Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

badan Ketahanan Pangan akan dibentuk

31 Juli 2009

Kp Pemerintah kabupaten Bantul baru akan membentuk Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada struktur organisasi pemerintah kabupaten Bantul. Kepala Bagian Organisasi Setda Bantul Sunarto mengatakan pembentukan SKPD pada struktur organisasi pemerintah kabupaten Bantul berdasarkan pada kebutuhan. Sehingga pemerintah kabupaten Bantul belum akan membentuk beberapa SKPD baru sesuai amanat menteri dalam negeri. Diantaranya Badan Narkotika Daerah,Badan Penaggulangan Bencana Daerah,Sekertariat Dewan Pengurus Korpri dan Sekertariat Komisi Penyiaran Indonesia Daerah. Sebab pemerintah kabupaten Bantul sudah memiliki lembaga yang memiliki tugas sama meski tidak berdiri sendiri sebagai sebuah SKPD. Seperti Badan Narkotika Kabupaten yang menjadi bagian dari Dinas Sosial Bantul dan Sekertariat Pengurus Korpri yang tidak masuk dalam struktur organisasi pemerintah kabupaten Bantul. sedangkan masalah penanganan bencana selama ini sudah dapat ditanganioleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat. Masih terbatasnya jumlah media penyiaran di Bantul menjadi alasan belum perlu dibentuknya Sekertariat Komisi Penyiaran Indonesia Daerah. Sunarto menjelaskan belum mendesaknya kebutuhan menyebabkan pemerintah kabupaten Bantul belum perlu memecah SKPD yang berada dibawah lebih dari satu departemen seperti Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi. Sunarto menambahkan terdapat perubahan kelas dan nomenklatur beberapa SKPD seperti Satuan Polisi Pamong Praja naik dari kelas B ke A dan Dinas Pendaftaran Penduduk menjadi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang pada prinsipnya tidak menambah jumlah SKPD. (tok)

 

Pasar Seni Gabusan

Dongkrak kunjungan, kerjasama dengan ISI Yogyakarta

KP Untuk mendongkrak tingkat kunjungan, Pasar seni Gabusan (PSG) bekerjasama dengan Institut Seni Indonesia (ISI). Aset PSG selama ini dinilai belum memuaskan. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul Yahya menyebutkan beberapa bentuk kerjasama tersebut diantaranya penataan kelembagaan, jaringan, pengembangan desain, penataan pajangan dan berbagai atraksi seni. Yahya menjelaskan pentaan pajangan perajin perlu diperbaiki karena mereka dinilai belum terlalu paham dengan display kerajinan. Kerjasama dengan ISI tersebut sudah dimulai sejak Juli 2009. ISI merupakan kampus kesenian yang berada di wilayah Provinsi DIY sehingga diajak kerjasama oleh Pemda Bantul. Yahya menjelaskan pihak ISI dipastikan mengetahui seluk-beluk kesenian dan kerajinan karena merupakan bidang yang digeluti. Yahya menambahkan latar belakang kerjasama tersebut adalah untuk mendongkrak omzet PSG sehingga investasi Pemda senilai 7 miliar rupiah dapat kembali meski dalam kurun waktu yang lama. (lia)

 

Sweeping anak putus sekolah dimulai

KP Pemda Bantul melalui Dinas Pendidikan Dasar serta Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal, pada bulan Juli hingga Agustus 2009 melakukan sweeping anak putus sekolah. Kepala Dinas Pendidikan Dasar Sahari mengatakan sweeping saat ini sudah dilakukan oleh jajaran instansi dan dinas terkait diantaranya Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Camat, Lurah, Dukuh hingga ketua RT. Dari sweeping tersebut anak-anak putus sekolah akan diarahkan untuk dapat bersekolah kembali di sekolah yang diharapkan bila masih memenuhi kuotanya atau diarahkan ke sekolah lain yang masih membutuhkan murid. Sweeping bertujuan supaya upaya belajar 12 tahun di Bantul yaitu dari SD hingga SMA terpenuhi. Meski berhasil ditemukan oleh pemerintah, anak-anak putus sekolah belum tentu bersedia melanjutkan sekolah karena permasalahan ekonomi mapun kurangnya minat untuk bersekolah lagi. Adanya permasalahan ekonomi Pemda melalui Dinas Sosial dan Dewan Pendidikan dapat mencarikan pendanaan. (lia)

 

Liga Pendidikan Indonesia ditunda

KP Liga Pendidikan Indonesia (LPI) di Kabupaten Bantul terpaksa ditunda karena penyelenggaraannya bersamaan dengan pecan olah raga provinsi (porprov). LPI merupakan pertandingan sepakbola antar sekolah yang mempeebutkan Piala Bupati Bantul. Kasubag Tata Usaha Kantor Pemuda dan Olahraga (Kantor Pora) Sumarjono mengatakan rencana awal LPI akan diselengarakan Selasa 28 Juli 2009 di Lapangan Dwiwindu dan Ringinharjo Bantul. Namun karena Prorprov diselenggarakan pada 1 hingga 8 Agustus 2009 maka para atlet difokuskan pada porprov. Sumarjono menambakan pihaknya sudah menerima pendaftaran 38 sekolah menengah pertama (SMP) dan 18 sekolah menengah atas (SMA) yang akan mengikuti LPI. (lia)

 

Mayat tak dikenal gegerkan Singosaren

KP Warga Bukit Buthak Dusun Singosaren Wukirsari Imogiri dikagetkan dengan penemuan sesosok mayat tak dikenal Rabu petang. Sugiyono, warga yang sedang mencari rumput mengaku kaget melihat orang tidur terlentang, setelah diperiksa ternyata orang tersebut sudah mati. Mayat yang ditemukan adalah mayat laki-laki tak dikenal yang tinggi nya sekitar 170 senti meter, berkulit hitam, mengenakan kemeja putih dan kotak-kotak. Diperkirakan usianya sekitar 30 tahun. Saat ditemukan mayat dalam kondisi terluka, terdapat luka memar di dadanya dan dari hidung keluar busa berwarna putih. (lia)

 

Sumber air belum dimanfaatkan secara optimal

Kp Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat berharap penanganan bencana kekeringan tidak mengandalkan bantuan air bersih. Kepala Kantor Kesbanglinmas Bantul Jundan menilai pemberian bantuan air hanya merupakan penanganan jangka pendek terhadap kekeringan. Sedangkan penanganan jangka panjang harus dilakukan dengan memanfaatkan keberadaan sumber air di sekitar wilayah yang mengalami kekeringan. Jundan mengatakan diwilayah rawan kekeringan seperti Dlingo,Imogiri dan Piyungan terdapat sumber air yang dapat dimanfaatkan warga untuk mengatasi kekeringan. Seperti sumber air munthuk yang dapat mengatasi kekeringan di Dlingo. Jundan mengaku bersedia memberikan fasilitasi bila terdapat kendala untuk memanfaatkannya. Walau demikian kantor Kesbanglinmas tetap akan menyalurkan bantuan air bersih di wilayah rawan kekeringan. (tok)

 

52 Dusun ikuti Yogyakarta Green and clean

Kp 52 dusun di 49 desa kabupaten Bantul akan mengikuti program yogyakarta green and clean. Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bantul Sulistyanto mengatakan program yogyakarta green and clean ini bertujuan memberikan kesadaran bagi warga masyarakat untuk mengolah sendiri sampah yang mereka hasilkan sehingga tidak menimbulkan pencemaran. Sulis menjelaskan semakin turunnya kualitas air dan tanah menjadi latar belakang pelaksanaan program ini. Sulis menjelaskan pada tahap awal setiap dusun akan melakukan proses pengolahan sampah dibawah bimbingan seorang pendamping. Setelah 6 bulan akan dilakukan evaluasi untuk memilih 6 dusun terbaik yang akan mengikuti seleksi di tingkat propinsi. Namun menurut Sulis tujuan utama program ini bukan sekedar mencari juara. Tetapi lebih memasyarakatkan sistim pengeloaan sampah. Sulis menambahkan pengelolaan sampah sudah cukup akrab bagi sebagian warga Bantul. (tok)

Agustus 6, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: