Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Anggaran SKPD dipangkas hingga 60%

29 Juli 2009

Kp Pemerintah kabupaten Bantul akan memangkas anggaran untuk Satuan Kerja Peringkat Daerah (SKPD) hingga 60 persen untuk mengatasi deficit APBD perubahan 2009. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Abu Dzarin Norhadi menyampaikan pernyataan ini seusai menghadiri rapat paripurna DPRD Bantul selasa siang. Abu mengatakan keputusan ini diambil menyusul tidak disepakatinya usulan memotong uang kesejahteraan pejabat sebagai solusi lain untuk mengatasi deficit. Abu menjelaskan pemangkasan terutama akan dilakukan untuk pembiayaan rutin seperti perjalanan dinas yang akan dikurangi baik dari segi anggaran maupun volumenya. Sementara untuk program yang langsung menyentuh rakyat sedapat mungkin dipertahankan seperti Alokasi Dana Desa (ADD),dana penanganan kekeringan dan pengadaan tablet besi untuk ibu hamil. Abu menambahkan anggaran pada APBD perubahan mengalami penurunan mencapai 65 milyar rupiah. (tok)

 

Putusan MA tidak berimbas ke daerah

Kp Keputusan Mahkamah Agung (MA) yang menyebabkan terjadinya perubahan perolehan kursi di DPR tidak akan berimbas ke Daerah. Divisi humas dan Sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul Nurudin Latif memastikan terdapatnya rumus yang berbeda dalam menentukan kursi DPR dan DPRD menjadi alas an utama tidak terimbasnya jumlah perolehan kursi di DPRD oleh keputusan MA. Latif menjelaskan diberlakukannya parlementary threshold atau batasan partai politik yang mendapat kursi di DPR menjadi alas an terjadinya perubahan perolehan jumlah kursi di tingkat pusat. Sementara di daerah tidak diterapkan kebijakan serupa sehingga dipastikan jumlah perolehan kursi di daerah tidak berubah. Walau demikian KPU Bantul menurut latif tetap berkoordinasi dengan KPU propinsi DIY untuk selalu memantau setiap perkembangan terbaru berkaitan dengan pelaksanaan pemilu 2009. (tok)

 

Luas lahan bawang merah susut

KP Luas lahan penanaman bawang merah pada musin tanam kedua tahun 2009 mengalami penurunan dibandingkan musim-musim tanam sebelumnya. Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut) Kabupaten Bantul Edy Suharyanto mengatakan pada musim tanam kedua tahun 2009 bawang merah hanya ditanam pada lahan seluas 700 hektar, sebelumnya mampu mencapai 850 hektar per musim. Sedangkan selisihnya seluas 150 hektar lahan ditanami palawija seperti kacang tanah, kedelai dan jagung. Menurut Edy hal ini disebabkan karena petani tidak menyediakan stok benih bawang merah. Sementara itu bila mereka membeli benih, perhitungannya menjadi rugi karena hanya dipergunakan dalam satu kali musim tanam saja. Mengenai hujan dua hari berturut-turut pada minggu lalu, Edy mengatakan hal itu tidak berpengaruh terhadap penanaman bawang merah selama hujan tidak menggenangi got. Musim tanam kali ini bawang merah ditanam di Kecamatan Kretek, Sanden dan Srandakan. (lia)

 

Bantul Ekspo

Peyek raksasa mulai dibuat

KP Pembuatan peyek raksasa yang akan dijadikan maskot Bantul Ekspo 2009 sudah dimulai di dapur Mbok Tumpuk, Sumuran Bantul. Arif Diharto alias Kelik, pengelola geplak Mbok Tumpuk mengatakan pembuatan peyek raksasa tersebut membutuhkan waktu dua hari. Dua orang pegawainya membuat peyek raksasa sejak Kamis 23 Juli hingga Sabtu 25 Juli 2009. Peyek raksasa berdiameter 35 sentimeter, sedangkan peyek tumpuk pada ukuran umunya hanya berdiameter 10 hingga 15 sentimeter. Kelik menjelaskan pihaknya diminta untuk membuat 150 peyek raksasa oleh Panitia Bantul Ekspo 2009. Untuk itu Kelik memerlukan tepung beras dan kacang tanah sebanyak 1 kuintal, namun Kelik belum memperkirakan harganya. Kelik menambahkan proses pembuatan peyek tumpuk raksasa tersebut sama dengan pembuatan peyek tumpuk biasa. Setelah bahan-bahan dicampur dimasukkan ke dalam wajan yang minyaknya sudah dipanaskan. Pada wajan pertama peyek masih berupa gumpalan kecil-kecil. Setelah agak matang, peyek dipindah ke wajan berikutnya dan gumpalan-gumpalan kecil disatukan menjadi satu buah peyek raksasa bulat. Peyek kemudian dianginkan selama satu hari dan digoreng lagi hari berikutnya untuk mematangkannya. (lia)

 

Liga Indonesia

Persiba mulai seleksi pemain

Kp Managemen Persiba Bantul mulai melakukan seleksi calon pemain untuk menghadapi Liga Indonesia 2010. Ketua umum Persiba Bantul Idam Samawi mengatakan seleksi awal akan dilakukan terhadap wakil dari 93 klub sepakbola di Bantul. bila setiap klub berhak mengirimkan 3 wakilnya maka akan terdapat 273 pemain yang akan mengikuti seleksi. Idam menegaskan upaya ini untuk memenuhi kuota minimal 8 pemain local dalam skuad Persiba Bantul. sedangkan untuk pemain asing Persiba mentargetkan 3 pemain. Namun menyusul tidak diperbolehkannya penggunaan dana APBD untuk mengontrak pemain asing maka minimal terdapat 1 pemain asing. Berkaitan dengan pemain asing yang akan dikontrak idam menunjuk Ezquil Gonzales sebagai nama yang patut dipertahankan. Idam menilai selain perfoma di lapangan,kemampuan beradabtasi dengan iklim indomesia menjadi alas an dipilihnya nama Ezequil Gonzales. Namun Idam tetap menyerahkan sepenuhnya proses seleksi pemain kepada Ruli nere sebagai pelatih.

Untuk pelaksanaan Liga Indonesia 2010 Persiba justru menghadapi kendala berkaitan dengan kondisi lapangan. Idam mengaku hanya tersedia anggaran sekitar 10 milyar untuk pembangunan stadion sultan Agung. Menggunakan dana yang terbatas pemerintah kabupaten Bantul akan membangun tribun barat dan pemasangan lampu. Idam memperkirakan dengan dana yang terbatas maka tribun barat akan dibuat sederhana. Idam berharap dengan pembangunan tribun barat dan pemasangan lampu akan menambah semangat bertanding pemain persiba. (tok)

 

Kerja di counter handphone, tipu pelanggan

KP Karena memanfaatkan profesi sebagai penjaga counter handphone (HP), Adi Santosa 28 tahun warga Lampung Utara menggadaikan HP milik Sri Yuliarti warga Ngestiharjo Kasihan. Korban yang merasa ditipu akhirnya melaporkan tersangka ke Polsek Kasihan Senin pagi, dan siang harinya tersangka berhasil ditangkap. Kejadian berawal ketika tersangka meminjam HP korban dan ditukar dengan HP milik tersangka. Tersangka berjanji akan membelikan korban HP baru dengan pembayaran menggunakan HP lama korban. Namun selang beberapa hari kemudian tersangka meminta kembali Hpnya yang dibawa korban, padahal korban belum dibelikan HP baru. Ternyata tersangka sudah menggadaikan HP milik korban senilai 350 ribu rupiiah. Merasa tertipu, korban kemudian melaporkan tersangka kepada polisi.

Sementara itu di PN Bantul kembali digelar persidangan dengan terdakwa Waryono warga Kedaton Pleret yang diduga melakukan praktek dokter ilegal. Pada persidangan tersebut puluhan warga Desa Pleret kembali hadir untuk memberikan dukungan moral bagi terdakwa. Dalam persidangan kedua ini, penasehat hukum terdakwa Rahmat Setyobudi dan Hadi Sunata membacakan pembelaan bagi terdakwa. Mereka menuntut jaksa penuntut umum Arifiah untuk mencabut dakwaanya. Tanggapan jaksa penuntut akan dibacakan dalam persidangan Selasa pekan depan. (lia)

Agustus 6, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: