Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

APBD Bantul defisit 82 miliar

25 Juli 2009

Kp Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan 2009 kabupaten Bantul mengalami defisit mencapai 82 milyar rupiah. Bupati Bantul Idam Samawi menyampaikan pernyataan ini pada penyampaian nota pengantar Raperda perubahan APBD 2009 di rapat paripurna DPRD Bantul rabu kemarin. Idam menjelaskan defisit anggaran disebabkan terdapatnya peningkatan belanja sementara pendapatan justru mengalami penurunan. Peningkatan belanja yang mencapai 32 milyar rupiah terjadi pada belanja tidak langsung antara lain Hibah untuk Sekolah Dasar,Bantuan Sosial Masyarakat dan biaya tak terduga. Sedangkan untuk belanja langsung antara lain untuk pembayaran listrik lampu penerangan jalan umum dan pembelian tablet besi untuk ibu hamil. Dibagian lain beberapa pos pendapatan seperti lain-lain pendapatan asli daerah,lain-lain pendapatan yang syah,bantuan pendidikan dan bagi hasil pajak dengan pemerintah propinsi. Berkaitan dengan kondisi ini Idam mengajak seluruh jajaran pemerintah kabupaten Bantul untuk bekerja lebih keras,meski terdapat sisa perhitungan anggaran tahun 2008 yang dapat digunakan untuk menutup defisit anggaran.

Penyampaian nota pengantar Raperda Perubahan APBD 2009 kabupaten Bantul langsung mendapat pencermatan dari Panitia Anggaran DPRD Bantul. Melalui jurubicaranya Slamet Abdulah Panitia Anggaran DPRD Bantul menyampaikan beberapa koreksi diantaranya pada bagi hasil pajak dengan pemerintah propinsi yang ternyata hanya sekitar 2 milyar rupiah sehingga masih terdapat sisa 3 milyar rupiah. Bila terdapat pengajuan program baru dengan biaya 1 milyar rupiah maka masih terdapat sisa 2 milyar rupiah yang masuk dalam anggaran tak terduga. Panitia anggaran juga berpesan kepada seluruh Komisi di DPRD agar lebih cermat dalam membahas Raperda perubahan APBD 2009 menyusul tidak terdapatnya rincian mengenai daftar kegiatan beserta pagu anggaran definitif. Panitia anggaran juga meminta kepada kepala Dinas Instansi untuk tidak mewakilkan kepada bawahannya dalam pembahasan mengingat terbatasnya alokasi waktu. (tok)

 

Pasar Bantul mulai diperbaiki

Pemda rencanakan pembangunan subterminal Imogiri

KP Pemerintah Kabupaten Bantul merencanakan pembangunan subterminal Imogiri di sebelah selatan Pasar Imogiri. Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Abu Dzarin Nurhadi mengatakan subterminal akan dijadikan terminal pembantu bagi jalur-jalur yang melewati Imogiri. Abu menambahkan pihaknya juga telah menganggarkan dana senilai 200 juta rupiah untuk pembangunan lampu lalu lintas di sudut-sudut pertigaan jalan tersebut. Hal ini dikarenakan pertigaan Imogiri tersebut merupakan jalur yang ramai dan berdekatan dengan fasilitas umum seperti Pasar Imogiri, Sekolah Dasar (SD), Kantor Kecamatan dan Puskesmas.

Sementara itu Dinas Pengelola Pasar Kabupaten Bantul bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum sudah memulai perbaikan Pasar Bantul sejak 20 Mei 2009. Kepala Dinas Pasar gatot Suteja mengatakan Bantul memperoleh APBD I Provinsi DIY senilai 5 miliar rupiah untuk perbaikan Pasar Bantul tersebut. Pemda menggandeng kontraktor PT Wahyu Prima untuk penanganannya. Pembangunan tahap satu difokuskan pada bagian barat pasar Bantul dengan bangunan yang direncanakan diantaranya lima unit los, 24 kios, 2 kamar kecil, 1 depo sampah, 1 unit pengelolaan sampah, penutup talut dan paving block. Bangunan baru ditargetkan selesai November 2009 dengan kapasitas 300 pedagang. Pedagang yang diprioritaskan menempati bangunan baru tersebut adalah pedagang arahan yang saat ini berjualan di sebelah selatan dan barat Pasar Bantul. Gatot menambahkan berdasar perhitungan Dinas PU, total biaya untuk pemugaran Pasar bantul mencapai 20 miliar rupiah. Namun pembangunan tahap berikutnya belum dapat dimulai karena belum ada anggaran. (lia)

 

KDRT terhadap perempuan mendominasi

KP Hingga Juli 2009, Badan Kesejahteraan Keluarga, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BKK, PP dan KB) mendapat laporan 40 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sekitar 75% diantaranya adalah kasus kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga. Sedangkan sisanya sekitar 25% menimpa anak-anak. Kasubid Hak-hak dan perlindungan perempuan dan anak BKK, PP dan KB Erni Tri Saptianti menjelaskan meningkatnya kesadaran melaporkan kasus menyebabkan jumlah kasus yang dicatat BKK KB dan PP cenderung meningkat. Beberapa korban yang sampai ke rumah sakit pun bersedia menjelaskan permasalahan kekerasan yang dihadapi. Hingga Juli 2009 BKK, KB dan PP mencatat laporan dari RSD Panembahan Senopati sebanyak 20 kasus, Departemen Agama 2 kasus, konseling 2 kasus, kecmatan pandak 2 kasus, pelapor pribadi 2 kasus, polres 12 kasus. Erni menambahkan untuk kekerasan terhadap anak-anak biasa terjadi di lingkungan keluarga. Erni mencontohkan anak yang pernah ditembak oleh ayahnya dengan senapan penangkap burung karena menurut ayahnya anak tersebut terlalu nakal. Sedangkan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah atau lingkungan bermain anak jarang dijumpai. (lia)

 

Toshiba butuh 105 tenaker Bantul

Perusahaan di Batam kembali rekrut tenaker Bantul

KP Perusahaan di Batam kembali melakukan perekrutan tenaga kerja dari Bantul. Kali ini perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja adalah Toshiba yang bergerak di bidang produksi elektronik. Jojo Sidik, perwakilan PT hanindo yang dipercaya oleh Toshiba untuk merekrut tenaga kerja dari luar Batam mengatakan permintaan Toshiba sebanyak 100 tenaker perempuan dan 5 tenaker laki-laki. Data sementara pada perekrutan Rabu 22 Juli sudah terdaftar 200 calon tenaker yang mengikuti tes. Jojo menambahkan Toshiba meminta untuk merekrut tenaker salah satunya dari Bantul sehingga PT Hanindo bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul mengadakan perekrutan tenaker sejak Rabu 22 Juli. Jojo menambahkan perusahaan-perusahaan di Batam sudah melakukan perekrutan tenaker dari Bantul sejak tahun 2003. (lia)

Agustus 4, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: