Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Pemanfaatan jaringan internet Pemkab Bantul belum maksimal

30 Juli 2009

Kp Pemanfaatan jaringan internet oleh pemerintah kabupaten Bantul belum optimal. Kepala Kantor Pengolahan Data Telematika (KPDT) Sumasriyana mengatakan jaringan internet baru dimanfaatkan untuk mengirim maupun mengakses data antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Padahal menurut Sumasriyana jaringan yang disewa dengan harga 600 juta rupiah ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan lain seperti I-Phone,Teleconfrence,KTP Online dan CCTV. Namun alasan belum dibutuhkannya berbagai fasilitas ini menyebabkan pemanfaatan jaringan internet belum optimal. Padahal menurut Sumasriyana pemanfaatan jaringan internet untuk berbagai fasilitas ini mampu menekan anggaran rutin SKPD mencapai 50 persen. Sumasriyana mencontohkan untuk penggunaan I-phone dapat meneka 50 persen pembayaran rekening telpon. Sumasriyana mengaku siap memberikan pelatihan agar terdapat Sumber Daya Manusia (SDM) yang menguasai teknologi berbagai fasilitas ini.

Dibagian lain Camat Pleret Danu Suswaryanto menilai kurang optimalnya pemanfaatan jaringan internet lebih disebabkan belum optimalnya kerja jaringan. Danu mengaku untuk proses pengiriman data dari kecamatan ke kabupaten hingga saat ini belum berjalan lancar. Apalagi untuk fasilitas lainnya seperti telpon antar SKPD. Danu berharap terdapat perbaikan sarana dan kemampuan SDM,sehingga keberadaan jaringan internet ini dapat menunjang kinerja setiap SKPD.

Senada dengan Danu anggota Komisi A DPRD Bantul Agus Efendi mengatakan berbagai sarana penunjang kebutuhan telekomunikasi dan informasi di kecamatan banyak yang terbengkalai. Agus menilai kondisi ini tidak terlepas dari belum siapnya SDM yang mampu mengoperasikan berbagai fasilitas yang tersedia. Sehingga Agus berharap terlebih dahulu mempersiapkan SDM sebelum membeli alatnya. (tok)

 

Pemda akan cabut Perda pembentukan koperasi

Kp Pemerintah kabupaten Bantul akan mencabut Perda tentang pembentukan koperasi yang dibatalkan menteri dalam negeri. Kepala Bagian Hukum Setda Bantul Suarman mengatakan Perda ini dicabut karena lebih bersifat kewenangan. Sementara kewenangan pembentukan koperasi berada di tangan pemerintah pusat. Sementara untuk Perda Retribusi Usaha Perbengkelan pemerintah kabupaten Bantul hanya akan menrevisi beberapa pasal yang bertentangan. Suarman menilai pembatalan Perda ini hanya disebabkan terdapatnya pungutan pajak ganda masing-masing saat pengurusan ijin dan setelah beroperasi. Suarman mengaku telah mengajukan penawaran kepada menteri dalam negeri agar dapat merevisi beberapa pasal dalam 4 Perda kabupaten Bantul lainnya yeng terancam dibatalkan. Namun hingga saat ini belum terdapat balasan terhadap penawaran ini. (tok)   

 

Pemberangkatan transmigrasi terus tertunda

KP Calon transmigran yang berminat untuk transmigrasi melalui program transmigrasi swakarya mandiri (TSM) harus menunggu lama. Salah satunya Susilohari 40 tahun warga Poncosari Srandakan sudah dua tahun menunggu sejak dia mendaftar tahun 2007. Susilo bahkan sudah mengikuti pelatihan transmigrasi hingga lulus. Rencananya dia akan berangkat akhir tahun ini, namun belum ada kepastian dari Disnakertrans hingga kini. Susilo mengaku latar belakang ekonomi menyebabkan dia tertarik untuk mengikuti transmigrasi. Padahal dia sudah mengenyam pendidikan yang cukup tinggi hingga Strata 1 (S1). Namun dengan pertimbangan pendidikan yang cukup tinggi tersebut dia berharap dapat sukses di tempat transmigrasi. Sedangkan di rumahnya Susilo hanya bekerja membuka warung yang menghidupi istri dan ketiga anaknya.

Di bagian lain data bidang Transmigrasi Disnakertrans Bantul menyebutkan terdapat dua daerah tujuan transmigrasi yang membatalkan diri diantaranya Jatisari Sumatra Selatan dan Kaliorang Kutai Timur Kalimantan Timur. Sedangkan jumlah total calon transmigran yang sudah mendaftar tahun 2009 mencapai 274 orang, semuanya belum berangkat. Padahal tahun-tahun sebelumnya juga terdapat calon transmigran yang belum berangkat. Salah satu contohnya 70 kepala keluarga yang direncanakan berangkat ke Tepian Langsat Kutai Timur Kalimantan Timur, hanya berangkat 62 KK. (lia)

 

Minat ibu-ibu karawitan minim

KP Minat ibu-ibu untuk berkesenian karawitan cenderung menurun sejak krisis moneter 1997 1998. Ketua Dewan Kebudayaan Bantul Maryono mengatakan sejak krisis moneter, perhatian masyarakat beralih pada isu politik, sedangkan perhatian terhadap kesenian secara umum menurun, termasuk karawitan. Akibatnya hingga kini gending karawitan belum mampu dijadikan lagu yang mewakili Bantul dalam perlombaan nasional. Meski demikian Maryono menyebutkan saat ini terdapat sekitar 100 pelaku budaya karawitan di Bantul. Bahkan sebagian dari mereka mampu go nasional maupun go internasional. Maryono menambahkan jenis kesenian karawitan klasik mulai tidak digemari di dalam negeri, namun minat luar negeri seperti Amerika Serikat justru terhadap kesenian klasik tersebut. Hal ini dimanfaatkan oleh sebagian pelaku kesenian karawitan untuk menjadi pengajar di luar negeri. Maryono menambahkan kendala perkembangan karawitan saat ini juga terletak pada mahalnya peralatan terutama dari perunggu yang harganya mencapai 300 juta per unit. Oleh karena itu pemerintah mulai mengusahakan pengadaan alat karawitan dari besi yang harganya hanya 40 juta rupiah per unit.

Sementara itu pemerintah Kabupaten Bantul menyelenggarakan festival kesenian tradisional lomba karawitan 2009 dalam rangka Hari Jadi Bantul ke 178 di Pendopo Parasamya Rabu pagi. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul Suyoto dalam sambutannya mengatakan perlombaan tersebut baru pertama kali diselenggrakan. Pemkab merencanakannya menjadi perlombaan tahunan dengan hadiah yang semakin bagus tiap tahun. Perlombaan diikuti 17 regu peserta, masing-masing mewakili satu kecamatan. Mereka menyanyikan empat lagu wajib, satu diantaranya Gending Projotamansari. (lia)

 

Mengaku dukun, cabuli janda

KP Rabu siang PN Bantul menggelar sidang dakwaan terhadap Budi Suwarsi 55 tahun warga Gandekan Bantul yang didakwa sebagai dukun cabul. Jaksa Penuntut Umum Christina Rahayu menyampaikan dakwaan tersebut di depan majelis hakim Suprapti, Arief dan Banar. Terdakwa terbukti telah mencabuli korban Bunga yang sedang bermasalah dengan suaminya. Kejadian berawal ketika Bunga pergi ke bank untuk memblokir rekeningnya supaya tidak digunakan suaminya. Di bank, bunga bertemu dengan Nur dan menceritakan masalahnya. Atas saran Nur, Bunga kemudian menemui terdakwa yang dikenal sebagai dukun ampuh. Terdakwa meminta Bunga melakukan berbagai ritual untuk menghilangkan bala suaminya. Terdakwa mengajak Bunga menginap di Hotel Agung Magelang dan menakuti Bunga bahwa suaminya telah menanamkan guna-guna sehingga umur Bunga tinggal 3 hari. Untuk menghilangkan guna-guna tersebut Bunga harus melakukan hubungan selayaknya suami istri dengan terdakwa. Tidak puas mencabuli bunga satu kali, terdakwa beralasan bahwa guna-guna sulit dihilangkan dan harus sering melakukan hubungan badan dengan terdakwa. Bunga diajak berpindah-pindah kota dalam melakukan hubungan badan tersebut. Bunga mengalami kerugian hingga 25 juta rupiah. (lia)

Agustus 6, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: