Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Mustoko (Kubah) Masjid

Mozaik Ramadhan 23 Agustus 2009

 

Kp Mozaik Ramadhan edisi kali ini akan membahas perkembangan Mustoko atau Kubah masjid. Berikut ulasan selengkapnya.

 

Kp Mustoko atau kubah sudah dikenal sejak pertama kali dibangunnya masjid. Letaknya yang berada di titik teratas menjadi penanda keberadaan masjid sebagai tempat ibadah bagi umat muslim. Bentuk mustoko atau kubah sangat dipengaruhi oleh budaya umat muslim di suatu negara. Sehingga tidak mengherankan bila terdapat banyak bentuk mustoko atau kubah. Dewasa ini mustoko atau kubah juga dapat menunjukan kemampuan ekonomi warga masyarakat di sekitarnya. Menggunakan campuran logam mulia sebagai bahan baku keberadaan mustoko atau kubah menjadikan bangunan masjid terlihat lebih mewah. Berkaitan dengan hal ini Pengasuh pondok pesantren Rohmatul Umah KH Muzamil menilai sebagai hal yang wajar selama masyarakat di sekitarnya memiliki kemampuan. Sebab Rosullulloh saw berpesan bangunlah masjidmu sehingga lebih baik dibanding rumahmu. Bertolak dari pesan ini sebagai umat muslim kita harus malu bila terdapat rumah yang dibangun dengan uang milyaran rupiah sementara bangunan masjidnya sekedarnya saja.

 

Sementara itu di kabupaten Bantul mustoko atau kubah pertama terbuat dari kayu dengan bentuk bawangan. Bentuk mustoko atau kubah seperti ini masih dapat dilihat pada bangunan masjid taqwa Wonokromo pleret. Takmir masjid Taqwq ismail menjelaskan mustoko atau kubah yang dibuat pertama kali terbuat dari kayu nangka. Seiring perkembangan jaman dan untuk menghindari serangan rayap mustoko diganti dengan bahan yang terbuat dari alumunium dengan ukuran yang lebih besar namun bentuk aslinya tetap di pertahankan.

 

Seiring perkembangan jaman hampir seluruh masjid menggunakan mustoko atau kubah yang terbuat dari bahan aluminium. Selain lebih tahan terhadap cuaca bahan alumunium juga lebih praktis dan ringan. Pergeseran budaya ini menciptakan peluang usaha baru berupa pembuatan mustoko atau kubah dari alumunium. Ustad Alwi warga serut Palbapang Bantul menjadi salah satu pengusaha yang melihat peluang ini. Selama lebih dari 20 tahun menggeluti usaha ini sudah banyak perkembangan dalam hal pembuatan Mustoko atau kubah. Mulai dari bentuk hingga penggunaan logam selain alumunium seperti tembaga dan stailees. Alwi mengatakan pada perkembangannya stailees menjadi bahan yang paling banyak dipilih karena tahan terhadap karat. Sedangkan untuk ukuran tersedia mulai diameter 60 centimeter hingga 10 meter yang disesuaikan dengan ukuran masjid.

 

Belakangan ini usaha pembuatan mustoko atau kubah menghadapi kendala. Mulai dari kesulitan memperoleh bahan baku hingga munculnya pesaing dari luar daerah yang berani menjual dengan harga lebih murah. Namun Alwi tetap bersyukur ditengah persaingan yang ketat masih terdapat pesanan dari beberapa pelanggan. Yang berarti usaha dari mempercantik rumah Allah ini masih mampu mendatangkan rezeki.

 

 

Kp Demikian Mozaik ramadhan kali ini bagi Kp yang memiliki kegiatan menarik selama bulan ramadhan dapat menginformasikan kepada redaksi di Jalan Jendral Ahmad Yani 22 Bantul,melalui telpon di nomor 367-267 atau 367-503 atau e-mail di persatuan942@ymail.com

Agustus 24, 2009 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: