Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

SD Panggang gelar simulasi bencana

12 Oktober 2009

KP SD negeri Panggang Sidomulyo Bambanglipuro bekerjasama dengan Yakum Emergency Unit menggelar pelatihan tanggap bencana bagi siswa-siswanya. Pelatihan berlangsung selama lima hari dan diisi serangkaian latihan diantaranya pengenalan bencana, pembuatan peta rawan bencana, pertolongan pertama gawat darurat, pelatihan pemadam kebakaran, tanggap kecelakaan lalu lintas dan cara mengungsi. Ketua Dewan Sekolah SD Panggang Dwijo menjelaskan supaya siswa tidak jenuh, acara diselingi dengan pemutaran film dan panggung boneka. Dwijo menambahkan setiap bulan tepatnya setiap tanggal 27, SD Panggang menggelar simulasi bencana gempa bumi. Tanggal 27 dipilih sesuai dengan terjadinya gempa bumi tahun 2006. Dwijo menambahkan secara keseluruhan pelatihan tanggap bencana bertujuan supaya siswa tidak takut dan panik menghadapi bencana baik bencana alam maupun bencana yang berkaitan dengan aktivitas manusia.

Sementara itu Project Manager Yakum Emergency Unit Wulandari menjelaskan pihaknya menyelenggarakan simulasi serupa di tujuh SD di tiga kabupaten. Tiga kabupaten tersebut diantaranya Bantul, Klaten dan Gunungkidul. Wulan menambahkan sasaran penyelenggaraan kegiatan kali ini fokus ke sekolah karena bertujuan untuk membentuk sekolah siaga. Namun Wulan menegaskan selain sasaran sekolah, pihaknya juga menyelenggarakan simulasi serupa dengan sasaran masyarakat dan instansi kesehatan. (lia)

 

Paska gempa Padang

GPK Bantul galang dana bantuan

KP Gerakan Pemuda Kabah Kabupaten Bantul menyelenggarakan penggalangan dan untuk membantu korban gempa di Sumatera Barat. Ketua GPK Kabupaten Bantul Agus Sih Nugroho menjelaskan penggalangan dana berttajuk saatnya balas budi 6 jam di Bantul untuk Padang. Penggalangan dana dilaksanakan selama enam jam dari pukul 6 pagi hingga pukul 12 siang di 15 titik perempatan lampu merah di Bantul, Senin 12 Oktober. Agus menyebutkan titik-titik tersebut diantaranya perempatan Gose ke utara hingga Dongkelan, perempatan Bakulan ke utara hingga Druwo, perempatan Jejeran ke utara hingga Wojo, perempatan Rejowinangun hingga Menukan dan perempatan Madukismo Bantul. Setelah pukul 11.30 penggalangan dana dihentikan dan dimanfaatkan untuk penghitungan dana. Dana yang berhasil dihimpun mencapai 4,2 juta rupiah. Agus sangat berterima kasih terhadap para pengguna jalan di wilayah Kabupaten Bantul atas terkumpulnya dana tersebut. Selanjutnya pihaknya akan membuat laporan tertulis kepada Pemda Bantul atas penggalangan dana tersebut. Untuk distribusinya Agus belum menentukan lembaga secara pasti, namun bila Pemda Bantul berencana silaturahmi ke Sumatera Barat dalam waktu dekat, dana akan dititipkan bersama penggalangan dana PNS. (lia)

 

Pemerintahan desa

Tanah kas desa Sidomulyo “hilang”

KP Sekitar 5000 meter persegi tanah kas desa milik Desa Sidomulyo Bambanglipuro dimanfaatkan oleh warga di luar desa tersebut. Hal ini disampaikan oleh Lurah Desa Sidomulyo Bambanglipuro Edi Murjito seusai memberikan sambutan dalam musyawarah antar desa di Pendopo balai Desa Sidomulyo Senin siang. Edi menjelaskan 5000 meter persegi tanah kas desa tersebut dianataranya sekitar 2000 meter persegi dimanfaatkan oleh warga desa Mulyodadi, 2000 meter persegi oleh warga Tirtohargo Kretek dan sebagian lain oleh warga Tirtomulyo Kretek serta Panjangrejo Pundong. Tanah kas desa yang pada awalnya merupakan tanah sawah dimanffatkan untuk menanam tanaman kelapa, pembuatan jalan dan sebagainya oleh warga desa lain. Oleh karena itu Edi mengkomunikasikannya melalui musyawarah antar desa yang juga dihadiri perangkat desa dari Caturharjo Pandak, Mulyodadi Bambanglipuro dan Tritomulyo Kretek. Musyawarah desa diselenggarakan setiap lima tahun sekali untuk membahas mengenai pembangunan fisik dan sarana non fisik yang menyangkut kepentingan warga lebih dari satu desa. Edi mencontohkan untuk fisik yaitu pemanfaatan daerah irigasi untuk pengairan di sawah. Petani harus memahami irigasi bagi sawahnya hanya dapat diambilakn dari daerah-daerah tertentu sesuai ketentuan.

Menanggapi hal itu Lurah Desa Mulyodadi Bambanglipuro Nur Susanto mengaku elum mendapat laporan penggunaan lahan milik Sidomulyo oleh warganya. Namun bila terbukti lahan tersebut milik Desa Sidomulyo, pihaknya akan mengembalikannya. Nur menambahkan tiap desa memiliki peta masing-masing namun akan dikomunikasikan lebih lanjut. (lia)

 

Fraksi-fraksi siap berebut kursi kelengkapan dewan

Kp Fraksi-fraksi di DPRD Bantul akan memperebutkan 18 kursi pimpinan alat kelengkapan Dewan. Berdasarkan laporan Panitia Khusus Tata Tertib pada periode 2009-2014 terdapat beberapa alat kelengkapan selain pimpinan DPRD. Masing-masing Badan Musyawarah,Badan Anggaran,Badan Legislasi,Komisi-Komisi dan Badan Kehormatan DPRD. Dari seluruh alat kelengkapan hanya Badan Anggaran yang pimpinannya secara ex ofisio atau otomatis akan diduduki pimpinan DPRD. Sementara untuk alat kelengkapan lainnya pimpinan akan dipilih dari wakil fraksi-fraksi. Bila untuk empat komisi masing-masing terdapat 3 pimpinan yang meliputi Ketua,Wakil Ketua dan Sekertrais maka terdapat 12 kursi pimpinan komisi. Ditambah masing-masing 2 pimpinan untuk Badan Legislasi.Badan Musyawarah dan Badan Kehormatan DPRD maka terdapat tambahan 6 kursi. Sehingga total kursi pimpinan alat kelengkapan DPRD mencapai 18. Menanggapi kondisi ini Fraksi Partai Keadilan Sejahtera tetap mengedepankan pembicaraan dengan fraksi-fraksi lain di DPRD Bantul. Meski sudah berhasil mendudukan anggota fraksinya dalam unsur pimpinan DPRD Bantul namun Ketua Fraksi PKS Jupriyanto berharap anggota fraksi lainnya juga dapat menduduki pimpinan alat kelengkapan DPRD. Jupri mengaku melalui komunikasi dengan fraksi-fraksi lain Fraksi PKS berharap dapat menyelaraskan target fraksi dengan kondisi yang berkembang di DPRD Bantul.

Sementara itu Fraksi Partai Golkar DPRD Bantul siap menempatkan seluruh anggotanya sebagai pimpinan di beberapa alat kelengkapan DPRD Bantul. Ketua Fraksi Partai Golkar Agus Subagyo mengaku seluruh anggota Fraksi sudah memiliki cukup bekal untuk berkiprah sebagai pimpinan alat kelengkapan DPRD. Berkaitan dengan perubahan bidang tugas komisi agus mengaku belum melakukan ploting. Namun agus berharap dapat meingkatkan keberhasilan fraksi Partai Golkar pada periode sebelumnya yang mampu mendudukan 2 anggotanya sebagai pimpinan komisi.

Dibagian lain Ketua definitif DPRD Bantul Tustiyani mengakatan seperti pada periode sebelumnya untuk penetapan pimpinan alat kelengkapan DPRD akan dilakukan melalui pembicaraan antar fraksi-fraksi di DPRD Bantul. Tusti menjamin mekanisme ini tidak melanggar tata tertib DPRD Bantul. (tok)

 

Tustiyani, Ketua definitif DPRD Bantul 2009-2014

Kp Rapat Paripurna DPRD Bantul senin siang secara resmi mengumumkan dan menetapakan pimpinan definitif DPRD Bantul periode berikutnya. Pengumuman dibacakan ketua sementara DPRD Bantul tustiyani. Ditetapkan sebagai Ketua DPRD Bantul periode 2009-2014 Tustiyani dari fraksi PDI Perjuangan, Wakil Ketua 1 Surotun dari fraksi PAN,Wakil Ketua 2 Suhidi dari fraksi Demokrat dan wakil ketua 3 Arif Haryanto dari fraksi PKS. Setelah dibacakan berita acara pengumuman dan penetapan selanjutnya ditandantangani untuk dimintakan Surat Keputusan dari Gubernur DIY. Setelah SK Gubernur keluar baru akan dilakukan pelantikan dan pengambilan sumpah pimpinan definitif DPRD Bantul periode 2009-2014. (tok)

Oktober 13, 2009 - Posted by | Info Harian | , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: