Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Penyalin Kitab Arab Gundul

Mozaik Ramadhan 31 Agustus 2009

 

Assalumualaikum wr.wb.

Kp Mozaik Ramadhan edisi kali ini akan membahas profesi penyalin kitab dan naskah kuno berbahasa arab. Berikut laporan selengkapnya

 

Menyalin kitab dan naskah kuno berbahasa arab merupakan profesi langka. Selain membutuhkan kemampuan membaca huruf arab gundul,wawasan yang luas tentang dunia pustaka juga harus dikuasai. Adalah Muhammad Habib Abdu Syakur pimpinan pondok pesantren Al-Imdad di dusun Kauman Wijirejo Pandak menjadi salah satu manusia langka yang menekuni profesi ini. Lebih dari 8 jam sehari dirinya menghabiskan waktu untuk menyalin kitab dan naskah kuno. Berangkat dari rasa kagumnya terhadap kitab dan naskah kuno timbul rasa ingin menyelamatkannya dengan menyalin kemudian mencetaknya kembali. Dalam menyalin kitab dan naskah kuno habib sama sekali tidak merubah isi tulisan. Bahkan tidak merubah susunan dan gaya bahasa, Habib hanya akan mengganti bila terdapat kesalahan yang fatal dan memberikan penjelasan pada beberapa bagian yang membutuhkan penjelasan.

 

Menyalin kitab dan naskah kuno bukan pekerjaan mudah. Habib mengaku untuk menyalin satu kitab atau naskah kuno dibutuhkan waktu lebih dari 8 bulan. Tidak jarang Habib mengalami kendala berkaitan dengan kondisi kitab yang sudah rusak di beberapa bagian sehingga tidak terbaca. Untuk mengatasi kendala ini Habib harus mencari kitab pembanding untuk menemukan kata atau kalimat yang tidak terbaca. Selain itu terdapatnya kitab atau naskah yang tidak mencatumkan nama pengarangnya menjadi kendala lain. Sebab akan melanggar etika bila Habib menyalin sebuah Kitab atau Naskah kuno tanpa mencantumkan nama pengarangnya.

 

Sejak tahun 2007 sudah terdapat 11 naskah buku dan 6 soft file yang disalin kembali oleh Habib. Diantaranya tentang Karomah para Wali, Kisah Nabi Khidir dan Fiqih Islam yang dicetak sekitar awal tahun 1800. Sebagian Kitab dan Naskah kuno ini diserahkan secara sukarela oleh pemiliknya dari Temanggung, Probolinggo, Demak dan Bantul agar lebih terawat. Setelah selesai disalin Habib akan menyerahkan salinan ke Departemen Agama untuk dicetak ulang.

 

Kecintaan Habib terhadap profesi ini semakin kuat setelah melihat respon positif terhadap cetak ulang kitab dan naskah kuno. Respon tidak hanya datang dari dalam negeri melalui blog internet yang dibuatnya banyak respon yang datang dari luar negeri seperti Malaysia dan Timur Tengah. Selain itu cetak ulang kitab dan naskah kuno juga menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa baik muslim dan nonmuslim. Termasuk santri pondok pesantren Al-Imdad. Setelah disalin kitab dan Naskah kuno lebih mudah dibaca sekalipun oleh Husam Islah Azzad yang baru duduk di kelas 3 Sekolah Dasar.

 

Wah lagi-lagi pengetahuan kita bertambah ya,makanya agar pengetahuan Kp terus bertambah simak terus ya Mozaik Ramadhan wassalamu’alaikum wr wb.

Agustus 31, 2009 - Posted by | Uncategorized |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: