Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Izin fasilitas kesehatan minim

24 Juli 2009

KP Pengajuan izin pembangunan fasilitas kesehatan dan pariwisata di Bantul sangat minim. Kabid Pelayanan dan Informasi Dinas Perijinan Dian Mutiara Rahmawati mengatakan jenis usaha di bidang kesehatan di Bantul jumlahnya masih minim, di sisi lain masyarakat lebih tertarik dengan usaha di bidang perekonomian. Dian menambahkan sebagian besar perijinan yang sudah diproses Dinas Perijinan adalah izin yang terkait dengan usaha di bidang ekonomi. Empat komponen yang harus dipenuhi dalam perijinan usaha ekonomi diantaranya izin mendirikan bangunan (IMB), izin gangguan (HO), surat izin usaha perdagangan (SIUP) dan tanda dartar perusahaan (TDP). Total izin usaha yang sudah diterbitkan Dinas Perijinan hingga 1 Juli 2009 mencapai 2.976 izin. Jumlah tersebut akumulasi sejak pendirian Dinas Perijinan pada 1 Januari 2008

Dian menambahkan dalam pengurusan ijin usaha di bidang ekonomi, para pengusaha sering menghadapi berbagai kendala yang berkaitan erat dengan dampak usaha terhadap masyarakat sekitar. Dinas Perijinan yang juga membuka posko aduan usaha mencatat dua komponen yang paling banyak berkeluh kesah terkait pendirian perusahaan yaitu masyarakat di sekitar tempat usaha dan pengusaha yang bersangkutan. Sayang, keluhan tersebut masih minim dan belum dapat dijadikan acuan utama perbaikan pelayanan. Untuk itu Dinas Perijinan mulai Rabu 22 Juli mengadakan lokakarya yang membahsa tentang mekanisme pengaduan masyarakat. Lokakarya diikuti 100 orang yang terdiri dari personel di tingkat desa, kecamatan, dinas perijinan, dinas kesehatan, Badan lingkungan hidup, dinas pekerjaan umum, dinas perhubungan dan pengusaha. Para peserta diminta untuk menyebarkan kuisioner kepada masyarakat berisi pengaduan atau keluhan di bidang pelayanan publik. Hasilnya akan dianalisis pada lokakarya berikutnya dan dijadikan acuan perbaikan pelayanan publik.

Di bagian lain, minimnya izin usaha di bidang kesehatan tidak menyebabkan minimnya kasus perijinan di bidang kesehatan. Humas Pengadilan Negeri Bantul Sukusno Aji mengatakan kasus di bidang kesehatan yang sering ditangani PN Bantul diantaranya penjualan obat daftar G tanpa izin dan praktek keperawatan tanpa izin. Hal ini mengindikasikan minimnya minat izin pengusaha kesehatan. (lia)

Dana bergulir capai 963 juta rupiah

KP Dinas Pengelola Pasar Kabupaten Bantul berhasil mengelola dana bergulir untuk pedagang pasar. Kepala Dinas Pasar Gatot Suteja mengatakan modal awal dana bergulir tahun 2009 senilai 899 juta rupiah. Saat ini dana bergulir sudah berkembang menjadi 963 juta rupiah atau Dinas Pasar berhasil menghimpun uang baru senilai 86 juta rupiah hasil pengembalian pinjaman para pedagang pasar. Dana bergulir baru diterapkan di empat pasar yaitu pasar Bantul, Imogiri, Niten dan Piyungan. Tahun 2010 Dinas Pasar berencana untuk mengajukan tambahan modal supaya dana bergulir dapat dinikmati pasar lain seperti Pasar Jodog, Pundong, Celep dan Gesikan. Dana ini diterapkan sejak Juni 2008 untuk menghilangkan ketergantungan pedagang pasar terhadap rentenir. Gatot menjelaskan sebelumnya para pedagang pasar terutama pedaganga arahan sebagian besar terjerat rentenir. Pendapatan mereka hanya terserap untuk membayar bunga rentenir yang mencapai 26 persen per bulan. Untuk itu Dinas Pasar kemudian menggulirkan dana bergulir dengan bunga 2% per 100 kali angsuran. Gatot mencontohkan untuk peminjaman 100ribu rupiah, pedagang memperoleh 98.000 rupiah. Selama seratus kali mereka mengangsur 1.000 rupiah tanpa tambahan biaya apapun hingga lunas. Namun Dinas Pasar masih terkendala dengan adanya pedagang yang sudah mendapat dana bergulir tetapi masih menggunakan jasa rentenir.

Sementara itu Anggota Panggar DPRD bantul Agus Efendi menyetujui usulan penambahan modal dana bergulir. Agus menjelaskan peran dana bergulir dalam memberantas rentenir cukup penting. Namun saat ini Agus menyadari belum semua pedagang mampu ditalangi dengan dana bergulir dan sebagian masih tergantung kepada rentenir. Agus memperkirakan lamanya birokrasi yang harus ditanggung pedagang ketika mengajukan dana bergulir menyebabkan mereka tetap bertahan menggunakan jasa rentenir. Untuk itu Agus menyrankan adanya tambahan modal yang diimbangi perpendekan birokrasi dalam mendapatkan dana bergulir. (lia)

Sebagian anak tidak peringati hari anak

Kp Momentum peringatan Hari Anak Internasional 23 Juli 2009 tidak dapat dinikmati sebagian anak di kabupaten Bantul. Salah satunya Bagus 16 tahun yang harus menjalani hukuman penjara selama 3 bulan akibat mencuri sepeda motor. Disaat teman sebayanya memulai tahun ajaran baru Bagus harus menanggung akibat dari perbuatan yang sepenuhnya bukan salahnya. Petugas Badan Pemasyarakatan (Bapas) Muryanto yang mendampingi Bagus selama proses persidangan mengatakan kurangnya perhatian  orangtua menjadi penyebab terbesar terjadinya tindak kriminal oleh anak-anak. Muryanto menjelaskan sebagian besar kurangnya perhatian terhadap anak diawali dengan terjadinya perceraian. Seperti pada kasus Bagus yang terpaksa diasuh neneknya sejak kecil karena kedua orangtuanya bercerai. Sementara faktor lingkungan hanya menjadi pendukung terjadinya tindak kriminal oleh anak. Sehingga menurut Muryanto idealnya pembinaan terhadap anak yang melakukan tindak kriminal dipisahkan dengan narapidana dewasa. Sebab bila tidak dipisah sangat mungkin anak akan terkontaminasi oleh perilaku narapidana dewasa yang biasanya lebih sulit utuk disadarkan. Bahkan menurut Muryanto pemisahan harus mulai dilakukan saat proses persidangan dengan menyediakan hakim, jaksa dan ruang sidang khusus anak. Muryanto menambahkan 80 persen anak tidak kembali melakukan tindak kriminal setelah menjalani pembinaan.

Sementara itu berdasarkan data Pengadilan Negeri Bantul terdapat 25 anak berusia antara 14 hingga 18 tahun yang menjadi terdakwa dalam persidangan hingga Juli 2009. Sementara pada tahun 2008 terdapat 58 anak yang menjadi terdakwa dalam persidangan di PN Bantul. Sebagian besar anak ini dijadikan terdakwa dalam persidangan karena melakukan tindak pencurian,pencabulan dan pengeroyokan. Setelah mendapat vonis mereka akan dibina di LP khusus anak kutoarjo jawa tengah. (tok)

Sebagian anak juga jadi korban KDRT

Selain menjadi pelaku tindak kriminal sebagian anak di Bantul juga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Sekertaris Forum Penanganan Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (FKKTPA) Bantul Suprihastuti mengatakan pada tahun 2009 terdapat kecenderungan peningkatan jumlah laporan. Namun Suprihastuti yakin masih terdapat korban yang enggan melapor karena berbagai alasan. Seperti pemahaman masalah ini bukan masalah publik sehingga tidak perlu diketahui orang lain,atau tidak mengetahui dirinya telah menjadi korban kekerasan. Padahal kasus ini merupakan delik aduan yang mutlak membutuhkan laporan dari korban. Untuk FKKTPA Bantul akan mengintensifkan kegiatan pendampingan .

Dibagian lain Kejaksaan Negeri Bantul telah menyelesaikan 6 kasus kekerasan terhadap anak pada tahun 2008. Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bantul Widagdo Mulyono Petrus mengatakan 6 pelaku kekerasan terhadap anak dapat dijatuhi pidana penjara diatas 2 tahun. Namun Kejaksaan Negeri Bantul seringkali menemui kendala untuk memproses kasus kekerasan terhadap anak menyusul pencabutan laporan oleh korban. (tok)

Homo, divonis 1 tahun 7 bulan

Kp MH PN Bantul kamis siang menjatuhkan putusan pidana penjara selama 1 tahun 7 bulan kepada Nur widayat alias Bety 44 tahun warga Jomboran Gilangharjo Pandak terdakwa dalam kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur. Putusan ini lebih ringan dibanding tuntutan JPU Uji Untari yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun. Dalam putusannya MH menyatakan perbuatana terdakwa melanggar UU perlindungan anak. Karena melakukan pencabulan terhadap anak laki-laki dibawah umur. Menanggapi putusan ini terdakwa menyatakan menerima (tok)

Juli 29, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: