Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Bedug atau Azan?

Mozaik Ramadhan 26 Agustus 2009

 

Suara bedug yang bertalu-talu menyadarkanku untuk segera pergi ke masjid. Namun ditengah perjalanan muncul pertanyaan yang cukup menggelitik. Panggilan untuk menjalankan sholat bagi umat islam bedug atau adzan ya?. Daripada bingung aku tanyakan saja kepada ustad Asrori Ma’ruf

 

Nah sekarang lebih jelaskan,jadi bila nanti mendapat pertanyaan serupa Kp sudah bisa menjelaskan. Eh ngomong-ngomong soal bedug di Bantul masih banyak lho bedug yang usianya sudah lebih dari 100 tahun. Seperti bedug di Masjid Kirobayan Tirtosari Kretek yang dibuat sejak jaman wali songo. Kondisi bedug yang terbuat dari kayu jati hingga saat ini masih utuh. Hanya bagian kulitnya saja yang sudah diganti sebanyak 4 kali. Takmir masjid kismanto menjelaskan sering digantinya kulit bedug tidak lepas dari kepercayaan masyarakat yang menganggap bedug ini sebagai benda keramat sehingga kulitnya sering diambil sebagai jimat.

 

Sayang sekali saat saya berkunjung kesana kondisi kulit bedug rusak dan baru akan diperbaiki setelah hari raya kurban. Padahal kalau tidak rusak bedug ini selalu menjadi penanda datangnya sholat dzuhur dan hari raya idul fitri.

 

Kp Keunikan Bedug di Bantul tidak hanya terletak pada usianya yang sudah tua saja. Tetapi juga terdapat pada fungsi dan cara memukulnya. Seperti bedug di Masjid Ar-rohman kedungasem Mbadan Panjangrejo Pundong yang sudah berusia lebih dari 50 tahun. Takmir masjid Sakirman menjelaskan bedug yang terbuat dari kayu sengon ini di bulan Ramadhan berfungsi untuk membangunkan warga agar tidak terlambat makan sahur. Menurut Sakirman mulai pukul 2 hingga setengah 3 dinihari bedug dipukul terus-menerus secara bergantian oleh pemuda yang mendapat jatah ronda.

 

Sementara itu Kp di masjid agung Wonokromo Pleret untuk menandai datangnya waktu sholat bunyi bedug dikombinasikan dengan kenthongan. Takmir masjid ismail menjelaskan untuk menandai datangnya waktu sholat dzuhur bunyi bedug berbeda dengan saat datangnya sholat wajib lainnya. Demikian juga bunyi bedug saat sholat jum’at. Menurut ismail suara bedug dan kenthongan tidak hanya sekedar bunyi, Namun  memiliki makna mengajak umat islam agar segera datang ke masjid untuk Sholat berjama’ah.

 

Eh sudah komat,wah keasyikan ngobrol bisa telat nih sholatnya. Sudah ya Kp pokoknya besok kita sambung lagi dengan bahasan yang lebih menarik wassalamu’alaikum.

Agustus 27, 2009 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: