Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Penyangga Al-Quran

Mozaik Ramadhan 24 Agustus 2009

Kp Mozaik Ramadhan edisi kali ini akan menghadirkan kerajinan rekal atau penyangga Al-Quran dari Krebet Sendangsari Pajangan. Berikut liputan selengkapnya.

Wah Suara Qori’ wakil dari kabupaten Bantul di MTQ Propinsi DIY merdu sekali ya. Sebagai warga Bantul aku jadi bangga. Tapi selain suara Qori’ yang merdu ada lho alasan lain yang membuat aku bangga jadi warga Bantul. itu tu rekal atau penyangga Al-Qur’an yang digunakan ternyata produksi pengrajin dari Bantul. tepatnya di dusun krebet sendang sari pajangan. Kp Mau tahu lebih lengkap tentang kerajinan rekal ayo kita temui Bapak Muhadi salah satu pengrajin rekal di Bantul.

Setelah menempuh perjalanan sekitar sepuluh menit akhirnya sampai juga di bengkel pembuatan rekal sari mekar milik bapak muhadi. Kebetulan saat ini bapak muhadi dibantu 3 karyawannya tengah membuat rekal. Menggunakan bahan baku lembaran kayu sengon yang dibeli di pasar muntilan pembuatan rekal dimulai dengan memotong-motong papan menjadi beberapa bagian.

Selanjutnya potongan papan kayu sengon dirangkai menjadi rekal dengan ukuran tergantung pesanan. Terdapat 3 pilihan ukuran rekal yang diproduksi bapak Muhadi masing-masing kecil dengan harga jual 9 ribu rupiah medium dengan harga jual 10 ribu rupiah dan besar dengan harga jual 11 ribu rupiah. Selama menjalani usaha sejak tahun 2000 rekal ukuran kecil paling banyak dipesan. Menurut pengakuan bapak muhadi pesanan paling banyak biasa terjadi setiap menjelang ramadhan. Tahun ini pesanan menjelang bulan ramadhan mencapai 500 buah. Jumlah ini menurun dibanding tahun lalu yang mencapai 1.000 buah. Meski tidak terdapat pesanan bapak Muhadi terus memproduksi rekal yang jumlahnya mencapai 200 buah setiap bulan.

Rekal produksi bapak Muhadi ternyata tidak langsung dijual ke konsumen,melainkan dibeli oleh pengrajin lain untuk dihias agar lebih menarik. Salah satu pengrajin yang biasa memoles rekal adalah bapak Riyadi. Ditangan Bapak Riyadi rekal yang masih polos diberi hiasan motif batik atau gambar-gambar sederhana lain. Dengan cat dasar merah bata atau coklat terang motif batik atau gambar terlihat lebih menarik Dengan sedikit polesan dapat menaikan harga, dari harga rekal polos sekitar 9 sampai 11 ribu rupiah menjadi 25 hingga 35 ribu rupiah. Penyangga Al-Quran ini laris satu atau dua bulan menjelang Ramadhan. Bahkan menjelang Ramadahn tahun lalu omzet penjualan penyangga Al-Quran naik 25%. Untuk tahun ini terakhir riyadi mendapat pesanan dari pedagang di Kalimantan sebanyak 150 buah.

Eh Kp membaca Al-Qur’an menggunakan recal ternyata hanya terjadi Indonesia saja. Sejak jaman dahulu rekal atau juga sering disebut dompal sudah digunakan untuk meletakan Al-Qur’an sehingga kita dapat membaca dengan lebih nyaman . tapi bagaimana ya hukumnya membaca Al-Qur’an dengan rekal atau dompal. Kita tanyakan saja kepada Ustad Asrori Ma’ruf Ketua Pimpinan Daerah Muhammdiyah Bantul.

Bagaimana Kp semakin bertambahkan pengetahuannya. Tentu dong kalau begitu kita sudahi dulu ya perjumpaan kita. Sampai jumpa esok dengan bahasan yang berbeda . wassalamualaikum.

Agustus 31, 2009 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: