Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

2009 PHK capai 125 kasus

23 Juli 2009

KP Jumlah kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) di Bantul selama enam bulan terakhir mencapai 125 kasus. Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul jumlah tersebut diperkirakan menyamai tahun sebelumnya yang mencapai 299 kasus. Kepala Disnakertrans Bantul Sugeng Sudaruno mengatakan penyebab utama PHK adalah krisis global yang melanda dunia sejak 2008 hingga kini. Lima perusahaan yang melakukan PHK juga berbasis ekspor ke luar negeri, sebagian besar bergerak pada sektor furnitur dan konveksi. Sugeng menyebutkan kelima perusahaan tersebut dua diantaranya sudah melakukan PHK yaitu PT Gabela dan PT Surya Pelem Sewu, sedangkan tiga yang lain baru merumahkan karyawannya. Sugeng menambahkan 125 kasus PHK tersebut menimpa 86 tenaker laki-laki dan 39 tenaker perempuan. Sementara itu dari luar negeri, Disnakertrans menerima laporan 44 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dipulangkan. Namun kepulangan mereka bukan karena PHK melainkan habisnya kontrak kerja.

Di sisi lain pemberangkatan tenaga kerja ke luar Bantul tidak berkurang. Kabid Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Bantul Bambang Sugiantoro menyebutkan hingga Juni 2009 pihaknya sudah memberangkatkan 870 angkatan kerja lokal (AKL), 215 angkatan kerja antar daerah (AKAD) dan 144 angkatan kerja antar negara (AKAN). Bambang mengatakan permintaan kerja dari luar daerah tidak terpengaruh terhadap krisis global yang sedang terjadi. Bambang mencontohkan untuk permintaan dalam negeri, perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah membutuhkan 100 pekerja. Bambang menjelaskan permintaan sebenarnya tinggi namun terkendala pada penyediaan pemukiman dan lahan garapan. Lowongan di kebun kelapa sawit tersebut cukup diminati karena upah minimum provinsi yang cukup tinggi dan pemberian beras 15 kilogram per orang setiap bulan. Bambang menyebutkan UMP di Kalimantan Timur mencapai 1 juta rupiah, sedangkan di Kalimantan Tengah mencapai 910 ribu rupiah. (lia)

Kasus curat meningkat

KP Selama satu semester awal 2009 terjadi peningkatan kasus pencurian dengan pemberatan (curat), kasus pelanggaran terhadap undang-undang anak dan kekerasan dalam rumah tangga. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Bantul Dicky Rahmat Raharjo seusai tasyakuran di Kejari Bantul Rabu siang. Dicky menjelaskan perkara pencurian dengan pemberatan menjadi perhatian Kejari Bantul karena mendominasi kasus pidana umum. Selain itu Kejari juga menangani kasus pidum lain selama satu semester terakhir diantaranya kejahatan yang berhubungan dengan nyawa, narkoba dan pelanggaran UU kesehatan seperti menjual obat daftar G dan praktek keperawatan seperti halnya dokter. Dicky menambahkan selama satu semester terakhir terdapat 266 perkara pidum yang masuk ke Kejaksaan, 231 kasus diantaranya dinyatakan sudah lengkap dan 230 kasus diantaranya memasuki tahap kedua. Sedangkan kasus intelejen yang masuk ke Kejari Bantul terdiri dari tiga kasus penyimpangan dana rekontruksi diantaranya di Wirokerten Banguntapan, Mancingan Kretek dan Srunggo Imogiri. Untuk kasus perdata yang masuk terdiri dari kasus korupsi distribusi pupuk dan P2KP.

Sementara itu kekayaan Negara yang berhasil dihimpun Kejari Bantul melalui lelang selama satu semester terakhir mencapai 374 juta rupiah. Beberapa lelang yang nilainya melebihi lelang tahun lalu diantaranya uang pengganti bidang datum dan penjualan barang rampasan. Termasuk di dalamnya lelang mobil dan kendaraan dari perkara yang berhubungan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) bantul yang nilainya mencapai 66 juta rupiah. Bahkan Kejaksaan Republik Indonesia menurunkan tim khusus ke Kejari Bantul karena prestasi lelang yang bagus tersebut. (lia)

SMA boleh menarik uang pengembangan

KP Sekolah menengah atas (SMA) di Bantul diperbolehkan untuk menarik iuran atau sumbangan dari wali murid dengan syarat mendapat persetujuan melalui rapat sekolah dengan dewan sekolah. Kabid Pendidikan Menengah Atas (Dikmentas) Totok Sudarto mengatakan penarikan sumbangan didasarkan pada rencana anggaran kegiatan sekolah (RAKS) setiap sekolah yang dirapatkan dengan dewan sekolah. Sekitar 75% RAKS didanai oleh pemerintah, sedangkan sisanya boleh dibebankan kepada wali murid dan disebut sebagai uang pengembangan sekolah (UPS). UPS yang dibebankan kepada wali murid tersebut diprioritaskan bagi pembiayaan yang meningkatkan mutu pendidikan. Totok menyebutkan jumlah UPS di tiap sekolah bervariasi, contohnya untuk SMA faforit dapat berkisar 2 hingga 2,5 juta rupiah. Hal ini disebabkan karena RAKS juga tinggi, seperti SMA 1 Sewon yang mencapai 4 miliar rupiah. Di Bantul terdapat 33 SMA yang terdaftar di Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal. (lia)

Kesepakatan Raperda lewat Voting

Kp Melalui mekanisme voting DPRD Bantul akhirnya menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan di Puskesmas dan Raperda tentang pembentukan organisisai satuan polisi pamong praja. Voting untuk Raperda Retribusi Pelayanan Kesehatan di puskesmas dilakukan menyusul terdapatnya Fraksi yang belum dapat meneyepakatinya.sedangkan voting untuk Raperda Pembentukan organisasi satuan polisi pamong praja dilakukan menyusul terdapatnya 2 pilihan berkaitan dengan Peraturan Pemerintah yang melandasinya. Dalam voting terhadap Raperda Retribusi pelayanan kesehatan di puskesmas dari 39 Anggota DPRD yang menghadiri rapat paripurna 4 anggota menolak sedangkan 35 anggota menerima. Sementara dalam voting terhadap Raperda pembentukan organisasi satuan polisi pamong praja 4 anggota memilih opsi satu yang masih mengakomodir PP 32 tahun 2004 sebagai landasan hukum dan 35 anggota memilih opsi dua. Sementara 5 Raperda lainnya disepakati menjadi Perda setelah DPRD Bantul menggelar rapat gabungan dengan pemerintah kabupaten Bantul setelah penyampaian pemandangan akhir fraksi terhadap 7 Raperda yang diajukan pemerintah kabupaten Bantul. Ketua DPRD Bantul Joko Purnomo menegaskan mengacu kepada peraturan maka DPRD Bantul dapat menyepakati 7 Raperda ini menjadi Perda kabupaten Bantul.

Sebelumnya dalam pemandangan akhirnya fraksi-fraksi di DPRD Bantul banyak  memberikan catatan terhadap pembahasan Raperda tentang retribusi pelayanan kesehatan di puskesmas dan Raperda pembentukan organisasi satuan polisi pamong praja yang diajukan pemerintah kabupaten Bantul. Dalam pemandangan akhirnya fraksi Partai Keadilan Sejahtera tetap tidak dapat menerima pembebanan biaya retribusi pelayanan kesehatan di puskesmas kepada masyarakat. Melalui jurubicaranya Jupriyanto FPKS menilai tangungjawab pembiayaan ini seharusnya dibagi antara pemerintah pusat,propinsi dan kabupaten. (tok)

Pelabuhan Kuwaru batal dibangun

Kp Pembangunan pelabuhan di pantai kuwaru dipastikan gagal menyusul keputusan pemerintah pusat memilih kabupaten Kulon progo sebagai lokasi pembangunan pelabuhan. Walau demikian Bupati Bantul Idam Samawi bertekad tetap akan membangun pelabuhan untuk pendaratan kapal meski tidak sebesar rencana sebelumnya. Idam menjelaskan sebelumnya pemerintah kabupaten Bantul pernah mengajukan proposal pembangunan pelabuhan di Pantai Kuwaru kepada pemerintah pusat. Namun akhirnya pemerintah pusat menunjuk kabupaten kulon progo sebagai lokasi pembangunan pelabuhan. Idam mengaku belum mengetahui secara pasti alasan pemerintah pusat memilih kabupaten kulon progo. Namun berdasarkan geografis lebar pantai selatan Bantul lebih kecil dibanding gunung kidul dan kulon progo. Idam menyadari untuk membangun pelabuhan sesuai rencana awal membuhkan biaya yang sangat besar. Sementara untuk menjaring investor hampir tidak mungkin. Sebab investor dipastikan akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat yang menunjuk kulon progo sebagai lokasi pembangunan pelabuhan. (tok)

Juli 29, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: