Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Peci rajut

Mozaik Ramadhan 27 Agustus 2009

 

Waduh peciku sudah kusam nih. Mau beli peci dulu ah sekalian buat lebaran nanti

penjual : maaf mas ada yang bisa saya bantu

pembeli: Eh ini mbak saya mau beli peci

Penjual : Oh silahkan mas pilih yang mana

Pembeli: kalau peci rajut ini berapa  ya mbak

Penjual : lima puluh ribu mas

Pembeli: Kok mahal ya mbak,kalau boleh tahu ini buatan mana sih mbak

Penjual: oh ini buatan pengrajin di pleret mas

Pembeli: gitu ya mbak kalau gitu,beli pecinya besok aja ya mbak

 

Kp daripada beli di toko mahal mendingan kita ke pembuatnya aja hitung-hitung jalan-jalan dan menambah pengetahuan. Ikut yuk

 

Menempuh perjalana sekitar 15 menit sampailah kita di dusun Bedukan Pleret. Ternyata di sini terdapat lebih dari 10 pengrajin peci rajut. Namun berdasarkan informasi dari warga pencetus ide pembuatan peci rajut adalah Siti Barokah. Wanita 32 tahun ini mulai membuat peci rajut sejak tahun 1998. Berawal dari kegemarannya terhadap seni rajut terciptalah peci rajut yang ternyata laku di pasaran. Dengan bahan baku benang nilon,kulit dan strimin dibantu 10 tenaga kerja Siti Barokah mampu memproduksi 30 peci rajut perhari dengan berbagai model seperti rajut kulit,rajut panjang dan kopyah.yang hrga rata-ratanya 15 ribu rupiah. Selain menjual melalui pedagang dari luar daerah Siti Barokah juga langsung menitipkan produknya ke beberapa toko di Bantul,Sleman dan Yogyakarta.

 

Sebagai pencetus kerajinan peci rajut Siti Barokah tidak merasa rugi bila saat ini banyak bekas karyawannya yang memproduksi sendiri peci rajut . Bahkan tidak jarang Siti Barokah membagi pesanan kepada pengrajin lain bila tidak mampu memenuhi pesanan dalam jumlah banyak.

 

Dibagian lain kepala dusun Bedukan Hartono menilai masa kejayaan peci rajutan sudah lewat. Saat ini tinggal 3 pengrajin yang masih memperoduksi peci rajut. Selain ketatnya persaingan beberapa pengrajin gulung tikar karena ditipu pedagang. Hartono mengakui kerajinan peci rajut memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan kehidupan warganya. Namun dibutuhkan pelatihan managemen pemasaran bagi pengrajin.

 

Menyadari produk peci rajut hanya laku saat bulan ramadhan dan musim haji Siti Barokah mengembangkan inovasi dengan membuat bentuk kerajinan lain seperti tas, korden dan bed cover.

 

Nah akhirnya tercapai keinginanku dapat peci murah,dapat ilmu dan jalan-jalan sambil menunggu datangnya buka puasa. Sudah ya Kp jangan lupa besok jumpa lagi di Mozaik Ramadhan.

Agustus 27, 2009 - Posted by | Uncategorized

2 Komentar »

  1. maaf bisa minta alamat lengkap atau ancer2 kalo mau ke pengrajin peci.. makasih sebelumnya

    Komentar oleh maya | September 25, 2009 | Balas

    • dari perempatan jejeran ke arah timur hingga pasar klithikan wonokromo,, sesampai jembatan terdapat gang ke arah utara, ikuti gang tersebut hingga dusun yang dimaksud… terdapat banyak perajin peci di sana, terima kasih🙂

      Komentar oleh infobantul | Oktober 5, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: