Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

85% lahan pantai butuh pohon bakau

28 Juli 2009

KP Sekitar 85 persen lahan pinggir pantai masih memerlukan penanaman pohon bakau untuk mencegah terjadinya abrasi. Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut) Bantul Edy Suharyanto mengatakan sekitar 60 hektar atau 85% lahan pinggir pantai di Bantul memerlukan penanaman pohon bakau. Sedangkan 500 hektar di belakang lahan pinggir pantai memerlukan penanaman tanaman wind barrier atau penghalang angin seperti cemara udang dan pandan. Edy menjelaskan sejak 10 tahun lalu Pemerintah Kabupaten Bantul sudah menggalakkan penanaman bakau dan cemara udang. Sebelumnya penanaman dimulai dengan jarak 100 meter dari bibir pantai, saat ini penanaman dimulai dengan jarak 30 meter dari bibir pantai. Bakau dan cemara udang sangat berguna untuk mencegah abrasi yang mengakibatkan penyusutan lahan pasir. Bakau lebih cocok ditanam di Kecamatan Sanden dan Kretek, sedangkan cemara udang cocok ditanam di Kecamatan Srandakan.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Bantul bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia, German Red Cross dan Masyarakat Desa Tirtohargo Kretek melakukan penanaman 5.000 pohon bakau di sepanjang pantai Desa Tirtohargo Senin pagi. Di sela-sela penanaman tersebut Bupati Bantul Idham Samawi menegaskan perlunya peningkatan nilai ekonomi tanaman bakau untuk mencegah kerusakan dan terbengkelainya tanaman. Idham mencontohkan pemeliharaan kepiting atau hewan rawa lain di perairan yang ditanami bakau sehingga masyarakat sekitar tidak hanya memelihara tanaman bakau tetapi juga dapat memanen kepiting. Idham menambahkan tiap tahun penanaman bakau dan cemara udang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten antul melalui anggaran APBD Bantul dan bantuan donatur nasional dan internasional. Idham menambahkan penanaman bakau merupakan bagian dari tsunami early warning system yang diterapkan di Bantul. (lia)

 

Pelatihan di Panti Rehabilitasi Pundong dimulai

Penca enggan menginap

KP Pelatihan di Panti Rehabilitasi Penca Dusun Piring Srihardono Pundong sudah dimulai sejak dua minggu lalu. Namun dari kuota 130 peserta, baru terpenuhi 51 orang karena sebagian besar tidak bersedia tinggal menginap. Kepala Dinas Sosial Bantul Mahmudi mengatakan pihaknya berharap Panti Rehabilitasi dapat difungsikan untuk menginap para penyandang cacat (penca) hingga lulus pelatihan. Namun dari 130 penca yang sudah lolos seleksi pendaftaran hanya sekitar 51 orang yang bersedia menginap. Mahmudi mengatakan rata-rata mereka khawatir meninggalkan dan ditinggalkan keluarga. Mahmudi menambahkan saat ini pelatihan yang sudah berjalan adalah pelatihan desain grafis dan kerajinan kulit. 15 instruktur didatangkan dari kampus-kampus di Yogyakarta. Mahmudi menambahkan hingga kini belum terdapat perusahaan yang bekerjasama dengan Pemkab untuk menampung lulusan Panti Rehabilitasi Pundong tersebut. (lia)

 

Depag tidak berikan batas usia maksimal calhaj

Kp Departemen Agama Republik Indonesai tidak memberikan batasan usia maksimal bagi jamaah calon haji. Pernyataan ini disampaikan kepala seksi urusan haji dan umroh Departemen Agama Bantul Nadhif menyusul keluarnya pernyataan pemerintah saudi arabia berkaitan pembatasan usia maksimal 65 tahun bagi jamaah calon haji. Nadhif menjelaskan Departemen Agama Republik Indonesia hanya memberikan batas usia minimum 17 tahun bagi jamaah calon haji sejak tahun 2006. Nadhif mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah jamaah calon haji yang asal Bantul yang berusia diatas 65 tahun. Berdasarkan data hingga senini siang dari 823 jamaah calon haji yang berhak melakukan pelunasan baru 500 yang melunasi. Nadhif optimis hingga batas akhir seluruh Jamaah calon haji dapat melakukan pelunasan. Sehingga jamaah calon haji Bantul dapat merebutkan sisa porsi nasional.Nadhif menambahkan sebagian besar jamaah calon haji asal bantul berprofesi sebagai petani. dengan jumlah terbesar dari kecamatan Banguntapan,disusul Sewon dan Kasihan. (tok)

 

Bantul akan rebut kembali tropi juara umum Porprov

Kp Kabupaten Bantul bertekad merebut kembali trophy juara umum Pekan Olah Raga Provinsi ke 10 tahun 2009. Tekad ini disampaikan Bupati Bantul Idam Samawi saat melepas kontingen kabupaten Bantul senin siang di pendopo parasamya. Untuk mewujudkan tekad ini pemerintah kabupaten Bantul akan memberikan penghargaan kepada peraih medali. Masing-masing 3 juta rupiah untuk peraih medali emas,2 juta rupiah untuk peraih medali perak dan 1 juta rupiah untuk peraih medali perunggu. Penghargaan juga akan diberikan untuk kejuaraan beregu masing-masing atlit 2 juta rupiah untuk peraih medali emas,1 juta rupiah untuk peraih medali perak dan 500 ribu rupiah untuk peraih medali perunggu. Namun Idam menegaskan pemberian penghargaan ini bukan satu-satunya upaya untuk meraih gelar juara umum. Kepada setiap kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang telah ditunjuk menjadi bapak angkat setiap cabang olahraga Idam berpesan agar benar-benar memperhatikan anak asuhnya. Idam mengaku akan memberikan sangsi bagi kepala SKPD yang tidak memperhatikan anak asuhnya. Ditemui seusai acara Idam mengakui cukup berat untuk meraih 150 medali emas seperti saat meraih juara umum. Sehingga kabupaten Bantul hanya mentargetkan 130 medali emas dari 300 yang diperebutkan pada porprov kali ini. Idam menjelaskan pengurangan target perolehan medali emas ini dihitung berdasarkan terdapatnya beberapa faktor nonteknis seperti terdapatnya atlit tingkat internasional yang tidak diperbolehkan berlaga di porprov kali ini selain kabupaten Bantul yang tidak menjadi tuan rumah. Idam menambahkan untuk dapat menjadi juara umum kabupaten Bantul harus menjadi juara di 18 cabang olehraga dari 35 yang dipertandingkan.

Sementara itu dalam laporannya pengurus Koni DIY Suhadi mengatakan porprov 2009 dilaksanakan dalam 2 tahap. Tahap pertama dilaksanakan 1 hingg 7 agustus 2009 meliputi 16 cabang olahraga. Sedangkan tahap kedua akan digelar 1 hingg 7 oktober 2009 mempertandingkan 19 cabang olehraga. Upacara pembukaan akan dilaksanakan di Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Sedangkan base camp kontingen Bantul yang terdiri dari 668 atlit dan 175 oficial direncanakan di Balai Guru Gading jalan MT Haryono. Suhadi menambahkan berdasarkan pendataan adminstrasi kontingen Bantul merupakan yang terbaik. (tok)

 

Menipu calon istri, dilaporkan polisi

KP Karena menipu calon istrinya, Afansyah 30 tahun asal Bandung dilaporkan ke Polsek Banguntapan Senin pagi. CT 32 tahun warga Desa Potorono Banguntapan, calon istri tersangka mengaku telah ditipu tersangka yang sudah melamarnya tersebut. Korban mengaku mereka berkenalan di Hotel Desa Puri Banguntapan saat tersangka menginap di sana sekitar tiga minggu lalu. Sedangkan korban berprofesi sebagai front office di hotel tersebut. Karena saling suka, mereka kemudian berpacaran dan dua minggu lalu tersangka melamar korban. Di hadapan korban dan kedua orang tuanya, tersangka mengaku berprofesi sebagai dokter di Sarjito dan saat ini juga sedang melanjutkan kuliah di Universitas Gajah Mada Yogyakarta untuk mengambil spesialis penyakit dalam. Namun ketika dikonfirmasi tentang hari pernikahan pada kemudian hari, tersangka tidak memberikan jawaban yang pasti. Bahkan tersangka justru meminjam uang korban dengan alasan yang tidak jelas. Setelah beberapa hari menghilang tanpa kabar, korban melaporkan tersangka kepada polisi. Dari penyelidikan polisi, korban ternyata juga pernah menipu ibu dan teman kosnya di kos perumahan Gedong Kuning Banguntapan. (lia)

Agustus 4, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: