Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

APDESI siap datangi Depdagri (lagi)

9 Oktober 2009

KP Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bantul berencana mendatangi Departemen Dalam Negeri untuk kedua kalinya terkait pembahasan RUU Keistimewaan DIY. Ketua Apdesi Bantul Jiyono menjelaskan pihaknya mempersiapkan dua bis yang terdiri dari 100 lurah desa se-DIY untuk berangkat awal november 2009. Jiyono kecewa dengan pemerintah pusat yang tidak merespon RUUK DIY supaya segera menjadi Undang-undang. Jiyono membandingkan dengan Aceh dan Papua yang dapat memperoleh keintimewaan dalam waktu cepat. Keistimewaan DIY menurut Jiyono perlu diperjuangkan karena terkait dengan sosio historis dimana Sultan menjabat sebagai Gubernur dan Paku Alam sebagai Wakil Gubernur. Jiyono menambahklan pihaknya optimis memperoleh hasil yang diharapkan karena pada kedatangan sebelumnya ke Depdagri sudah terdapat sinyal positif bahwa RUUK akan diprioritaskan untuk segera menjadi UU Keistimewaan DIY. Jiyono menambahkan pihaknya juga akan mendatangi 55 anggota DPRD Provinsi DIY yang baru. Jiyono akan meminta supaya RUUK segera diundangkan menjadi UU dan pembahasan tidak dimulai dari nol lagi.

Menanggapi hal itu Bupati Bantul Idham Samawi sebagai Bupati yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat tidak berkomentar banyak. Namun secara pribadi sebagai warga Bantul Idham sependapat dengan Jiyono bahwa penetapan keistimewaan DIY adalah sesuatu yang final. Sambutan tersebut disampaikan Idham dalam acara halal bi halal Apdesi Bantul di Pendopo Parasamya Kamis siang. Acara juga dilengkapi dengan penggalangan dana oleh Apdesi untuk korban gempa di Sumatera Barat, dana yang berhasil digalang mencapai 5,6 juta rupiah. (lia)

 

Pertanian

Pabrik pupuk organik diresmikan

Karyawan pabrik pupuk organik Dusun Karanganyar Gadingharjo Sanden sedang memproses kotoran ternak menjadi pupuk, Kamis (8/10)

Karyawan pabrik pupuk organik Dusun Karanganyar Gadingharjo Sanden sedang memproses kotoran ternak menjadi pupuk, Kamis (8/10)

 

KP Pabrik pupuk organik bagian dari UPTD Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut) Bantul yang berlokasi di Dusun Karanganyar Gadingharjo Sanden diresmikan oleh Bupati Bantul Idham samawi Kamis siang. Kepala Dipertahut Bantul Edy Suharyanto menjelaskan pembangunan pabrik pupuk organik dilatarbelakangi adanya keprihatinan pemerintah terhadap penjualan kotoran ternak ke luar daerah. Padahal kotoran tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang tidak merusak kesuburan tanah. Pabrik pupuk berkapasitas 7,6 ton per hari. Kotoran ternak sebagai bahan baku pupuk dibeli dari para peternak misalnya kotoran ayam kering harga belinya 300 rupiah per kilogram, kotoran sapi dan kambing 250 rupiah per kilogram. Selain kotoran sapi Edy menambahkan terdapat bahan pendukung lain yaitu kapur dan mixtro yang diperoleh dari PT Petrokimia Gresik. Edy menambahkan peresmian pabrik sembpat tertunda karena pengadaan listrik sebesar 33 ribu watt yang memakan waktu lama. Untuk pengadaan gedung dibutuhkan anggaran senilai 700 juta rupiah sedangkan pengadaan mesin senilai 980 juta rupiah. Edy menambahkan untuk pemasaran pupuk organik sesuai dengan intruksi PT Petrokimia Gresik, namun Edy tetap memohon prioritas supaya dipasarkan di Bantul. (lia)

 

Politik

Anggaran pilkada direncanakan capai 12 miliar

KP KPU Bantul akan mengusulkan anggaran pilkada 2010 senilai kurang lebih 12 miliar rupiah untuk dua putaran. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan pilkada 2005 yang hanya mencapai 8 miliar rupiah. Anggota KPU Bantul Nurudin Latif menjelaskan kenaikan yang cukup siknifikan tersebut disebabkan karena adanya anggaran untuk calon independen. Latif menjelaskan KPU mengasumsikan terdapat 4 calon independen, masing-masing harus mendapat dukungan 4% pemilih atau 37.000 orang. Bentuk dukungan diwujudkan dengan partisipasi kartu tanda penduduk, untuk kepengurusan administrasi pencocokan KTP KPU 500 rupiah per lembar, sehingga totalnya mencapai 74 juta rupiah. Selain itu pembengkakan anggaran juga dipicu naiknya jumlah pemilih. Latif menjelaskan tahun 2005 jumlah pemilih hanya mencapai 600 ribu orang, sedangkan tahun 2010 mencapai 700 ribu orang. Draf rancangan anggaran akan disampaikan kepada Pemda Bantul sebelum pembahasan nota pengantar RAPBS 2010 15 Oktober. Latif menambahkan jumlah 12 miliar disesuaikan juga dengan anggaran pilkada Gunungkidul dan Sleman. Berdasar jumlah pemilih Bantul berada di atas Gunung Kidul dan berada di bawah Sleman.

Latif menambahkan pihaknya baru saja menyelesaikan rapat gabungan dengan KPU di kabupaten dan kota serta KPU Provinsi DIY Rabu siang. Rapat berhasil merumuskan tahapan-tahapan pilkada putaran pertama dan rancangan 10 regulasi pendukung pilkada. Latif mentargetkan akhir Oktober sepuluh regulasi diharapkan sudah selesai. Sedangkan pilkada putaran pertama dijadwalkan terlaksana tanggal 23 Mei 2010. KPU juga mengasumsikan tujuh pasangan calon diantaranya 4 pasangan calon independen dan 3 calon dari gabungan partai. (lia)

 

Usaha kecil dan menengah

Produsen media jamur kewalahan

Kp Produsen baglog atau media tanam jamur di Klangon Argosari Sedayu kewalahan memenuhi pesanan dari petani. Ketua Kelompok produsen Baglog Sedyo makmur Lestari mengatakan belum optimalnya pemanfaatan mesin sterilisasi menjadi penyebab produsen tidak dapat memenuhi pesanan petani. Lestari mengaku meski kapasitas mesin sterilisasi mencapai 1.500 Baglog perhari namun mesin tidak dapat dioperasikan setiap hari karena terlalu panas. Sehingga lestari hanya dapat menghasilkan 1.500 baglog setiap 3 hari. Kondisi ini menyebabkan terdapatnya daftar tunggu petani yang memesan baglog. Untuk mengatasi kendala ini kelompok memerlukan 1 mesin sterilisasi cadangan yang dapat digunakan secara bergantian. Harga 1 mesin steril mencapai 20 juta rupiah. Lestari mengaku pengadaan mesin sterilisasi ini cukup mendesak mengingat terus naiknya pesanan baglog dari petani seiring masih terbukanya pasar jamur di Indonesia. Lestari mengaku memiliki 10 mitra kelompok budidaya jamur di 4 dusun wialyah desa Argosari Sedayu. Lestari menjelaskan memberikan pelatihan kepada kelompok tani untuk dapat memproduksi baglog menjadi solusi lain menghadapi masalah ini. Lestari mengatakan pembuatan Baglog membutuhkan ketelitian tinggi. sebab terdapatnya satu lubang sekecil jarum dapat mengakibatkan tanaman busuk.

Sementara itu Sumarjan ketua kelompok budidaya jamur lestari makmurdi polaman Argorejo sedayu mengaku membutuhkan 700 kilogram jamur setiap hari untuk memenuhi pesanan dari beberapa pasar dan rumah makan. Kelompok yang berdiri sejak tahun 2002 ini membudidayakan jenis jamur merang,tiram dan kuping. Sumarjan mengaku selama ini jamur merang memiliki pangsa pasar yang lebih besar dengan harga yang cenderung stabil. Walau demikian sumarjan tetap berupaya memperkenalkan jenis jamur lainnya agar lebih dikenal oleh warga masyarakat. Diantaranya melalui pembukaan rumah makan agro lestari yang menyediakan berbagai menu berbahan jamur seperti tongseng,sate dan bakso. Serta kripik jamur yang sudah dikemas dan siap dipasarkan melalui supermarket. Sumarjan mengaku belum berani membudidayakan jenis jamur linshi dan sinthake yang hanya digunakan dalam industri obat dan kosmetik. (tok)

 

Politik

Tiap fraksi butuh staf ahli

Kp Setiap fraksi di DPRD Bantul pada periode 2009-2014 dipastikan akan memiliki staf ahli dan operasional. Kepastian ini berdasar pada laporan hasil kerja Panitia khusus Tata Tertib yang memutuskan penambahan tenaga ahli di setiap fraksi yang digaji dengan biaya APBD. Menurut Sekertaris Pansus Tatib DPRD Bantul Agus Efendi setiap fraksi berhak mengajukan usulan calon yang akan diseleksi oleh Sekertariat DPRD Bantul. Seleksi dilakukan berdasarkan kriteria yang disusun Pansus Tatib DPRD Bantul. Agus menjelaskan terdapatnya Staf Ahli dan operasional diharapkan dapat memperlancar tugas fraksi-fraksi di DPRD Bantul. Keputusan ini menjadi salah satu materi laporan Pansus Tatib DPRD Bantul yang disampaikan pada rapat paripurna beberapa waktu lalu. (tok)

Oktober 9, 2009 - Posted by | Info Harian | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: