membentuk 933 PAUD di kabupaten Bantul. Gelar ini diberikan disela-sela Seminar PAUD minggu siang di Gedung induk komplek parasamya. Dalam sambutannya ketua Himpaudi pusat Gusnawirta T Fasli Jalal mengatakan keberhasilan membentuk 933 PAUD di Bantul sekaligus akan menjadi percontohan bagi daerah lain. Gusnawarta menambahkan keberadaan PAUD akan menjadi landasan untuk pendidikan selanjutnya. Sehingga anak-anak PAUD perlu mendapat perhatian,kasih sayang,serta gizi yang baik. (tok)

Juli 21, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: