Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Harga cabai melambung

5 Oktober 2009

 

KP Harga cabai merah keriting di Pasar imogiri sudah mencapai 22.000 ribu rupiah per kilogram. Triyatmi salah satu pedagang mengatakan harga cabai sehari sebelumnya hanya berkisar 18.000 rupiah per kilogram. Triyatmi memperkirakan kenaikan harga cabai tersebut disebabkan karena stok yang terbatas. Triyatmi mengaku mulai kesulitan kulakan cabai karena stok terbatas tersebut. Kenaikan harga cabai merah keriting juga memicu kenaikan harga cabai jenis lain misalnya cabai rawit hijau naik dari 7.000 menjadi 8.000 rupiah per kilogram, sedangkan cabai rawit merah dari 8.000 menjadi 9.000 rupiah per kilogram. Isti, pedagang lain mengaku kesulitan kulak karena cabai di sawah mulai diperebutkan dengan pedagang lain. Isti biasa kulak di Bulak Girirejo Imogiri. Sementara itu Kepala Dinias Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut) Bantul Edy Suharyanto membenarkan terbatasnya stok cabai di pasaran karena panen yang terbatas. Edy menjelaskan di Bantul cabai baru akan mulai panen sekitar dua minggu lagi. Salah satunya di Bulak Karanganyar Srigading Sanden. Terdapat 8 hektar lahan cabai siap panen. Di Bantul rata-rata cabai dapat dipanen 7 hingga 8 kali dengan produktivitas 12 ton per hektar.

 

Gempa Sumatera Barat

MAN Sabdodadi gelar solat Ghoib dan doa bersama

Doa bersama guru, karyawan dan siswa MAN Sabdodadi, Senin (5/10) untuk korban gempa di Sumatera Barat

Doa bersama guru, karyawan dan siswa MAN Sabdodadi, Senin (5/10) untuk korban gempa di Sumatera Barat

KP Sekitar 300 siswa, guru dan karyawan di MAN Sabdodadi Bantul menggelar doa bersama di halaman sekolah untuk memberikan doa dan dukungan korban gempa di Sumatera Barat dan Tasikmalaya. Acara dimulai dengan sholat berjamaah yang dipimpin oleh Pembina Kerohanian sekolah Muhammad Sukron sejak pukul 9 pagi. Sukron mengatakan sholat yang dilaksanakan terdiri dari sholat ghoib dan sholat Duha kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Sukron menyarankan korban gempa untuk tabah dan sabar menghadapi ujian tersebut. Seusai sholat jamaah, acara dilanjutkan dengan penggalangan dana yang jumlahnya mencapai 1,6 juta rupiah.

Di bagian lain Selvia, salah satu siswa kelas tiga mengaku prihatin terhadap musibah yang baru saja terjadi di Sumatera Barat. Untuk itu Selvia cukup antusias mengikuti doa bersama supaya dapat turut mendukung dan memberikan doa kepada para korban gempa. Pada tahun 2006 Selvia juga mengalami musibah gempa bumi di Bantul bersama adik dan neneknya.

 

Industri kecil

Indigovera dari Imogiri mulai dijual dalam bentuk pasta

KP Petani tanaman indigovera atau pewarna alami batik di Dusun Karangrejek dan Mojolegi Karangtengah Imogiri mulai menjual indigovera dalam bentuk pasta. Sebelumnya mereka hanya menjual dalam bentuk daun kepada Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan harga jual yang lebih rendah. Giyatno salah satu petani mengaku sebelumnya menjual indigovera dalam bentuk daun seharga 1.300 rupiah per kilogram, sedangkan sejak tiga bulan lalu mereka sudah dapat menjual indigovera dalam bentuk pasta seharga 50.000 rupiah per kilogram. Giyatno menjelaskan sebelumnya petani hanya menanam tanaman dan menjual daunnya tanpa tahu manfaatnya. Namun sayang keterbatasan daya tampung alat yang dimiliki UGM menyebabkan banyak tanaman yang kemudian terlalu tua untuk dipanen karena menunggu giliran untuk dijual. Setelah terdapat lembaga sosial masyarakat bernama relief yang memberi penyuluhan pembuatan pasta indigovera, para petani kemudian mulai mencobanya. Terdapat dua unit akuator atau pengaduk bantuan dari relief kepada petani. Saat ini petani mampu mengolah 4 kuintal daun indigovera menjadi pasta untuk tiap kali panen. Meski demikian peralatan tersebut terbatas karena total petani indigovera mencapai 40 orang dengan lahan garapan 4 hektar. Giyatno mencontohkan dirinya dapat menghasilkan 1,5 kuintal indigovera setiap kali panen, bila dikalikan 40 petani hasilnya dapat mencapai 60 kuintal.

Oktober 6, 2009 - Posted by | Info Harian | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: